| |
| ECONOMY ARTICLES |
Review Pergerakan Rupiah 11-16 Mei 2012 | Minggu, 20 Mei 2012 07:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 4-11 Mei 2012 | Minggu, 13 Mei 2012 10:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 27 April-4 Mei 2012 | Minggu, 06 Mei 2012 08:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 20-27 April 2012 | Minggu, 29 April 2012 19:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 13-20 April 2012 | Minggu, 22 April 2012 14:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 5-13 April 2012 | Minggu, 15 April 2012 20:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 30 Maret-5 April 2012 | Minggu, 08 April 2012 13:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 23-30 Maret 2012 | Sabtu, 31 Maret 2012 11:19 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 16-23 Maret 2012 | Minggu, 25 Maret 2012 17:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 9-16 Maret 2012 | Sabtu, 17 Maret 2012 21:13 WIB
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|
| Review Pergerakan Rupiah 11-16 Mei 2012 |
Minggu, 20 Mei 2012 07:30 WIB
|
(Vibiznews - Economy) - Pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu perdagangan (11 - 16 Mei 2012) tampak mengalami kondisi yang melemah dengan signifikan (20/05). Pergerakan rupiah tampak cenderung melempem pada minggu ini.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS Rabu turun tipis 2 poin menjadi 9.242 dibanding posisi sebelumnya diposisi 9.240 per dolar AS.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu minggu belakangan mengalami pergerakan yang melemah. Rupiah tampak mengalami penurunan sebesar 28 poin dari penutupan perdagangan minggu lalu yang ada di level Rp9.215 per dolar.
Bank Indonesia masih melakukan intervensi rupiah dikarenakan rupiah sempat mengalami tekanan hingga menembus level Rp9.200 per dolar AS. Posisi terendah rupiah dicapai pada hari Rabu di Rp9.280 per dolar. Posisi ini adalah yang terendah sejak bulan Juni 2010.
Pergerakan rupiah ditekan oleh kondisi eksternal yang cenderung negatif. Data di Eropa seiring dengan obligasi Spanyol yang yield-nya terus mengalami peningkatan. Sentimen negatifnya cukup kuat. Kondisi ini memberikan tekanan pada mata uang di Asia, termasuk dolar AS.
Kebekuan perundingan mengenai pembentukan pemerintahan baru Yunani pasca pemilu juga menambah tekanan pada mata uang dalam negeri.
Data ekonomi Amerika Serikat (AS) juga mengalami perlambatan. Kondisi itu menambah sentimen negatif di pasar keuangan global.
Dari dalam negeri Pelaku pasar cukup puas terhadap kebijakan BI yang mempertahankan BI rate yang tetap di level 5,75 persen. BI rate yang tetap itu dinilai sebuah langkah positif dalam menjaga nilai tukar domestik terhadap dolar AS.
Rupiah tampaknya akan masih ditahan untuk tidak melemah terlalu berlebihan karena akan menggangu stabilitas ekonomi dalam negeri. Tampaknya minggu depan BI akan terus menjaga rupiah untuk bergerak di kisaran level Rp9.000 - 9.200-an.
(Ika Akbarwati/IA/vbn) |

Weekly Review Terkait :
| Review Pergerakan Rupiah 4-11 Mei 2012 |
Minggu, 13 Mei 2012 10:30 WIB
|
(Vibiznews - Economy) - Pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu kemarin (4 - 11 Mei 2012) tampak mengalami kondisi yang menguat (13/05). Pergerakan rupiah tampak cenderung bergerak fluktuatif pada minggu ini.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS Jumat menguat 10 poin menjadi 9.215 dibanding posisi sebelumnya diposisi 9.225 per dolar AS.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu minggu belakangan mengalami pergerakan yang menguat. Rupiah tampak mengalami kenaikan sebesar 17 poin dari penutupan perdagangan minggu lalu yang ada di level Rp9.232 per dolar.
Bank Indonesia masih melakukan intervensi rupiah dikarenakan rupiah sempat mengalami tekanan hingga menembus level Rp9.200 per dolar AS.
Pergerakan rupiah ditekan oleh kondisi eksternal yang cenderung negatif. data di Eropa seiring dengan obligasi Spanyol yang yield-nya terus mengalami peningkatan. Sentimen negatifnya cukup kuat. Kondisi ini memberikan tekanan pada mata uang di Asia, termasuk dolar AS.
Data ekonomi Amerika Serikat (AS) juga mengalami perlambatan. Kondisi itu menambah sentimen negatif di pasar keuangan global.
Dari dalam negeri Pelaku pasar cukup puas terhadap kebijakan BI yang mempertahankan BI rate yang tetap di level 5,75 persen. BI rate yang tetap itu dinilai sebuah langkah positif dalam menjaga nilai tukar domestik terhadap dolar AS.
Rupiah tampaknya akan masih ditahan untuk tidak melemah terlalu berlebihan karena akan menggangu stabilitas ekonomi dalam negeri. Tampaknya minggu depan BI akan terus menjaga rupiah untuk bergerak di kisaran level Rp9.000 - 9.200-an.
(Ika Akbarwati/IA/vbn)
|

Weekly Review Terkait :
|
|
ADVERTISING
(1).jpg)
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|