| |
| ECONOMY ARTICLES |
Review Pergerakan Rupiah 11-16 Mei 2012 | Minggu, 20 Mei 2012 07:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 4-11 Mei 2012 | Minggu, 13 Mei 2012 10:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 27 April-4 Mei 2012 | Minggu, 06 Mei 2012 08:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 20-27 April 2012 | Minggu, 29 April 2012 19:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 13-20 April 2012 | Minggu, 22 April 2012 14:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 5-13 April 2012 | Minggu, 15 April 2012 20:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 30 Maret-5 April 2012 | Minggu, 08 April 2012 13:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 23-30 Maret 2012 | Sabtu, 31 Maret 2012 11:19 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 16-23 Maret 2012 | Minggu, 25 Maret 2012 17:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 9-16 Maret 2012 | Sabtu, 17 Maret 2012 21:13 WIB
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|
| Review Pergerakan Rupiah 25 November-2 Desember 2011 |
Senin, 05 Desember 2011 06:25 WIB
|
(Vibiznews - Economy) - Pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu kemarin (25 November-2 Desember 2011) tampak mengalami kondisi yang cenderung naik (05/11). Pergerakan rupiah sepanjang minggu tampak masih volatil. Pasar menantikan kelanjutan rencana-rencana penanganan krisis Eropa dari para petinggi. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak dalam kisaran terbatas pada perdagangan Jumat sore dan melemah 15 poin ke level 9.005 per dolar AS, setelah pada hari sebelumnya ditutup pada 8.990.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu minggu belakangan mengalami penurunan sebesar 85 poin. Rupiah minggu lalu tercatat ditutup pada posisi Rp9.090 per dolar AS. Menguatnya rupiah selama satu mingu ini terjadi akibat arus modal yang masuk ke pasar saham Indonesia akibat minat resiko yang melemah beberapa hari terakhir mendorong nilai tukar tukar rupiah terangkat.
Data ekonomi dalam negeri berupa inflasi kembali menunjukkan perlambatan di bulan November. Pada bulan November inflasi tahunan mencapai 4.15%, mengalami perlambatan dibandingkan dengan inflasi tahunan yang terjadi di bulan Oktober yang mencapai angka 4.42%.
Sementara itu dari kawasan Eropa sendiri juga terjadi beberapa kebijakan yang mendapat respon positif dari pasar. Aksi gabungan enam bank sentral untuk meningkatkan likuiditas dolar mendapat sambuatan hangat sehingga minggu lalu cenderung terjadi kenaikan di bursa saham.
Asing banyak yang masuk sehingga memperkuat rupiah. Apalagi, Bank Indonesia juga berkomitmen menjaga rupiah agar tetap berada pada level yang aman.
Rupiah tampaknya akan cenderung ditahan untuk tidak melemah terlalu berlebihan karena akan menggangu stabilitas ekonomi dalam negeri. Tampaknya minggu depan BI akan terus menjaga rupiah untuk bergerak di kisarab level Rp8.800 - 9.150-an.
(Ika Akbarwati/IA/vbn) |

Weekly Review Terkait :
|
|
ADVERTISING
(1).jpg)
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|