| |
| ECONOMY ARTICLES |
Review Pergerakan Rupiah 11-16 Mei 2012 | Minggu, 20 Mei 2012 07:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 4-11 Mei 2012 | Minggu, 13 Mei 2012 10:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 27 April-4 Mei 2012 | Minggu, 06 Mei 2012 08:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 20-27 April 2012 | Minggu, 29 April 2012 19:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 13-20 April 2012 | Minggu, 22 April 2012 14:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 5-13 April 2012 | Minggu, 15 April 2012 20:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 30 Maret-5 April 2012 | Minggu, 08 April 2012 13:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 23-30 Maret 2012 | Sabtu, 31 Maret 2012 11:19 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 16-23 Maret 2012 | Minggu, 25 Maret 2012 17:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 9-16 Maret 2012 | Sabtu, 17 Maret 2012 21:13 WIB
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|
| Review Pergerakan Rupiah 30 Desember 2011 - 6 Januari 2012 |
Sabtu, 07 Januari 2012 07:12 WIB
|
(Vibiznews - Economy) - Pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu kemarin (30 Desember 2011 - 6 Januari 2012) tampak mengalami kondisi yang melemah (07/01). Pergerakan rupiah sepanjang minggu tampak cenderung lesu karena belum ada kejelasan mengenai proses penyelamatan Eropa. Pasar menantikan kelanjutan rencana-rencana penanganan krisis Eropa dari para petinggi.
Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), hari ini rupiah diperdagangkan pada level Rp9.160 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp9.114-Rp9.206 per USD. Pada akhir perdagangan sebelumnya mata uang ini berada di posisi Rp9.140 per USD.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu minggu belakangan mengalami pergerakan yang melemah sebesar 77 poin. Rupiah minggu lalu tercatat ditutup pada posisi Rp9.083 per dolar AS.
Rupiah cenderung sempat mengalami pergerakan menguat di awal minggu di tengah optimisme data ekonomi AS yang cukup solid. Akan tetapi di akhir minggu pergerakan menguat mulai memudar digantikan oleh sentiment yang cenderung negative.
Kondisi ekonomi Eropa masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Pada perdagangan Kamis di Eropa yield obligasi pemerintah Perancis mengalami kenaikan sehingga sentiment para investor kembali terpukul melemah. Kondisi ini cenderung mengakibatkan dolar menguat sehingga rupiah tergerus mundur.
Rupiah tampaknya akan masih ditahan untuk tidak melemah terlalu berlebihan karena akan menggangu stabilitas ekonomi dalam negeri. Tampaknya minggu depan BI akan terus menjaga rupiah untuk bergerak di kisaran level Rp9.000 - 9.200-an.
(Ika Akbarwati/IA/vbn) |

Weekly Review Terkait :
|
|
ADVERTISING
(1).jpg)
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|