| |
| ECONOMY ARTICLES |
Review Pergerakan Rupiah 11-16 Mei 2012 | Minggu, 20 Mei 2012 07:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 4-11 Mei 2012 | Minggu, 13 Mei 2012 10:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 27 April-4 Mei 2012 | Minggu, 06 Mei 2012 08:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 20-27 April 2012 | Minggu, 29 April 2012 19:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 13-20 April 2012 | Minggu, 22 April 2012 14:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 5-13 April 2012 | Minggu, 15 April 2012 20:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 30 Maret-5 April 2012 | Minggu, 08 April 2012 13:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 23-30 Maret 2012 | Sabtu, 31 Maret 2012 11:19 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 16-23 Maret 2012 | Minggu, 25 Maret 2012 17:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 9-16 Maret 2012 | Sabtu, 17 Maret 2012 21:13 WIB
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|
| Review Pergerakan Rupiah 6-13 Januari 2012 |
Sabtu, 14 Januari 2012 05:50 WIB
|
(Vibiznews - Economy) - Pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu kemarin (6-13 Januari 2012) tampak mengalami kondisi yang menguat dengan cukup baik (14/01). Pergerakan rupiah terutama memperoleh dorongan di akhir minggu. Rupiah sejak awal minggu tampak cenderung lesu karena belum ada kejelasan mengenai proses penyelamatan Eropa. Pasar menantikan kelanjutan rencana-rencana penanganan krisis Eropa dari para petinggi.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Jumat sore bergerak menguat 75 poin ke posisi 9.075 per dolar AS dibanding sebelumnya 9.150 per dolar AS.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu minggu belakangan mengalami pergerakan yang melemah sebesar 85 poin. Rupiah minggu lalu tercatat ditutup pada posisi Rp9.160 per dolar AS.
Rupiah cenderung sempat mengalami pergerakan melemah di awal minggu karena pasar mengantisipasi hasil lelang obligasi Italia dan Spanyol. Akan tetapi di akhir minggu pergerakan mulai menguat setelah ada kejelasan suksesnya hasil lelang obligasi kedua Negara tersebut.
Kondisi ekonomi Eropa masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Pada akhir minggu ini sebuah berita buruk kembali datang dari kawasan euro. S&P memutuskan untuk memangkas rating obligasi Perancis sehingga bursa-bursa saham Eropa dan AS terpukul melemah.
Rupiah tampaknya akan masih ditahan untuk tidak melemah terlalu berlebihan karena akan menggangu stabilitas ekonomi dalam negeri. Tampaknya minggu depan BI akan terus menjaga rupiah untuk bergerak di kisaran level Rp9.000 - 9.200-an.
(Ika Akbarwati/IA/vbn) |

Weekly Review Terkait :
|
|
ADVERTISING
(1).jpg)
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|