| |
| ECONOMY ARTICLES |
Review Pergerakan Rupiah 11-16 Mei 2012 | Minggu, 20 Mei 2012 07:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 4-11 Mei 2012 | Minggu, 13 Mei 2012 10:30 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 27 April-4 Mei 2012 | Minggu, 06 Mei 2012 08:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 20-27 April 2012 | Minggu, 29 April 2012 19:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 13-20 April 2012 | Minggu, 22 April 2012 14:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 5-13 April 2012 | Minggu, 15 April 2012 20:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 30 Maret-5 April 2012 | Minggu, 08 April 2012 13:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 23-30 Maret 2012 | Sabtu, 31 Maret 2012 11:19 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 16-23 Maret 2012 | Minggu, 25 Maret 2012 17:00 WIB
| | | Review Pergerakan Rupiah 9-16 Maret 2012 | Sabtu, 17 Maret 2012 21:13 WIB
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|
| Review Pergerakan Rupiah 20-27 Januari 2012 |
Minggu, 29 Januari 2012 22:00 WIB
|
(Vibiznews - Economy) - Pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu kemarin (20-27 Januari 2012) tampak mengalami kondisi yang melemah meskipun tipis saja (29/01). Pergerakan rupiah terutama didorong oleh keberhasilan Indonesia untuk memperoleh level investment grade dari lembaga internasional Moody’s Investor Service.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Jumat sore bergerak melemah lima poin ke posisi Rp8.960 dibanding sebelumnya Rp8.955 per dolar AS.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu minggu belakangan mengalami pergerakan yang melemah sebesar 20 poin. Rupiah minggu lalu tercatat ditutup pada posisi Rp8.940 per dolar AS.
Pasar masih mencermati negosiasi kembali antara kreditor swasta dengan Yunani mengenai kesepakatan "debt swap"-nya.
Sejauh ini para petinggi Uni Eropa dan pemerintah Yunani menginginkan `yield` obligasi sebesar 3,5 persen agar rasio utang Yunani turun ke 120 persen hingga 2020, namun di lain sisi para kreditor swasta menginginkan `yield` empat persen.
Peringkat Indonesia di level layak investasi (investment grade) yang diberikan Moody`s beberapa waktu lalu belum dapat memberi sentimen positif berkelanjutan bagi nilai tukar dalam negeri terhadap mata uang asing.
Rupiah tampaknya akan masih ditahan untuk tidak melemah terlalu berlebihan karena akan menggangu stabilitas ekonomi dalam negeri. Tampaknya minggu depan BI akan terus menjaga rupiah untuk bergerak di kisaran level Rp9.000 - 9.200-an.
(Ika Akbarwati/IA/vbn) |

Weekly Review Terkait :
|
|
ADVERTISING
(1).jpg)
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|