| |
| COMMODITY COLUMN |
Akankah Terulang Kembali Commodity Crash Seperti Krisis Moneter 2008 (Soft Commodities) ? |
| Kamis, 17 Mei 2012 20.00 WIB |  Tina Rosjana Director Vibiz Commodity Academy
| | |
Tingginya Harga Kedelai Kuartal I 2012 |
| Sabtu, 05 Mei 2012 22 WIB | | |
Harga Komoditas Kopi dan Kapas Sangat Rendah, Layak Untuk Dibeli |
| Selasa, 01 Mei 2012 01.00 WIB | | |
Indikasi Penguatan Minyak Masih Ada, Meski Tertekan Sepanjang Bulan April |
| Minggu, 29 April 2012 13:56 WIB |  Joko Praytno Analyst Vibiz Research Center
| | |
Highlight Pandangan Widjajono Mengenai Minyak dan Nasib Bangsa Kita |
| Senin, 23 April 2012 19.55 WIB |  Kristanto Nugroho Deputy Chairman Vibizconsulting
| | |
Pengaruh Berita Fundamental Terhadap Harga Emas pada Kuartal I 2012 |
| Sabtu, 21 April 2012 20.00 WIB |  Tina Rosjana Director Vibiz Commodity Academy
| | |
Karet Masih Prospektif, Tantangan Prediksi Perlambatan Ekonomi China |
| Sabtu, 07 April 2012 18:56 WIB |  Joko Praytno Analyst Vibiz Research Center
| | |
Asia Mendorong Harga Emas Dunia |
| Sabtu, 07 April 2012 12.30 WIB |  Kristanto Nugroho Deputy Chairman Vibizconsulting
| | |
Potensi Nikel Ditengah Kontroversi Kebijakan Pemerintah dan Ancaman Pelemahan Ekonomi Global |
| Minggu, 11 Maret 2012 15:39 WIB |  Joko Praytno Analyst Vibiz Research Center
| | |
Prospek Timah Sebagai Komoditi Logam Idaman Sektor Industri |
| Senin, 13 Februari 2012 00:32 WIB | | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|

Tina Rosjana Director Vibiz Commodity Academy |
Akankah Terulang Kembali Commodity Crash Seperti Krisis Moneter 2008 (Soft Commodities) ? |
Kamis, 17 Mei 2012 20.00 WIB
|
(Vibiznews - Commodity) - Kejadian turunnya harga komoditi secara global pada awal minggu ini mengundang pertanyaan bagi banyak orang, apakah akan terulang lagi penurunan harga komoditas seperti Krisis Moneter pada tahun 2008 ?
Untuk melihat kemungkinan turunnya harga komoditas ini, mari kita bahas dari harga historis dari beberapa komoditas:
Jagung Untuk produk biji-bijian harga jagung biasanya mengikuti turun dan naiknya harga minyak mentah karena jagung dapat dibuat bioetanol yang dipakai sebagai subsitusi dari minyak mentah, mari kita amati pergerakan harga jagung sejak dari tahun 2008 sampai sekarang :
-Pada tgl 30 Juni 2008 Jagung mengalami puncaknya ketika harga mencapai $ 7.88 perbushel harga tertinggi yang kesembilan kalinya pada tahun 2008, setelah mencapai harga ini, maka harga jagung terus turun sehingga pada 8 Desember 2008 krisis moneter AS berlangsung harga jagung menjadi $2.96 perbushel turun 61% dari harga tertinggi.
-Pada tahun 2009 pergerakan harga jagung hampir sideways antara $ 3 - $ 4 perbushelnya
-Rekor kembali terjadi pada 6 Juni 2011 dimana harga jagung mencapai $7.99 kembali naik 146%, setelah itu harga terus turun tidak lagi kembali bahkan turun terus dan terendah ke $5.97 perbushel pada tgl 16 Mei , turun sebesar turun sebesar 28 % dari harga tertingginya di Juni 2011
-Pola turunnya harga pada tahun 2008 terjadi kembali , sekarang harga sudah turun 28%, kalau sampai terjadi penurunan harga sama seperti tahun 2008 maka harga jagung akan ke $3 dolar perbushel (turun 61% dari rekor)
Untuk jangka pendek resistant pertama $6.4 berikutnya $6.8, support pertama $6.21 support berikut $6.01. Pasar cenderung bearish.
Kedelai Sebagai sesama produk biji-bijian maka kedelai memiliki karakteristik yang berbeda dengan jagung, pola harga kedelai cenderung meningkat, tapi dampak dari krisis juga tidak bisa dihindari sempat mengalami penurunan imbas dengan penurunan komoditas lainnya kita amati pergerakan kedelai dibawah ini :
-Pada tgl 30 Juni seperti pada jagung harga kedelaipun mencapai puncaknya di $16.63 perbushel tapi ketika krisis moneter terjadi pada 2008 maka harga kedelai pada 1 Desember 2008 turun langsung ke $7.76 perbushel penurunan 53%. -Harga kembali naik ke $ 12.91 di Juni 2009 tapi tidak bertahan lama turun lagi ke $9 pada bulan Juli lalu lanjut meningkat di bulan Agustus di $ 12.41, harga kembali turun di akhir 2009 sampai ke 2010 bertahan disekitar $9, pada November 2010 baru meningkat kembali keharga $13.48.
-Harga kedelai tetap tinggi pada tahun 2011 ini terus bertahan sideways antara $12 sampai $14 tidak turun sampai November 2011 baru turun ke $11 turun 24%. -Kedelai tidak bisa bertahan diharga bawah terus meningkat pada tahun 2012 sampai pada puncaknya di bulan awal Mei 2012 di $15.12 kembali ke rekor setelah itu sempat turun 7.6 % ke harga $13.97 perbushel pada 14 Mei.
Pola pergerakan penurunan harga sudah seperti krisis moneter 2008 kalau itu terjadi maka harga kedelai akan bisa kembali ke harga dibawah $10 (turun 53% dari rekor) , tapi melihat karakteristik dan fundamental terakhir sepertinya kedelai tidak bisa turun dibawah $10.
Harga kedelai tgl 16 Mei $14.22 perbushel. Untuk jangka pendek resistan $14.52 kemudian ke $15.03, dan support di $13.90 ke support 2 di $13.55. Pasar masih cenderung bearish
Selain dari Grain kita amati juga produk soft commodities lainnya :
Kakao Kakao produk soft commodities yang paling berfluktuasi diantara produk soft commodities lainnya, dan terlihat juga bearish disaat terjadi krisis moneter pada tahun 2008.
-Sebelum krisis pada Maret 2008 harga kakao mencapai harga tertinggi 28 tahun, pada $3,280 permetrik ton tapi harga ini tidak dapat bertahan lama krisis moneter di Oktober 2008 harga sudah turun ke $1,181 permetrik ton atau turun 64%, berbeda dengan produk lain di Bulan Desember harga naik ke $2,718 naik duakali lipat dari Oktober 2008, karena faktor fundamental kakao, cuaca, hama dan pemogokan di pantai Gading membuat harga kakao tidak turun melainkan naik.
-Selama 2010 harga bergerak sideways di $2500 sampai $ 3500, kemudian meningkat kembali diatas $3,000 menjadi $3,826 permetrik ton pada tahun 2011 dibulan Februari , kenaikan sebesar 49% dari harga sebelumnya.
-Setelah rekor pada bulan Februari 2011 harga tidak kembali lagi mencapai rekor bahkan anjlok terus sampai akhir 2011, ke $1,898 permetrik ton turun 50.39% pada 15 Desember 2011.
-Kemudian di 2012 harga sideways kembali antara $2,000 sampai $2,500. Harga terakhir 14 Mei di $2,227, turun 41% dari rekor tertinggi tahun 2011.
-Apabila pola yang terjadi mengikuti krisis moneter 2008 maka harga bisa turun menuju ke harga $1,530 kembali (turun 64% dari rekor tertinggi)
-Harga kakao per 16 Mei $2,278 per metric ton. Resistan jangka pendek di $2,390 lanjut ke $2,457 dan support di $2,156 support berikut ke $2,064. Pasar cenderung bullish.
Kopi Karakteristik kopi berbeda dengan kakao, kalau kakao mulai dicari orang sebagai minuman sehat, maka kopi sebaliknya mulai ditinggalkan orang. Mari kita lihat grafik dari kopi ini :
-Harga kopi diawal tahun 2008 naik ke rekor tertinggi 10 th di $167.75, pada saat krisis moneter harga kopi di bulan Nopember 2008 turun ke $125, turun 25%.
- Terus harga stabil dari 2009 ke 2010 diantara $130 - $140 lalu mulai meningkat di bulan Nopember terus meningkat 2 Mei 2011 di harga $306.3 permetrik ton, kenaikan luar biasa sebesar 175%.
-Kembali selalu setelah rekor maka harganya tidak berhenti turun sampai saat ini tgl 16 Mei $180.22, atau turun 40% dari harga tertingginya .
-Kalau mengikuti pola penurunan komoditas seperti pada krisis moneter maka kopi sudah terlalu rendah turunnya sehingga tidak lagi turun lebih lanjut.
Resistant di $183.67 kemudian ke $187.13 dan support di $177.47 kemudian ke $174.73
Gula Sebagai soft commodities yang memiliki karakteristik khusus disaat orang mencari hidup sehat, gula mulai ditinggalkan, harganya cenderung naik karena menjadi bioetanol pengganti bahan bakar apabila harga minyak mentah naik:
-Pada bulan Maret 2008 harga gula tertinggi 3 tahun di $15.1 perpound tapi di bulan Juni langsung turun ke $9.6 turun 36%, bulan Juli 2008 naik lagi ke $14.7, bulan Oktober 2008 turun lagi ke $10.9 turun 29%. -Gula berangsur-angsur naik terus sepanjang tahun 2009 tertinggi di $25.4, rekor tertinggi lagi di Februari 2010 sampai ke $30.4 bertahan terus sampai 3 Mei 2010 turun ke $13, atau 57% nya, lalu naik lagi pada November 2010 rekor baru di $33.4 meningkat terus sampai pada 31 Jan 2011 di $36.1, setelah itu tidak pernah kembali lagi ke rekor $36.1
-Di tahun 2012 turun terus sampai ke 16 Mei di $20.73 sudah turun dari rekor sebesar 40%.
-Kalau mengikuti pola penurunan komoditi seperti pada Krisis Moneter 2008 harga gula kemungkinan akan kembali ke $15.53 (turun 57% dari rekor)
-Pada Jangka pendek resistant $ 21, kemudian lanjut ke $21.28 sedangkan support di $20.32 lanjut ke $19.92
Kesimpulan: -Krisis Moneter tahun 2008 terjadi di AS, sehingga permintaan komoditi di AS berkurang, harga komoditi turun dolar turun.
-Krisis moneter 2011 sampai sekarang adalah krisis Eropa, dan permintaan dari negara Eropa berkurang dan harga beberapa komoditas berdasarkan mata uang di Eropa, akibatnya harga komoditas diawal minggu 14 Mei mengalami penurunan.
- Ditambah dengan pertumbuhan Ekonomi Cina diperlambat, sehingga permintaan dari Cina berkurang akibatnya harga-harga komoditas cenderung turun.
Faktor-faktor yang akan menggerakkan harga komoditi naik :
- Faktor cuaca yang tidak menentu terakhir-akhir ini membuat produksi komoditas bisa menurun, akibatnya harga cenderung naik.
- Beralihnya permintaan komoditi yang besar ke negara-negara Asia, Cina dan India, karena pertumbuhan penduduknya yang tinggi, akibatnya permintaan komoditas terutama komoditas pangan dan pakaian tidak pernah berkurang, ini membuat harga komoditas cenderung naik. Berharap krisis Ekonomi Eropa segera berakhir dan tidak dilanjutkan dengan krisis Ekonomi dunia, maka peluang harga komoditas bisa kembali meningkat.
Selamat bertrading di pasar komoditi
(TN/VBN)
Tidak Ada Column Terkait |
|
(1).jpg)
|
| COMMODITY MARKET INFO |
|
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|