| |
| FINANCIAL COLUMN |
'Barang Bernilai', Antara Koleksi dan Investasi |
| Kamis, 05 April 2012 11.17 WIB |  Bernhard Sumbayak Founder & Chairman Vibizconsulting
| | |
OPTIMAL PORTFOLIO BAGI PEMILIK DANA 1-5 MILIAR RUPIAH-Saran Untuk Profile Investor yang Memiliki Risk Appetite Konservatif. |
| Senin, 27 Februari 2012 21.30 WIB | | |
Peranan Wealth Management Dalam Investasi Emas |
| Rabu, 01 Februari 2012 15.00 WIB |  Asido Situmorang Editor in Chief Vibiznews
| | |
Apakah Berinvestasi di Indonesia Menarik Dibandingkan di Negara Lain? |
| Selasa, 22 November 2011 13:20 WIB |  Bernhard Sumbayak Founder & Chairman Vibizconsulting
| | |
Manajemen Kekayaan - Wealh Management |
| Rabu, 24 Agustus 2011 10.00 WIB | | |
Dana Lebih Mau Disimpan Dimana? |
| Selasa, 15 Maret 2011 13.44 WIB | | |
Strategi Mengelola Kekayaan |
| Jumat, 21 Januari 2011 17.00 WIB | | |
Mengapa Dana Pendidikan Anak Diperlukan |
| Rabu, 29 Desember 2010 18:22 WIB |  Budi Hartono
| | |
3 Keranjang untuk Pensiun Anda |
| Senin, 13 Desember 2010 16:19 WIB | | |
Memikirkan Masa Pensiun? Mengapa Tidak? |
| Rabu, 01 Desember 2010 10:32 WIB | | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|

Bernhard Sumbayak Founder & Chairman Vibizconsulting |
'Barang Bernilai', Antara Koleksi dan Investasi |
Kamis, 05 April 2012 11.17 WIB
|
(Vibiznews - Investment Portfolio) Bank merupakan tempat yang umum dikenal masyarakat untuk menempatkan dana. Apa yang diharapkan kemudian adalah dana yang ditanamkan dapat bertumbuh dari bunga yang diperoleh. Selain bank, masih ada lagi institusi keuangan lain yang dipercaya untuk memberikan keuntungan yang lebih di masa yang akan datang. Definisi dari investasi secara umum adalah aktivitas yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi yang diharapkan dapat memberikan akumulasi keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Tulisan singkat ini coba mengetengahkan investasi dalam bentuk lain yaitu barang-barang bernilai atau barang-barang koleksi. Investasi ini mungkin masih belum dikenal banyak orang. Sifatnya bisa disebut sebagai investasi barang-barang-barang bernilai. Barang-barang bernilai atau koleksi adalah barang-barang yang dikoleksi orang berdasarkan persepsi orang yang terbentuk karena nilai-nilai tertentu. Orang yang mengkoleksinya disebut juga sebagai kolektor. Sifat dari barang-barang ini dianggap memiliki nilai khusus. Beberapa contoh barang-barang koleksi adalah lukisan, barang antik, perangko dan lain-lain.
Lukisan memiliki nilai seni, dianggap bernilai karena memiliki nilai historis atau dilukis oleh artis popular baik yang sudah meninggal atau yang masih hidup. Sehingga menjadikan lukisan tersebut memiliki nilai seni yang tinggi, bernilai dan dapat dinikmati orang yang memiliki citra rasa seni yang tinggi. Selain lukisan barang yang juga memiliki nilai seni yang bukan berupa gambar masih banyak lagi. Dengan kata lain segala macam barang yang memiliki nilai seni tersendiri bisa dijadikan barang-barang koleksi yang bernilai. Barang lainnya yang memiliki nilai seni dan diburu orang adalah perangko. Perangko terdiri dari berbagai macam terbitan. Masing-masing terbitan memiliki tampilan yang berbeda-beda. Sebagian besar perangko memiliki tampilan berupa gambar atau lukisan. Bagi beberapa orang melihat perangko seperti juga melihat lukisan dalam dimensi yang lebih kecil. Perangko juga dianggap memiliki nilai seni tersendiri sehingga bagi kolektor sangat senang untuk melihat dan menikmati gambarnya.
Barang-barang tersebut dikatakan barang-barang yang bernilai karena memiliki nilai seni yang tinggi atau nilai seni tersendiri juga memiliki nilai bersejarah. Untuk barang-barang yang memiliki nilai sejarah contohnya adalah barang-barang peninggalan tokoh bersejarah yang diperjualbelikan di pasar bebas dengan harga tinggi. Meski barang tersebut sederhana saja, bisa berupa pulpen, buku, lemari, atau apa saja namun barang-barang tersebut sebelumnya dimiliki oleh tokoh bersejarah baik tokoh politik, negarawan, selebriti dan lain-lain. Barang-barang tersebut seringkali menjadi buruan para kolektor. Seringnya berpindah tangan akan membuat harga yang semakin tinggi. Dengan demikian selain memiliki nilai seni tersendiri,barang bernilai karena memiliki nilai bersejarah.
Terkait dengan nilai sejarah barang bernilai juga didasarkan karena umurnya. Banyak orang yang mengkoleksi barang karena barang tersebut memiliki usia yang cukup tua. Bahkan, makin tua usia barang tersebut, bisa jadi akan makin mahal harga barang tersebut.
Tidak semua barang-barang yang berusia tua memiliki nilai khusus dan dikoleksi oleh orang banyak. Karenanya, dari beberapa macam anggapan terhadap nilai khusus tersebut, dibawah ini adalah contoh barang-barang yang bisa dikoleksi:
- Barang-barang seni (lukisan, patung)
- Barang-barang kerajinan (keramik, batik)
- Barang-barang aksesori (arloji)
- Barang-barang perhiasan (kalung, gelang)
- Barang-barang sejarah (benda peninggalan)
Barang-barang koleksi yang bernilai tinggi secara nilai keuangan sehingga bisa dijadikan investasi.
PERBEDAAN KOLEKTOR DAN INVESTOR
JIka demikian terdapat 2 sisi yang berdampingan dari barang-barang tersebut yaitu antara kolektor dan Investasi.
“Kolektor” adalah sebutan bagi orang yang gemar mengoleksi barang tertentu bertujuan untuk memberikan kepuasan batin, gengsi, dianggap memiliki selera yang tinggi. Seorang kolektor membeli barang tersebut untuk memiliki seterusnya.
Sedangkan “Investor” dari sudut pandang barang bernilai adalah sebutan bagi orang yang mengkoleksi barang hanya untuk dijual lagi demi mendapatkan keuntungan. Investor membeli barang untuk dijual kembali pada masa datang, bisa kepada kolektor atau sesama investor juga.
Secara gamblang dapat dikatakan seorang kolektor adalah pembeli, sedangkan investor adalah orang yang berinvestasi atau memiliki motif ekonomi. Namun keduanya bisa berdampingan dan ada dalam seseorang baik sebagai kolektor maupun sebagai investor. Atau pada prakteknya kedua hal tersebut dapat berpadu pada seseorang yang memang memiki dana lebih dan jiwa kolektor
Untuk berinvestasi barang-barang bernilai , berikut ini beberapa hal yang dapat kita ketahui:
1. Lakukan investasi pada barang-barang yang memang dikenal dan kuasai seluk beluknya. Sehingga bisa diketahui dengan pasti tentang segala macam hal yang menyangkut barang-barang koleksi yang dimiliki. Seperti berapa harga sepantasnya, dimana dapat menjualnya atau membelinya, dan sebagainya.
2. Jangan jatuh cinta pada barang koleksi. Bila Anda jatuh cinta pada barang koleksi Anda, maka bisa jadi akan menjadi berat hati bila ingin menjualnya kembali. Hal ini tidak dapat terjadi jika seseorang adalah investor. Sebab sebagai investor maka ada waktunya untuk menjual barang koleksi yang telah dimiliki untuk mendapatkan keuntungan.
Setiap barang memiliki harga awal-nya sendiri. Contoh sebuah lukisan yang dari seorang pelukis ternama misalnya pada pertama kali dibeli seharga Rp 5 juta. Maka pada masa depan 10 atau 20 tahun lagi akan semakin berlipat nilainya ketika berpindah tangan. Terlebih lagi jika pelukis tersebut telah meninggal dunia dan dianggap sebagai pelukis legendaris maka lukisan tersebut semakin diburu orang dan mengaankat nilai jual yang semakin berlipat. Jika diilustrasikan maka kondisi yang berlanjut adalah pada harga berapa ketika seseorang membeli barang koleksi tersebut. Jika ada pada tangan pertama atau pada harga awalnya maka harga telah mulai bergerak pada saat dibeli pertama kali namun ketika dilepas kepada tangan kedua harga telah meningkat dan seterusnya ketika dilepas kepada tangan berikutnya. Seperti juga dalam investasi bentuk lainnya maka investasi barang bernilai memiliki juga Time value of money atau peningkatan nilai mengikuti pergerakan waktu.
Seseorang kemudian dapat berpikir bahwa barang-barang di sekitarnya bisa saja menjadi barang-barang bernilai di masa yang datang dengan nilai yang sangat tinggi. Pesan lain dari investasi pada barang-barang koleksi atau bernilai adalah bahwa investasi ini tidak selalu merupakan investasi mahal, karena hal itu sangat bergantung pada harga berapa seseorang membeli barang tersebut. Apakah ketika harganya masih rendah atau sudah mengalami peningkatan nilai akibat persepsi orang yang telah menaikan harga barang tersebut.
(Bernhard Sumbayak/BS/vbn)
Tidak Ada Column Terkait |
|
|
CORPORATE EVENT
KRL Bekas Jepang 15 Mei 2012

Warga melihat dari dalam rangkaian kereta rel listrik (KRL) Seri 6000 yang dibeli dari Jepang di stasiun Pasoso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/05). PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) kembali mendatangkan 10 Unit KRL Seri 6000 yang dibeli melalui tender Internasional di Jepang. Pembelian armada tambahan tersebut untuk merealisasikan program pemerintah mengangkut penumpang sebanyak 1,2 juta penumpang per hari.(rl/RM/VBN,ant)
|
|
ADVERTISING
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|