HOME ECONOMY & BUSINESS COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 FOREX COLUMN

Karakteristik dari Seorang Trader Forex yang Menang - Bagian 2
Sabtu, 28 Januari 2012 18.00 WIB

Lie Ricky Ferlianto
Managing Director Indonesia Investment Institute

 

Peringkat AAA Perancis Hilang, Badai Di Eropa Akan Semakin Kencang
Senin, 16 Januari 2012 14.44 WIB

Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

KARAKTERISTIK DARI SEORANG TRADER FOREX YANG MENANG - Bagian 1
Sabtu, 14 Januari 2012 15.00 WIB

Lie Ricky Ferlianto
Managing Director Indonesia Investment Institute

 

Apakah Investasi di Foreign Exchange Masih Menarik di Tahun 2012?
Minggu, 08 Januari 2012 09.00 WIB
 

Parameter yang menentukan keberhasilan Forex Trading - Bagian 2
Minggu, 25 Desember 2011 8.00 WIB
 

Parameter yang menentukan keberhasilan Forex Trading (Bagian 1)
Sabtu, 17 Desember 2011 21.00 WIB
 

Pentingnya Psychology Trading in Forex
Sabtu, 10 Desember 2011 22.00 WIB
 

Review dan Outlook Yen Jepang Di Akhir Tahun 2011
Senin, 05 Desember 2011 16.13 WIB

Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

Euro bangkit kembali ! Benarkah?
Sabtu, 19 November 2011 17.00 WIB

Lie Ricky Ferlianto
Managing Director Indonesia Investment Institute

 

Outlook Sterling Semester II 2011. Bagian Kedua
Selasa, 06 September 2011 16.30 WIB

Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita


Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center
Pasca Resesi Global, Ringgit Diperkirakan Cukup Stabil.
Jumat, 25 Juni 2010 15.10 WIB

Pemerintah Malaysia memperkirakan bahwa dalam jangka panjang yaitu untuk periode 2012 -2020 perekonomian negara tersebut dapat memiliki rata-rata tingkat pertumbuhan sebesar 5.0% per tahun.

Perkiraan ini dilandasi adanya ekspektasi akan terjadinya peningkatan arus modal ke negara itu dan juga oleh adanya peningkatan efisiensi perekonomian sebagai hasil dari reformasi secara struktural.

Sedangkan dalam jangka pendek, untuk tahun 2010 ini PDB Malaysia diperkirakan dapat tumbuh sekitar 4.9% dan menjadi 5.4% pada tahun 2011.



Faktor Pendukung Pertumbuhan Ekonomi Malaysia.


Secara garis besar, pertumbuhan ekonomi Malaysia ini diharapkan dapat berlangsung dengan menitikberatkan kepada peningkatan pada sektor belanja domestik (domestic consumption) terutama belanja sektor swasta.

Peningkatan belanja domestik ini merupakan dampak dari membaiknya tingkat keyakinan konsumen dan investor terhadap perkembangan ekonomi di negara tersebut pasca berekhirnya resesi global.

Selain itu adanya kelebihan tabungan (excess saving) diperkirakan dapat memberikan dukungan terhadap kestabilan sektor keuangan. Kelebihan tabungan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Cukup tingginya tingkat tabungan ini diperkirakan dapat mengakomodasi kecenderungan peningkatan pada investasi swasta sehingga dapat menjaga tingkat keyakinan investor dalam level yang kondusif.


Perdagangan Luar Negeri dan Kurs Ringgit Malaysia.


Selain didorong oleh permintaan domestik dan iklim investasi, peningkatan kinerja pada perdagangan luar negeri merupakan faktor yang diharapkan dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di Malaysia.

Walaupun demikian kontribusi sektor perdagangan luar negeri tersebut diperkirakan akan relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan kontribusi dari peningkatan permintaan domestik.

Peningkatan kinerja pada perdagangan luar negeri Malaysia tersebut diharapkan dapat menopang terjadinya rebound pada sektor manufaktur.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang baik, cukup tingginya surplus neraca transaksi berjalan dan cadangan devisa yang kuat merupakan faktor-faktor utama yang dapat menyokong kecenderungan stabilnya mata uang Ringgit Malaysia.





Kurs ringgit secara nominal (Nominal Effective Exchange Rate , NEER) maupun secara riil (Real Effective Exchange Rate , REER) diperkirakan dapat mengalami apresiasi sekitar 3-5%. secara gradual. Setelah sempat mencapai kisaran RM 3.75 /USD pada saaat terjadinya resesi global, Ringgit kembali menguat seiring berakhirnya resesi.

Mata uang Ringgit diperkirakan bergerak berada pada kisaran 3.20 -3.35/USD pada tahun 2010 ini dan secara umum mata uang ringgit diperkirakan masih akan cukup stabil dalam range tersebut.


Bookmark and Share

Tidak Ada Column Terkait







CORPORATE INFO
PT Garuda Indonesia Raih Penghargaan dari AsiaMoney
26 Januari 2012



Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Achirina (kanan), menerima penghargaan Best Overall for Corporate Governance dari Editor Majalah Asiamoney, Richard Morrow di Jakarta, Rabu(25/1) malam. Penghargaan diberikan atas polling kepada 158 chief executive officer, chief invesment officer, kepala riset serta analis senior dari 133 institusi keuangan di Asia Pasific, menobatkan PT Garuda Indonesia menjadi korporasi terbaik di tanah air untuk penerapan prinsip good corporate governance. (ns/NS/vbn-ant)





REALTIME CHARTS !!!
Klik OPTIONS  


DAILY HIGH/LOW


Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1