HOME ECONOMY & BUSINESS COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 FOREX COLUMN

Karakteristik dari Seorang Trader Forex yang Menang - Bagian 2
Sabtu, 28 Januari 2012 18.00 WIB

Lie Ricky Ferlianto
Managing Director Indonesia Investment Institute

 

Peringkat AAA Perancis Hilang, Badai Di Eropa Akan Semakin Kencang
Senin, 16 Januari 2012 14.44 WIB

Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

KARAKTERISTIK DARI SEORANG TRADER FOREX YANG MENANG - Bagian 1
Sabtu, 14 Januari 2012 15.00 WIB

Lie Ricky Ferlianto
Managing Director Indonesia Investment Institute

 

Apakah Investasi di Foreign Exchange Masih Menarik di Tahun 2012?
Minggu, 08 Januari 2012 09.00 WIB
 

Parameter yang menentukan keberhasilan Forex Trading - Bagian 2
Minggu, 25 Desember 2011 8.00 WIB
 

Parameter yang menentukan keberhasilan Forex Trading (Bagian 1)
Sabtu, 17 Desember 2011 21.00 WIB
 

Pentingnya Psychology Trading in Forex
Sabtu, 10 Desember 2011 22.00 WIB
 

Review dan Outlook Yen Jepang Di Akhir Tahun 2011
Senin, 05 Desember 2011 16.13 WIB

Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

Euro bangkit kembali ! Benarkah?
Sabtu, 19 November 2011 17.00 WIB

Lie Ricky Ferlianto
Managing Director Indonesia Investment Institute

 

Outlook Sterling Semester II 2011. Bagian Kedua
Selasa, 06 September 2011 16.30 WIB

Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita


Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center
Outlook Kurs Dollar AS Semester II 2010.
Minggu, 01 Agustus 2010 11.35 WIB

Dalam laporan mengenai kebijakan moneter Amerika Serikat baru-baru ini, pimpinan Federal Reserve Ben S. Bernanke menyampaikan bahwa outlook ekonomi negara tersebut secara umum menunjukkan adanya kondisi ketidakpastian yang tidak biasa (unusually uncertain).

Pada paparan yang disampaikan dihadapan komite perbankan Kongres AS di Washington D.C , pimpinan The Fed lebih lanjut menekankan bahwa bank sentral AS yang dipimpinnya telah siap untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk mempertahankan proses recovery di negara tersebut jika terjadi penurunan kinerja ekonomi.

Terhadap laporan pimpinan The Fed tersebut pimpinan komite perbankan Chris Dodd mengatakan bahwa tampaknya perekonomian AS memerlukan bantuan tambahan. Sedangkan Senator Richard Shelby dari Alabama menyimpulkan bahwa perekonomian AS sedikit meredup.


Pandangan Umum Pelaku Pasar.

Secara umum pelaku bisnis merespon dengan kurang bersemangat terhadap laporan tersebut, dimana beberapa saat setelah penyampaian laporan tersebut indeks saham-saham Dow Jones melorot lebih dari 145 poin.

Sentimen pasar kembali bergerak negatif dimana terdapat kekhawatiran bahwa proses laju recovery yang menunjukkan kinerja positif pada awal tahun 2010 ini mulai kehilangan momentum dan dapat menggusur ekonomi AS ke resesi periode kedua.

Perkembangan sektor tenaga kerja yang belum menunjukkan kinerja yang meyakinkan sampai akhir semester pertama tahun ini, dapat menyebabkan konsumen akan kembali memperketat pengeluaran dan mengurangi tingkat konsumsi serta menekan permintaan agregat.

Adanya penghematan belanja konsumen berimbas kepada pihak pelaku bisnis yang diperkirakan mengalami kesulitan dalam penjualan dan perolehan pendapatan. Hal ini dapat menyebabkan keengganan bagi pemilik bisnis untuk menambah lapangan kerja sehingga sektor lapangan kerja berpotensi mengalami tekanan yang meningkat.

Prakiraan Kurs Dollar AS.

Dollar AS yang menguat terhadap mata uang utama lainnya sejak akhir Desember tahun 2009 lalu, terpantau mengalami kehilangan momentum sejak pertengahan triwulan kedua tahun 2010 ini. Melemahnya Dollar AS tersebut dipicu oleh menguatnya sinyalemen perlambatan proses recovery ekonomi Amerika Serikat.



Secara teknikal indeks Dollar AS gagal melewati resistance kuat pada kisaran nilai 89-an dan dilanjutkan dengan pelemahan yang berlanjut sehingga menemus kisaran support pada awal triwulan ketiga (Q3) tahun 2010 ini.

Diperkirakan tekanan terhadap Dollar AS masih cukup kuat pada triwulan ketiga ini (Q3) sehingga diprakirakan indeks Dollar AS akan bergerak ke wilayah support di kisaran angka 80.00 -an.

Adapun pada triwulan ke empat (Q4) tahun ini indeks Dollar AS diprakirakan bergerak diantara kisaran 75.90 – 83.90. Dimana dengan skenario A, diprakirakan bahwa dalam hal terdapat sinyalemen positif pada ekonomi makro AS, maka indeks Dollar AS dapat bergerak rebound dengan resistance pada kisaran 83.90-an.

Dalam hal terjadi perkembangan yang relatif stagnan pada ekonomi makro AS, maka indeks Dollar AS diprakirakan akan bergerak dikisaran 79.90-an pada Q4. Sedangkan dalam hal menguatnya sinyalemen negatif pada ekonomi AS, maka diprakirakan indeks Dollar AS dapat lanjut melemah ke kisaran 75.90-an.

Secara umum sinyalemen kecenderungan melemahnya mata uang Dollar AS semakin meningkat dengan mulai melambatnya proses recovery ekonomi di Amerika Serikat. Sampai saat ini terlalu dini untuk menilai bahwa proses perlambatan ini merupakan sinyalemen akan terjadinya resesi episode kedua di AS, namun demikian adanya kekhawatiran akan terjadinya hal tersebut semakin meningkat. Seperti yang kita ketahui, pada proses recovery yang kurang stabil akan banyak kemungkinan yang dapat terjadi.



Bookmark and Share

Tidak Ada Column Terkait







CORPORATE INFO
PT Garuda Indonesia Raih Penghargaan dari AsiaMoney
26 Januari 2012



Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Achirina (kanan), menerima penghargaan Best Overall for Corporate Governance dari Editor Majalah Asiamoney, Richard Morrow di Jakarta, Rabu(25/1) malam. Penghargaan diberikan atas polling kepada 158 chief executive officer, chief invesment officer, kepala riset serta analis senior dari 133 institusi keuangan di Asia Pasific, menobatkan PT Garuda Indonesia menjadi korporasi terbaik di tanah air untuk penerapan prinsip good corporate governance. (ns/NS/vbn-ant)





REALTIME CHARTS !!!
Klik OPTIONS  


DAILY HIGH/LOW


Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1