HOME ECONOMY & BUSINESS COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 FOREX COLUMN

Outlook Franc Swiss; Posisi SNB Untuk Intervensi Cukup Kokoh. Bagian II (habis)
Senin, 21 Mei 2012 16.45 WIB

Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

Outlook Franc Swiss; Posisi SNB Untuk Intervensi Cukup Kokoh. Bagian I
Rabu, 16 Mei 2012 17.57 WIB
 

Karakteristik dari Seorang Trader Forex yang Menang - Bagian 5
Senin, 14 Mei 2012 16:30 WIB

Lie Ricky Ferlianto
Managing Director Indonesia Investment Institute

 

Karakteristik dari Seorang Trader Forex yang Menang - Bagian 4
Senin, 07 Mei 2012 21:30 WIB
 

Karakteristik dari Seorang Trader Forex Yang Menang - Bagian 3
Kamis, 26 April 2012 19:00 WIB
 

Analisa Teknikal : Pola dan Metode Prediksi
Rabu, 11 April 2012 20:30 WIB
 

Outlook Yen Jepang Triwulan II; Potensi Kembalinya Minat Safe Haven
Senin, 02 April 2012 17.42 WIB

Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

Manajemen Risiko Investasi Forex Trading
Sabtu, 17 Maret 2012 11:00 WIB

Lie Ricky Ferlianto
Managing Director Indonesia Investment Institute

 

Outlook Sterling Pasca Ditingkatkannya Program Pembelian Aset
Rabu, 22 Februari 2012 18.49 WIB

Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

Karakteristik dari Seorang Trader Forex yang Menang - Bagian 2
Sabtu, 28 Januari 2012 18.00 WIB

Lie Ricky Ferlianto
Managing Director Indonesia Investment Institute

 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita


Indra Yudistira
Associate Analyst Vibiz Research Center
Outlook Sterling Semester II 2011. Bagian Kedua
Selasa, 06 September 2011 16.30 WIB

Pada semester II tahun ini perekonomian Inggris secara umum masih stagnan di dalam kondisi yang kurang menguntungkan, dimana hal tersebut memberikan tekanan terhadap mata uang Poundsterling Inggris dari mata uang utama lainnya dengan latar belakang ekonomi makro yang lebih baik. Terhadap mata uang safe haven dan commodity dollars Poundsterling cenderung melemah.

Laporan kantor statistik Inggris yang terkini pada akhir Agustus lalu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartalan Inggris pada tumbuh sangat tipis 0.2% dan masih sama dengan pertumbuhan pada kuartal pertama.

Kemudian data-data pada sektor perumahan, manufaktur dan konstruksi pada awal September ini juga menunjukkan kinerja yang kurang begitu baik. Nationwide Building Society melaporkan bahwa pada bulan Agustus indikator Nationwide HPI m/m mengalami penurunan dan bergerak kontraksi -0.6% dimana pada bulan Juli sempat tumbuh 0.3%.

Sementara itu lembaga riset Markit melaporkan bahwa sektor manufaktur Inggris juga mengalami penurunan kinerja dimana laporan terkini indikator Manufacturing PMI menunjukkan penurunan menjadi 49.0 dari 49.4. Lembaga tersebut juga melaporkan bahwa indikator Construction PMI turun menjadi 52.6 dari 53.5.

Euro v.s Poundsterling.

Perkembangan tersebut belum berpengaruh terhadap menguatnya tekanan Euro terhadap Sterling, dimana hal tersebut dilatarbelakangi oleh perekonomian Uni Eropa yang juga tidak menunjukkan adanya sinyalemen peningkatan kinerja.



Selama tahun ini, Poundsterling pada cross rate EUR/GBP telah melemah sekitar – 1.53%, pada kuartal pertama Sterling cenderung melemah namun memasuki kuartal kedua sampai sekarang terpantau berada dalam pola sideways terhadap Euro.

Masih buruknya ekonomi Inggris menyebabkan Poundsterling terpantau belum menunjukkan keunggulan meskipun Uni Eropa tengah dilanda krisis utang publik seperti yang terjadi di Yunani dan Portugal serta mulai merembet ke Spanyol dan Italia.

Salah satu faktr yang menyebabkan masih sulitnya Sterling untuk mengungguli Euro adalah oleh perbedaaan suku bunga acuan yang cukup mencolok dimana suku bunga acuan Uni Eropa berada di angka 1.50% sedangkan Bank of England (BOE) masih menahan suku bunga acuan Inggris di level 0.50%.

Disparitas suku bunga ini diperkirakan dapat bertambah lebar tahun ini dimana European Central bank (ECB) diharapkan akan meningkatkan suku bunga acuan lagi setidak-tidaknya menjaid 1.75%, sedangkan Bank of England (BOE) belum menujukkan sinyalemen akan menikan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini.


Poundsterling v.s Dollar AS.


Berbeda dengan performa terhadap mata uang utama lainnya yang cenderung memburuk, terhadap Dollar AS Poundsterling menunjukkan pergerakan menguat. Selama tahun ini Poundsterling pada pair GBP/USD telah menguat sekitar + 5.43%, dimana pada kuartal pertama dan kedua Sterling cenderung menguat dan hanya sedikit melemah pada kuartal ketiga ini.



Perkembangan tersebut lebih disebabkan oleh menguatnya sinyalemen negatif pada ekonomi Amerika Serikat baik pada perekonomian jangka pendek maupun jangka menengah dimana perekonomian Inggris juga masih terpantau lesu.

Terjadinya pertentangan yang kurang sehat antara Gedung Putih dengan Kongres AS dalam memutuskan pagu atas utang publik AS beberapa waktu lalu telah meningkatkan kekhawatiran terhadap proses recovery di negara tersebut.

Setelah itu diturunkannya peringkat utang publik AS oleh perusahaan pemeringkat S&P menyusul penurunan peringkat oleh pemeringkat kredit Cina, memberikan goncangan yang cukup kuat terhadap keyakinan pasar terhadap Dollar AS.

Secara umum untuk semester II tahun ini belum terdapat adanya sinyalemen yang dapat menunjukkan peningkatan kinerja ekonomi Inggris secara cukup signifikan. Hampir seluruh sektor menunjukkan kinerja melambat dan meningkatnya tekanan harga dari menjulangnya harga komoditi dapat memberikan tekanan terhadap proses recovery ekonomi yang tengah diupayakan.

Dengan demikian Poundsterling diperkirakan masih berada dalam tekanan mata uang safe haven dan commodity dollars, namun masih memiliki peluang untuk menguat terhadap Euro dan Dollar AS.

Bookmark and Share

Column Terkait :









CORPORATE INFO
Medco Energi Tawarkan Kupon Obligasi 7,75%-8,75%
16 Mei 2012



Perusahaan minyak dan gas Indonesia, PT Medco Energi Internasional Tbk melakukan penawaran umum Medco Energi Internasional Bond III tahun 2012 dengan nilai maksimal Rp 1,5 triliun dengan kupon bunga di kisaran 7,75%-8,75%. Jangka waktu dari penerbitan obligasi ini sendiri selama 5 tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2017 sedangkan bunga dari obligasi ini akan dibayarkan setiap 3 bulan. Direktur Utama Medco, Lukman Mahfoedz mengatakan, dana hasil penawaran obligasi ini akan dipergunakan untuk membiayai akuisisi aset produksi minyak dan gas di Indonesia atau di luar negeri dan 70% diantaranya untuk pendanaan ulang. Sementara 30% untuk tambahan modal kerja.(rl/RM/VBN)





REALTIME CHARTS !!!
Klik OPTIONS  


DAILY HIGH/LOW


Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1