| |
| FOREX COLUMN |
Outlook Franc Swiss; Posisi SNB Untuk Intervensi Cukup Kokoh. Bagian II (habis) |
| Senin, 21 Mei 2012 16.45 WIB |  Indra Yudistira Associate Analyst Vibiz Research Center
| | |
Outlook Franc Swiss; Posisi SNB Untuk Intervensi Cukup Kokoh. Bagian I |
| Rabu, 16 Mei 2012 17.57 WIB | | |
Karakteristik dari Seorang Trader Forex yang Menang - Bagian 5 |
| Senin, 14 Mei 2012 16:30 WIB |  Lie Ricky Ferlianto Managing Director Indonesia Investment Institute
| | |
Karakteristik dari Seorang Trader Forex yang Menang - Bagian 4 |
| Senin, 07 Mei 2012 21:30 WIB | | |
Karakteristik dari Seorang Trader Forex Yang Menang - Bagian 3 |
| Kamis, 26 April 2012 19:00 WIB | | |
Analisa Teknikal : Pola dan Metode Prediksi |
| Rabu, 11 April 2012 20:30 WIB | | |
Outlook Yen Jepang Triwulan II; Potensi Kembalinya Minat Safe Haven |
| Senin, 02 April 2012 17.42 WIB |  Indra Yudistira Associate Analyst Vibiz Research Center
| | |
Manajemen Risiko Investasi Forex Trading |
| Sabtu, 17 Maret 2012 11:00 WIB |  Lie Ricky Ferlianto Managing Director Indonesia Investment Institute
| | |
Outlook Sterling Pasca Ditingkatkannya Program Pembelian Aset |
| Rabu, 22 Februari 2012 18.49 WIB |  Indra Yudistira Associate Analyst Vibiz Research Center
| | |
Karakteristik dari Seorang Trader Forex yang Menang - Bagian 2 |
| Sabtu, 28 Januari 2012 18.00 WIB |  Lie Ricky Ferlianto Managing Director Indonesia Investment Institute
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|

Indra Yudistira Associate Analyst Vibiz Research Center |
Review dan Outlook Yen Jepang Di Akhir Tahun 2011 |
Senin, 05 Desember 2011 16.13 WIB
|
Menjelang akhir tahun 2011, perkembangan proses recovery ekonomi global menunjukkan sinyalemen yang kurang menguntungkan. Pasca terjadinya meltdown pada sistem keuangan global, ekonomi tumbuh tidak sesuai dengan harapan dan terjadi turbulensi dengan meluasnya krisis utang di Uni Eropa.
Menyikapi hal tersebut Presiden European Central Bank Mario Draghi menyampaikan bahwa zona Eropa menghadapi kemungkinan mild recession. Sementara itu Inetrnational Monetary Fund menvonis bahwa memburuknya krisis utang Eropa merupakan faktor utama yang menekan perekonomian global.
Perekonomian Jepang.
Laporan terakhir dari Bank of Japan menyebutkan bahwa aktivitas ekonomi negara tersebut masih beranjak membaik, kendati demikian peningkatan sentimen positif pada sektor bisnis terpantau terhenti yang disebabkan oleh melambatnya ekonomi global dan apresiasi Yen.
Sinyal positif masih muncul pada sektor publik, dimana penurunan investasi publik mulai berhenti dan kontrak pekerjaan umum meningkat secara berturut-turut pada bulan Oktober dan November.
Walaupun tipis, namun kinerja ekspor dilaporkan masih meningkat terutama pada penjualan kendaraan bermotor dan barang-barang yang terkait dengan industri tersebut. Pada kuartal III ini nilai ekspor meningkat pesat sekitar + 8.7% dari kuartal II. Selain itu permintaan mesin-mesin Jepang masih meningkat pada periode Juli-Agustus seperti halnya peningkatan pada kuartal II.
Produk Domestik Bruto Jepang pada kuartal I dilaporkan menyusut – 0.7%, dan menyusut – 0.3% pada kuartal II. Sedangkan pada kuartal III ekonomi Jepang tumbuh sekitar + 1.5%.
Review Yen Dan Intervensi Kurs.
Mengiringi perkembangan tersebut, pada sisi sektor keuangan terdapat tekanan dengan kecenderungan menguatnya Yen Jepang. Pada kuartal pertama, secara umum Yen masih bergerak berimbang dengan mata uang lainnya. Namun memasuki kuartal kedua kurs Yen cenderung menguat terhadap mata uang utama lainnya.
Menghadapi kecenderungan apresiasi Yen Jepang tersebut, pada tanggal 31 Oktober pemerintah Jepang melakukan intervensi untuk yang ketigakalinya pada tahun ini. Tindakan tersebut dilakukan dimana satu minggu sebelumnya BOJ meningkatkan jumlah stimulus moneter menjadi sebesar 55 triliun Yen atau sekitar 694 milyar USD dari nilai sebelumnya yaitu 50 triliun Yen.

Pada kuartal I (Q1) Yen melemah sekitar -2.94% terhadap Dollar AS. Adapun pada Q2 JPY berbalik menguat sekitar 3.26%, dan kembali menguat pada Q3 sekitar 4.40%. Minat terhadap safe haven currency Yen cenderung menguat terutama dengan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap memburuknya krisis utang di zona Eropa.



Setelah mendekati kisaran 75.50-an yang merupakan kisaran terkuat sejak Perang Dunia Ke II, pemerintah Jepang melakukan intervensi. Adapun dampak dari intervensi tersebut dapat dilihat di dalam lingkaran hijau pada grafik-grafik diatas.
Dampak intervensi Yen terpantau berjalan cukup baik pada USD/JPY dimana pair tersebut bergerak keluar dari pola channelling down, menunjukkan mulai redanya pergerakan apresiasi Yen terhadap Dollar AS.
Namun demikian terhadap Euro, Sterling dan Aussie, intervensi Yen masih belum mengeuarkan pair-pair tersebut dari pola channelling down, menunjukkan bahwa masih terdapat dorongan menguatnya Yen Jepang.
Outlook Yen.
Setelah dilakukan intervensi, Yen sempat kembali menguat sampai pada pertengahan November lalu, untuk kemudian kembali melemah sampai awal Desember ini. Adapun untuk outlook kuartal pertama 2012 secara umum dapat dipengaruhi oleh intervensi gabungan 6 bank sentral.
Pada tanggal 30 November lalu bank sentral Amerika Serikat , The Fed, berkoordinasi dengan Bank of Canada, Bank of England, Bank of Japan, European Central Bank dan the Swiss National Bank untuk meningkatkan kapasitas dalam menyediakan likuiditas untuk menalangi sistem keuangan global.
Koordinasi kebijakan ini ditujukan untuk meredam tekanan pada pasar keuangan dan diharapkan dapat menangkal efek negatif terhadap penyaluran kredit bagi rumah tangga dan bisnis sehingga dapat menunjang berkembangnya perekonomian.
Hal tersebut direspon dengan kecenderungan kembali melemahnya Yen Jepang, dimana minat terhadap safe haven currency sedikit teredam dengan kembali munculnya harapan bahwa koordinasi kebijakan tersebut dapat menanggulangi atau setidaknya meredam dampak dari memburuknya krisis utang zona Eropa.
Secara umum, Yen Jepang memiliki peluang untuk kembali terdepresiasi setidak-tidaknya sampai pada kuartal I 2012.
Column Terkait :
|
|
|
CORPORATE INFO
Medco Energi Tawarkan Kupon Obligasi 7,75%-8,75%16 Mei 2012

Perusahaan minyak dan gas Indonesia, PT Medco Energi Internasional Tbk melakukan penawaran umum Medco Energi Internasional Bond III tahun 2012 dengan nilai maksimal Rp 1,5 triliun dengan kupon bunga di kisaran 7,75%-8,75%. Jangka waktu dari penerbitan obligasi ini sendiri selama 5 tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2017 sedangkan bunga dari obligasi ini akan dibayarkan setiap 3 bulan. Direktur Utama Medco, Lukman Mahfoedz mengatakan, dana hasil penawaran obligasi ini akan dipergunakan untuk membiayai akuisisi aset produksi minyak dan gas di Indonesia atau di luar negeri dan 70% diantaranya untuk pendanaan ulang. Sementara 30% untuk tambahan modal kerja.(rl/RM/VBN)
|
(1).jpg)
|
|
|
|
REALTIME CHARTS !!!
Klik OPTIONS 
|
| DAILY HIGH/LOW |
|
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|