HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE
 PROPERTY COLUMN

Manajemen Aset Berbasis Pengetahuan (Bagian 2)
Kamis, 17 Mei 2012 20:40 WIB

Ir. Doli D. Siregar, MSc. FRICS, SCV


 

Kebijakan Baru Sebagai Awal Kebijakan Kepemilikan Warga Asing di Indonesia
Selasa, 08 Mei 2012 11:00 WIB

Juanita Batubara
Director Property Business Academy

 

Benarkah Kita Menuju BUBBLE PROPERTY?
Minggu, 22 April 2012 02.00 WIB
 

Manajemen Aset Berbasis Pengetahuan (Bagian 1)
Jumat, 13 April 2012 23:54 WIB

Ir. Doli D. Siregar, MSc. FRICS, SCV


 

Larisnya Apartemen dan Kondominium Menengah Keatas
Senin, 09 April 2012 21:45 WIB

Juanita Batubara
Director Property Business Academy

 

Asset Management dan Asset Optimalisation, Cara Menyehatkan BUMN (I)
Senin, 06 Februari 2012 14:25 WIB
 

Daya Tarik Property di Indonesia dan Ancamannya
Selasa, 03 Januari 2012 08:00 WIB
 

Master Plan? Seberapa Pentingkah ?
Jumat, 02 Desember 2011 20:30 WIB
 

Mengantisipasi Risiko Bisnis Konstruksi di Indonesia
Sabtu, 19 November 2011 20.00 WIB
 

Cakupan Study Kelayakan Sebagai Tools Dalam Investasi
Senin, 19 September 2011 22:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita


Ir. Doli D. Siregar, MSc. FRICS, SCV
Manajemen Aset Berbasis Pengetahuan (Bagian 2)
Kamis, 17 Mei 2012 20:40 WIB


(Vibiznews-Property)- Sedangkan diagram berikut menjelaskan empat hal penting dalam pengelolaan aset (4P) yang mencakup Pemilikan Aset, Penguasaan Aset, Pengelolaan Aset serta Pemanfataan Aset. Keempat elemen tersebut mesti bekerja secara terpadu dan mengalami siklus bagi pengembangan sistem manajemen aset secara keseluruhannya.

Diagram Elemen Kunci dalam Manajemen Aset
















Proses manajemen aset dijelaskan melalui alur kerja berikut ini, yang mana terdiri dari empat tahapan utama. Seperti dijelaskan dalam diagram berikut :

Diagram Alur Kerja Manajemen Aset




Manajemen aset tentunya adalah proses yang manfaatnya tidak hanya dirasakan untuk jangka pendek, namun bagaimana agar bisa terintegrasi dengan tujuan – tujuan jangka panjang. Bagaimana manfaat – manfaat aset bukanlah hasil yang instant, namun adalah proses yang bernilai tambah secara lestari dalam jangka waktu yang relatif panjang. Siklus manajemen aset sendiri terdiri dari empat elemen kunci yakni:

Perencanaan, akuisisi, operasiona dan perawatan serta disposal. Proses ini adalah proses iterative yang berkesinambungan dan ada interaksi yang fungsional antara elemen – elemen kunci tersebut. Satu elemen lain yang juga tidak bisa diabaikan adalah mekanisme monitoring untuk menjaga agar kinerja pengelolaan aset ini tetap terjaga baik. Manajemen Aset dan siklusnya bisa diamati pada diagram berikut ini :

Diagram Manajemen Aset dan Siklus Aset









3.1 Pergeseran Paradigma : Manajemen Aset berbasis Pengetahuan

Pada prinsipnya diperlukan cara pandang dari sudut pandang berbeda, perspektif yang berbeda dari yang selama ini diterapkan. Para pengambil keputusan di perusahaan perlu keluar dari jebakan ‘business as usual’ dan memberikan penekanan pada pengetahuan sebagai daya utama bagi gerak maju perusahaan. Hal ini tentu berimplikasi pada pengelolaan sumberdaya manusia yang handal dan berdaya saing dengan maknisme dan proses yang solid serta lestari berjangka panjang.
Yang juga penting adalah kemampuan bagaimana praktek pengembangannya bisa dilaksanakan di lapangan, bisa dirajutkan untuk bisa sesuai dengan konteks permasalahan dan kondisi faktual yang ada. Elemen kuncinya antara lain melalui penciptaan lingkungan yang mendukung inovasi dan memupuk bibit – bibit kreatifitas. Pembukaan akses ekonomi baru, sumber – sumber dan peluang ekonomi yang berkelanjutan, serta penguatan institusi perusahaan yang berkait langsung dengan kebutuhan peningkatan kinerja.


3.2 Actionable Knowledge

Elemen pengembangan yang sama sekali tidak bisa diabaikan adalah “Pengetahuan yang bisa diterapkan”. Pengetahuan amat penting, apalagi di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian dewasa ini. Kompleksitas lingkungan bisnis berikut berbagai tantangan tentunya menjadikan penajaman pengetahuan sebagai sesuatu hal yang mutlak perlu dilakukan. Pengetahuan saat ini bisa jadi adalah satu – satunya hal vital yang paling bermakna yang bisa menjamin kualitas hidup manusia yang lebih baik.

Hal ini menggarisbawahi pentingnya data dan informasi sebagai basis manajemen aset yang handal. Perangkat pengetahuan ini dan aksesnya tentu saja amat bermanfaat, utamanya dalam memperdalam pemahaman tentang kondisi internal dan lingkungan eksternal perusahaan. Apa isu –isu utama yang paling krusial, serta bagaimana tantangan dan peluang yang ada disana. Pengetahuan ini juga hal yang penting bagi penetapan agenda perubahan ke depannya, serta bagaimana merumuskan strategi yang tepat serta rencana tindakannya. Pengetahuan yang bisa diimplementasikan ini jelas merupakan prasyarat utama bagi solusi komprehensif untuk mengatasi persoalan strategis perusahaan seperti diharapkan banyak pihak.

Kerangka pengetahuan adalah satu hal, sedangkan bagaimana menyebarkan pengetahuan agar pengetahuan tersebut membawa manfaat bersama adalah lain hal. Diperlukan sebuah sistem yang baik agar pengetahuan yang bermanfaat tidak berputar di segelintir orang saja. Bagaimana mengatasi apa yang disebut assimetri informasi.

3.3 Pengetahuan Sebagai Aset yang Utama

Pada kenyataannya, perusahaan yang memiliki aset fisik yang kuat ternyata bukan berarti jugamemilki kinerja yang baik. Kepemilikan aset fisik memang diperlukan, namun ternyata belum memadai agar perusahaan tersebut bisa secara lebih berjangka panjang mempertahankan daya saingnya Di sisi lain, perlu disadari pula bahwa aset strategis dengan berbagai macam bentuknya tentu memiliki implikasi daya saing mendasar yang berbeda – beda bagi perusahaan.
Hal ini kembali menegaskan peran fundamental aset pengetahuan. Bahwa pengetahuan dengan didukung oleh infrastruktur yang solid tak pelak merupakan aset fundamental yang menentukan tumbuh kembangnya perusahaan . Hal ini relevan dengan premis bahwa bangunan aset yang handal merupakan ‘core competency’ yang bernilai strategis dalam menentukan seberapa jauh proses nilai tambah mampu dilakukan oleh perusahaan.

Perlu ditemukenali, kondisi aset apa yang memberikan kontribusi terbesar bagi penguatan daya saing perusahaan. Kondisi yang dimaksud adalah VRIN, yang bisa diamati pada bagan berikut ini :









Aset Pengetahuan dengan didukung oleh infrastruktur yang solid diyakini memperkuat kondisi VRIN tersebut. Aset pengetahuan merupakan elemen kunci dalam menciptakan juga membuat lestari keunggulan bersaing (competitive advantage) dari perusahaan. Pengetahuan berperan penting dalam memicu kinerja perusahaan yang selalu terjaga. Sebagai contoh dalam hal menciptakan proses nilai tambah yang lebih efisien dan memangkas biaya, sehingga bisa meningkatkan pendapatan perusahaan. Di samping itu pengetahuan yang memadai merupakan hal utama dalam mentransformasi proses kerja perusahaan agar lebih produktif, sehingga bisa lebih berkontribusi dalam sistem pasar dan lingkunagn yang lebih dinamis. Dalam hal ini pengetahuan berfungsi sebagai katalis bagi efisiensi, pengurangan biaya serta perubahan kultur perusahaan.

(Doli Siregar/NS/vbn)

Bookmark and Share

Tidak Ada Column Terkait







ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1