HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 STOCK COLUMN

Kode Etik Profesional Pasar Modal, Diperlukan Integritas Tinggi
Selasa, 22 Mei 2012 18.50 WIB

Selasti Panjaitan
Director Vibiz Securities Academy

 

Review dan Outlook Indeks Saham Perdagangan
Kamis, 17 Mei 2012 10.30 WIB

Gani Prasetyo Aji
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

Review dan Outlook Saham-saham pada Grup Sinar Mas (Bagian 2)
Jumat, 11 Mei 2012 13:00 WIB

Vibiz Research Center - Investment


 

Review dan Outlook Saham-saham pada Grup Sinar Mas
Sabtu, 05 Mei 2012 19:00 WIB
 

Review dan Outlook Saham-saham Group Lippo (Bagian 2 dari 2)
Rabu, 02 Mei 2012 20:00 WIB
 

Review dan Outlook Saham-saham Grup Lippo (Bagian 1 dari 2)
Kamis, 26 April 2012 11:45 WIB
 

Catatan Penting Untuk Para Trader Saham, Persenjatai Diri Anda
Rabu, 25 April 2012 10:00 WIB

Selasti Panjaitan
Director Vibiz Securities Academy

 

Review dan Outlook Indeks Saham Properti
Jumat, 20 April 2012 17.00 WIB

Gani Prasetyo Aji
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

Online Trading Perdagangan Saham
Minggu, 15 April 2012 11.30 WIB

Selasti Panjaitan
Director Vibiz Securities Academy

 

Aliran Dana Bursa Efek Indonesia
Selasa, 10 April 2012 15.45 WIB

Gani Prasetyo Aji
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita


Gani Prasetyo Aji
Associate Analyst Vibiz Research Center
Top Performer di Masing-masing Sektor Tahun 2011 (Part 2)
Jumat, 20 Januari 2012 17.00 WIB

(Vibiznews – Stock) Setelah pada part pertama saya membahas mengenai saham-saham yang memiliki pertumbuhan terbesar pada masing masing sektornya. Dimana sebelumnya saya menuliskan lima sektor yaitu Pertanian, Industri Dasar, Konsumsi, Keuangan dan Infrastruktur, maka kali ini saya akan menuliskan keempat sektor lainnya yaitu Pertambangan, Aneka Industri, Properti, Perdagangan serta ditambah indeks LQ 45.

SEKTOR PERTAMBANGAN
Indeks dari Sektor Pertambangan sendiri ditutup dengan hasil negatif. Dibuka pada level 3.274 dan sempat mencapai angka tertingginya di level 3.545 serta level terendahnya di 2.208, ditutup lebih rendah dari pembukaannya di level 2.659. Sehingga dalam setahun indeks Pertambangan mengalami penurunan sebesar 617 poin atau -14,75%. Namun terdapat saham dari sektor ini yang memiliki tingkat return yang tinggi yaitu PT Garuda Tujuh Buana (GTBO), PT Benakat Petroleum Energy (BIPI) dan PT Resources Alam Indonesia (KKGI).





PT Garuda Tujuh Buana (GTBO)
Melihat kinerja GTBO pada tahun 2011, performa perseroan meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tercatat hingga kuartal III-2011, laba bersih perseroan mengalami peningkatan dari minus Rp22 miliar di tahun 2010 menjadi Rp86,9 miliar. Hal tersebut juga didukung oleh laba operasional, menjadi Rp82,9 dibanding periode yang sama tahun 2010 minus Rp25,6 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan berhasil mengantongi Rp164,8 dari tahun sebelumnya hanya sebesar Rp2,9 juta

Untuk nilai ROE sebesar 25,51% dan ROA meningkat menjadi 19,74%, lumayan besar bila dibandingkan dengan emiten-emiten yang ada di sektornya. Sedangkan tingkat PER sendiri sebesar 13,38x, termasuk murah jika dibandingkan dengan saham-saham sejenisnya. Melihat performa di tahun 2011, GTBO memiliki prospek yang baik di tahun 2012 ini.

SEKTOR ANEKA INDUSTRI

Indeks dari Sektor Aneka Industri sendiri ditutup dengan hasil positif. Dibuka pada level 969 dan sempat mencapai angka tertingginya di level 1.397 serta level terendahnya di 818, ditutup lebih tinggi dari pembukaannya di level 1.359. Sehingga dalam setahun indeks Aneka Industri mengalami kenaikan sebesar 390 poin atau 40.24%. Sedangkan saham dari sektor ini yang memiliki tingkat return yang tinggi yaitu PT Apac Citra Centertex (ERTX), PT Apac Citra Centertex (MYTX) dan PT Century Textile Industry (CNTX).





PT Apac Citra Centertex (ERTX)
Melihat kinerja SAIP pada tahun 2011, perseroan memiliki performa yang tidak lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Tercatat hingga kuartal III-2011, laba bersih perseroan tidak seburuk tahun sebelumnya. Dimana laba bersih minus Rp14,1 miliar, dibanding tahun sebelumnya minus sebesar Rp21,6 miliar. Begitu juga dengan laba operasional yang minus Rp13,2 dari tahun sebelumnya minus sebesar Rp29,6. Dari segi pendapatan perseroan berhasil mengantongi Rp179,6 miliar meningkat dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010 sebesar Rp1623,2.

Untuk nilai ROE sebesar 7,15% dan ROA meningkat menjadi -13,51%, nilai yang kecil jika dibandingkan dengan emiten-emiten yang ada di sektor nya. Sedangkan tingkat PER sendiri sebesar -2,06x, angka yang tidak bagus untuk berinvestasi. Melihat performa di tahun 2011, ERTX belum memiliki prospek baik untuk dijadikan alat investasi di tahun 2012 ini.

SEKTOR PROPERTI

Indeks dari Sektor Properti sendiri ditutup dengan hasil positif. Dibuka pada level 203 dan sempat mencapai angka tertingginya di level 244 serta level terendahnya di 171, ditutup lebih tinggi dari pembukaannya di level 239. Sehingga dalam setahun indeks Properti mengalami kenaikan sebesar 220 poin atau 20,07%. Sedangkan saham dari sektor ini yang memiliki tingkat return yang tinggi yaitu PT Lippo Cikarang (LPCK), PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) dan PT Surya Semesta Internusa (SSIA).





PT Lippo Cikarang (LPCK)
Melihat kinerja LPCK pada tahun 2011, perseroan memiliki performa yang meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tercatat hingga kuartal III-2011, laba bersih perseroan tumbuh signifikan dari Rp49,3 miliar di tahun 2010 menjadi Rp148 miliar. Sedangkan untuk laba operasional naik dari Rp85 miliar ditahun 2010 menjadi Rp182,4 miliar. Dari segi pendapatan perseroan berhasil mengantongi Rp611,2 miliar, meningkat dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010 sebesar Rp305,9 miliar.

Untuk nilai ROE naik menjadi 20,80% dan ROA menjadi 8,37%, Termasuk besar jika dibandingkan dengan saham-saham di sektornya. Sedangkan tingkat PER sendiri sebesar 6,98x, termasuk murah jika dibandingkan dengan saham sejenisnya. Melihat performa di tahun 2011, LPCK memiliki prospek yang bagus di tahun 2012.

SEKTOR PERDAGANGAN
Indeks dari Sektor Perdagangan sendiri ditutup dengan hasil positif. Dibuka pada level 474 dan sempat mencapai angka tertingginya di level 608 serta level terendahnya di 453, ditutup lebih tinggi dari pembukaannya di level 600. Sehingga dalam setahun indeks Perdagangan mengalami kenaikan sebesar 126 poin atau 26,58%. Sedangkan saham dari sektor ini yang memiliki tingkat return yang tinggi yaitu PT Myoh Technology (MYOH), PT Colorpak Indonesia (CLPI) dan PT Hero Supermarket (HERO).





PT Myoh Technology (MYOH)
Melihat kinerja MYOH pada tahun 2011, perseroan mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tercatat hingga kuartal III-2011, defisit perseroan mengalami pembengkakan dari minus Rp85,4 juta di tahun 2010 menjadi minus Rp3,1 miliar. Sedangkan untuk operasional turun dari minus Rp81,3 juta ditahun 2010 menjadi minus Rp2,5 miliar. Dari segi pendapatan perseroan berhasil mengantongi Rp1,9 miliar, meningkat dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010 sebesar Rp1,2 miliar.

Namun nilai ROE juga semakin terpuruk dikarenakan EPS yang negatif meningkat dari minus Rp0,05 menjadi minus Rp14,83 dan ROA menjadi -0,17%, bukanlah angka yang baik untuk dijadikan sebuah instrumen investasi. Melihat performa di tahun 2011, MYOH belum prospektif di tahun 2012.

INDEKS LQ45
Indeks dari Indeks LQ45 sendiri ditutup dengan hasil positif. Dibuka pada level 662 dan sempat mencapai angka tertingginya di level 743 serta level terendahnya di 554, ditutup lebih tinggi dari pembukaannya di level 694. Sehingga dalam setahun indeks LQ45 mengalami kenaikan sebesar 32 poin atau 4,83%. Namun saham dari sektor ini yang memiliki tingkat return yang tinggi yaitu PT Gudang Garam (GGRM), PT Energi Mega Persada (ENRG) dan PT Astra International (ASII).





PT Gudang Garam (GGRM)
Melihat kinerja GGRM pada tahun 2011, kinerja perseroan meningkat dibandingkan dengan tahun 2010. Tercatat hingga kuartal III-2011, laba bersih perseroan naik menjadi Rp3,79 triliun dari Rp3,01 triliun di tahun 2010. Begitu juga dengan operasional meningkat dari Rp4,25 triliun ditahun 2010 menjadi Rp5,23 triliun. Dari segi pendapatan perseroan berhasil mengantongi Rp30,57 triliun, meningkat dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010 sebesar Rp27,53 miliar.

Untuk nilai ROE naik menjadi 16,16% dan ROA menjadi 10,94% (quarter to quarter), sebuah angka yang cukup tinggi untuk melakukan investasi. Sedangkan tingkat PER sendiri sebesar 29,22x, tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan saham sejenisnya. Melihat performa di tahun 2011, GGRM memiliki potensi yang baik di tahun 2012.

(Gani Prasetyo Aji/GPA/VBN)


Bookmark and Share

Tidak Ada Column Terkait







ADVERTISING









Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1