HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 STOCK COLUMN

Kode Etik Profesional Pasar Modal, Diperlukan Integritas Tinggi
Selasa, 22 Mei 2012 18.50 WIB

Selasti Panjaitan
Director Vibiz Securities Academy

 

Review dan Outlook Indeks Saham Perdagangan
Kamis, 17 Mei 2012 10.30 WIB

Gani Prasetyo Aji
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

Review dan Outlook Saham-saham pada Grup Sinar Mas (Bagian 2)
Jumat, 11 Mei 2012 13:00 WIB

Vibiz Research Center - Investment


 

Review dan Outlook Saham-saham pada Grup Sinar Mas
Sabtu, 05 Mei 2012 19:00 WIB
 

Review dan Outlook Saham-saham Group Lippo (Bagian 2 dari 2)
Rabu, 02 Mei 2012 20:00 WIB
 

Review dan Outlook Saham-saham Grup Lippo (Bagian 1 dari 2)
Kamis, 26 April 2012 11:45 WIB
 

Catatan Penting Untuk Para Trader Saham, Persenjatai Diri Anda
Rabu, 25 April 2012 10:00 WIB

Selasti Panjaitan
Director Vibiz Securities Academy

 

Review dan Outlook Indeks Saham Properti
Jumat, 20 April 2012 17.00 WIB

Gani Prasetyo Aji
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

Online Trading Perdagangan Saham
Minggu, 15 April 2012 11.30 WIB

Selasti Panjaitan
Director Vibiz Securities Academy

 

Aliran Dana Bursa Efek Indonesia
Selasa, 10 April 2012 15.45 WIB

Gani Prasetyo Aji
Associate Analyst Vibiz Research Center

 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita


Gani Prasetyo Aji
Associate Analyst Vibiz Research Center
Korelasi Pergerakan Bursa Wall Street Dengan Pembukaan IHSG
Senin, 30 Januari 2012 19.00 WIB

(Vibiznews – Stock) Saat ini bursa Wall Street masih menjadi acuan para pelaku pasar modal untuk menggambarkan keadaan bursa saham global. Tidak jarang bursa Wall Street dijadikan parameter untuk memproyeksi pergerakan bursa saham Indonesia. Banyaknya perusahaan-perusahaan multinasional yang berakar di hampir seluruh negara di dunia, membuat guncangan yang terjadi di Wall Street secara tidak langsung akan berimbas ke negara-negara tersebut.

Sedangkan untuk bursa saham di Indonesia sendiri memiliki total kapitalisasi pasar mencapai Rp3.524,48 triliun pada akhir tahun 2011, atau naik sebesar 8,54% dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar Rp3.247,10 triliun. Untuk dana asing yang masuk di tahun 2011 meningkat dari tahun 2010 sebesar Rp20,98 triliun menjadi Rp23,87 triliun. Sedangkan transaksi hariannya naik dari Rp4,80 triliun per hari menjadi Rp4,96 triliun per hari. Dan total transaksi sepanjang tahun 2011 meningkat dari Rp1.176,24 triliun menjadi Rp1.220,67 triliun.

Tujuan Penelitian

Pada penelitian sebelumnya mengenai korelasi pergerakan IHSG dengan bursa saham Eropa dan Amerika Serikat menghasilkan bahwa IHSG memiliki korelasi terhadap pergerakan indeks saham di Eropa dan Amerika Serikat. Penelitian tersebut menganalisis dari pergerakan indeks di saat terjadi guncangan hebat akibat krisis zona Eropa yang melanda pada Agustus 2011.

Melanjutkan dari penelitian sebelumnya, saat ini akan dikaji apakah ada hubungannya antara pergerakan saham Amerika Serikat khususnya Indeks Dow Jones Industrial, S&P dan Nasdaq terhadap pembukaan IHSG. Dengan penelitian ini akan diketahui apakah pergerakan bursa Wall street memiliki korelasi positif terhadap pembukaan IHSG. Hal tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan investasi di Bursa Efek Indonesia.

Metode Penelitian

Untuk mencari korelasi antara pergerakan harian bursa Wall Street terhadap pembukaan bursa saham Indonesia atau IHSG, diambil data penutupan dan pembukaan Indeks Dow Jones, S&P, Nasdaq dan IHSG dengan periode dari tanggal 3 Januari 2011 sampai dengan 25 Januari 2012. Data tersebut kemudian diolah untuk mencari return indeks per hari. Jika hasilnya negatif, maka dapat dikatakan bahwa indeks pada hari tersebut mengalami koreksi atau pelemahan.

Untuk data pembukaan IHSG sendiri merupakan selisih dari data pembukaan di hari H dikurangi dengan data penutupan IHSG di H-1. Untuk pembukaan IHSG, digerakan oleh saham-saham yang termasuk kedalam “pre opening stock” yang terdiri dari 45 saham ter-liquid (LQ45). Jika hasilnya negatif maka IHSG dibuka melemah.

Sedangkan untuk mencari korelasi antara pergerakan harian Indeks Dow Jones, S&P dan Nasdaq dengan pembukaan IHSG, dilihat dari nilai positif atau negatif nya pembukaan IHSG setelah bursa Wall Street ditutup. Jika IHSG dibuka menguat setelah bursa Wall Street ditutup menguat pada malam harinya, maka hal tersebut menciptakan korelasi yang positif antar keduanya.

Pergerakan Indeks Dow Jones, Nasdaq, S&P dan IHSG

Dari perhitungan return Indeks Dow Jones, S&P, Nasdaq dan IHSG dengan periode 3 Januari 2011 - 25 Januari 2012, maka didapat hasil sebagai berikut:





Dari hasil diatas dapat dijelaskan bahwa dari 268 hari transaksi, Indeks Dow Jones mengalami penguatan sebanyak 151 (56,34%) hari transaksi dan terkoreksi sebanyak 117 (43,66%) hari transaksi. Indeks Nasdaq mengalami penguatan sebanyak 143 (53,36%) hari transaksi dan pelemahan sebanyak 125 (46,64%) hari transaksi. Sedangkan Indeks S&P sama seperti Indeks Dow Jones yaitu menguat sebanyak 151 (56,34%) hari transaksi dan melemah sebanyak 117 (43,66%) hari transaksi.

Untuk IHSG tercatat memiliki 263 hari transaksi dimana indeks mengalami penguatan sebanyak 148 (56,27%) hari transaksi dan melemah sebanyak 115 (43,73%) hari transaksi. Sedangkan untuk pembukaan IHSG sendiri, dari 262 hari perdagangan, tercatat sebanyak 163 (62,21%) kali IHSG dibuka menguat dan 99 (37,79%) kali IHSG dibuka melemah.

Korelasi Antara Indeks Dow Jones, Nasdaq dan S&P Dengan IHSG Serta Pembukaan IHSG

Setelah mencocokan data historis pergerakan harian Indeks Dow Jones, S&P dan Nasdaq dengan IHSG serta pembukaan IHSG, maka ditemukan hasil sebagai berikut:





Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa dari 262 hari pembukaan IHSG, terdapat 191 hari yang memiliki korelasi positif atau sebesar 73,18% memiliki korelasi antara pergerakan bursa Wall Street dengan pembukaan IHSG. Sedangkan sisanya sebanyak 70 hari transaksi atau sebesar 26,82% tidak berkorelasi.

Untuk korelasi antara pergerakan harian bursa Wall Street dengan pergerakan harian IHSG, didapat hasil bahwa dari 263 hari perdagangan sebanyak 172 hari memiliki korelasi atau sebesar 65,40% pergerakan IHSG berkorelasi dengan pergerakan bursa Wall Street. Sedangkan sisanya sebesar 91 hari transaksi atau sebesar 34,60% tidak berkorelasi.

Kesimpulan

Dari perhitungan diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa antara pergerakan bursa Wall Street dengan pembukaan IHSG memiliki korelasi positif. Selain itu, korelasi pergerakan harian bursa Wall Street dengan pembukaan IHSG lebih besar dibandingkan dengan korelasi antara pergerakan harian bursa Wall Street dengan pergerakan harian IHSG.

(Gani Prasetyo Aji/GPA/VBN)

Bookmark and Share

Tidak Ada Column Terkait







ADVERTISING









Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1