HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX COMMODITY IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 STODEX COLUMN

Awal 2012 Bursa Asia Tenggara Melesat, Prospek Ekonomi Sangat Cerah (Bagian II dari II)
Senin, 14 Mei 2012 15:10 WIB

Wahyu Sidarta
Assistant Research Head-Equity

 

Awal 2012 Bursa Asia Tenggara Melesat, Prospek Ekonomi Sangat Cerah (Bagian I dari II)
Kamis, 10 Mei 2012 16:00 WIB
 

Greenspan: Saham AS Murah; Bagaimana Dampaknya ke Hang Seng Index?
Rabu, 2 Mei 2012 14:30 WIB

Alfred Pakasi
CEO Vibiz Consulting

 

Bursa AS dan Eropa Rebound di Q1 2012; Ekonomi AS Membaik, Krisis Utang Eropa Mereda (Bagian 2 dari 2)
Senin, 16 April 2012 14:10 WIB

Wahyu Sidarta
Assistant Research Head-Equity

 

Bursa AS dan Eropa Rebound di Q1-2012; Ekonomi AS Membaik, Krisis Utang Eropa Mereda (Bagian 1 dari 2)
Kamis, 12 April 2012 23:50 WIB
 

Arah Koreksi Bursa Saham Asia di Kuartal Dua
Minggu, 8 April 2012 10:00 WIB

Alfred Pakasi
CEO Vibiz Consulting

 

Performa Bursa Asia Paling Impresif di Awal 2012, IHSG Jauh Tertinggal (Bagian III dari III)
Kamis, 15 Maret 2012 15:30 WIB

Wahyu Sidarta
Assistant Research Head-Equity

 

Performa Bursa Asia Paling Impresif di Awal 2012, IHSG Jauh Tertinggal (Bagian II dari III)
Senin, 12 Maret 2012 15:00 WIB
 

Performa Bursa Asia Paling Impresif di Awal 2012, IHSG Jauh Tertinggal (Bagian I dari III)
Kamis, 08 Maret 2012 23:15 WIB
 

Review Bursa Korsel 2011, Meneropong ke Tahun 2012 (Bagian II)
Selasa, 14 Februari 2012 15:15 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita


Wahyu Sidarta
Assistant Research Head-Equity
Awal 2012 Bursa Asia Tenggara Melesat, Prospek Ekonomi Sangat Cerah (Bagian II dari II)
Senin, 14 Mei 2012 15:10 WIB

(Vibiznews – Stocks) – Melesatnya bursa saham kawasan Asia Tenggara di awal tahun 2012 sebenarnya tidak mengherankan. Perekonomian global saat ini tengah diganjal terus memburuknya situasi krisis utang di Eropa, walau Asia Tenggara juga kemungkinan besar akan terkena dampak negatifnya, prospek pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia yang cerah membuat minat investor global untuk berinvestasi di Asia Tenggara tetap tinggi.

Menurut data dari beberapa lembaga keuangan internasional, salah satunya IMF, perekonomian di kawasan Asia Tenggara memang cukup prospektif kedepannya. Di tengah pergejolakan ekonomi global, terutama di AS dan Eropa, tampaknya kawasan Asia termasuk Asia Tenggara merupakan salah satu destinasi paling jitu bagi investor untuk menanamkan modalnya saat ini.

Ekonomi Asia Tenggara Cerah Kedepannya, Khususnya Indonesia

Di tengah terjadinya krisis utang di Eropa dan perekonomian AS yang masih dalam proses pemulihan, tampaknya kawasan Asia Tenggara akan menjadi incaran para investor global tahun ini.

Walaupun IMF di awal tahun ini sempat menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Asia secara umum akan mengalami perlambatan pada tahun ini, prospeknya masih jauh lebih cerah dibandingkan kawasan Eropa dan AS.



Dapat dilihat, pertumbuhan ekonomi dari negara-negara maju seperti AS, Jepang, German dan Perancis rata-rata hanya berkisar antara 1% hingga 3% di tahun 2011. Bahkan Jepang mengalami kontraksi di tahun 2011. Hanya China yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat.

Menurut proyeksi dari IMF, bahwa hingga 5 tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi mereka masih berada di kisaran tersebut.



Jika dibandingkan dengan kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi di tahun 2011 rata-rata lebih dari 4%. Bahkan dapat dilihat bahwa IMF memproyeksikan dalam 5 tahun kedepan, pertumbuhan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara rata-rata dapat mencapai di atas 5%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri diperkirakan akan menyentuh angka 7% mulai tahun 2015.



Jika dilihat dari nominalnya, GDP atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan jauh meninggalkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Diproyeksikan bahwa PDB Indonesia akan menembus nilai 1,5 triliun Dollar AS di tahun 2016 dan mencapai 1,8 triliun Dollar AS di tahun 2017.

AS dan Eropa Masih Berjuang Untuk Pulih, Asia Menjadi Favorit Investor

Melihat data ekonomi di atas, maka secara sederhana dapat disimpulkan bahwa perekonomian di kawasan Asia lebih menggiurkan kedepannya di mata investor. Tampaknya posisi perekonomian global terus bergeser, dimana negara-negara maju mulai menurun dominasinya secara global dan peran Asia makin besar sebagai motor penggerak ekonomi global.

Apalagi saat ini perekonomian AS dan Eropa sedang tertekan, dimana AS masih dalam proses pemulihan dan Eropa terus diganjal masalah krisis utang. Sehingga hal ini juga merupakan kesempatan emas bagi kawasan Asia Tenggara, yang sebagian besar masih merupakan negara berkembang untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara maju di dunia.

Dengan begitu, tampaknya saat ini adalah zaman keemasan dari kawasan Asia. Sehingga bagi investor yang ingin mulai berinvestasi di kawasan Asia, inilah saatnya. Selamat berinvestasi !!

(Wahyu Sidarta/WS/vbn)
Bookmark and Share

Column Terkait :











 INDEX MARKET INFO

REALTIME CHARTS !!!
Klik OPTIONS  


INDEX CHARTS !!!

Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1