(Vibiznews-Investment Portfolio) Sosok pria smart yang murah senyum ini memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kharismanya yang kuat dan didukung dengan ide-ide yang kreatif mampu memberikan solusi keuangan yang cermat kepada setiap orang yang sedang mengalami kesulitan dalam keuangannya. Ya, namanya adalah Safir Senduk seseorang yang biasa dikenal sebagai perencana keuangan terbaik di negeri ini.
Dalam sebuah wawancara eksklusif kepada Vibiznews.com di Plaza Bapindo, Jakarta, Safir Senduk menuturkan banyak kisah hidupnya yang tidak luput dengan namanya sebuah kegagalan tetapi juga banyak kesuksesan yang mengikutinya. Ditambah lagi dengan berbagai tips berharga yang diberikan oleh pria kelahiran 19 Desember 1973 ini yang tentu sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.
“Awal dari ketertarikan saya mengenai keuangan justru bermula dari orangtua saya yang bekerja di Bank Dagang Negara selama 40 tahun lamanya. Jadi sejak kecil sekitar usia 10 tahun saya suka mengintip dari bagaimana orangtua saya bekerja di bank pas saya datang ke kantor orangtua saya. Dari situlah muncul rasa keinginantahuan saya dan rasanya saya semakin tertarik saja untuk mengetahui tentang keuangan. Kemudian berjalannya waktu hingga saya besar maka saya mulai membuka usaha kecil-kecilan,” ujar Safir Senduk kepada Vibiznews.com mengenai alasan dirinya bisa terjun ke dunia keuangan.
Pandangan Mengenai Kegagalan, Kesuksesan, dan Pola Hidup Masyarakat Indonesia
Sukses Itu...
Sebenarnya ilmu perencanaan keuangan yang saya miliki, saya dapatkan secara otodidak selama empat tahun. Saya sendiri menempuh pendidikan formal di STIE I/BMI Jakarta dan akhirnya saya dapat memiliki sertifikasi CFP pada tahun 2008.
Menurut saya arti dari sebuah kesuksesan adalah apabila saya dapat mencapai segala sesuatu yang saya impikan. Yang jelas impian tersebut bukan hanya bicara tentang materi atau uang namun bisa juga mengenai sebuah kebahagiaan.
Bagi saya secara pribadi uang bukanlah segalanya sehingga ukuran seseorang sukses atau tidak bukan diukur dari apakah orang tersebut memiliki kekayaan berlimpah atau tidak. Yang jelas dalam menjalani hidup saya memiliki urutan prioritas terpenting yaitu yang pertama adalah Tuhan, yang kedua adalah keluarga dan teman, dan yang ketiga baru uang.
Kini kalau ditanyakan kembali kepada saya apa yang menjadi impian saya selama ini adalah saya ingin sekali dapat memiliki 15 buah judul buku milik sendiri dimana sampai hari ini saya sudah melahirkan 10 buah judul buku. Itu artinya tinggal 5 buah judul buku lagi yang harus saya buat dan jelas butuh kerja keras serta tingkat konsentrasi yang tinggi supaya karya saya dapat diterima oleh masyarakat luas di Indonesia.
Saya pertama kali menulis buku sekitar bulan September 1999. Buku yang saya buat pertama kali merupakan seri buku pertama di Indonesia dalam bidang perencanaan keuangan yang tergabung dalam Seri Perencanaan Keuangan Keluarga. Dan berlanjut setahun kemudian, saya mulai menjadi pembicara publik dengan banyak diundang di berbagai acara seminar, pelatihan, dan sejumlah acara di media elektronik.
Selain itu saya juga secara rutin sudah menjadi penulis dan nara sumber tetap di sejumlah media. Dari 10 buah judul buku yang sudah saya keluarkan maka yang menjadi buku terfavorit dan menjadi buku best of the best sellernya adalah yang berjudul “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?.”
Gagal Tapi Bangkit Kembali, How?...
Dari begitu banyak rangkaian kesuksesan gemilang yang saya raih tentu saja sebagai manusia biasa saya juga tak luput dengan yang namanya kegagalan.
Jadi menurut saya cara menghadapi masalah yang berbuahkan kegagalan maka itulah pengertian dari masalah itu sendiri. Dan kegagalan yang saya maksud adalah dimana sekitar tiga tahun yang lalu saya masih kurang bagus dalam menghadapi suatu masalah yang sedang terjadi.
Namun demikian di balik kegagalan tersebut ternyata telah banyak memproses hidup saya untuk bisa berkembang menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Kini kuncinya adalah saya tidak mau berlarut dalam rasa kecewa dan sedih berkepanjangan bahkan terus menyalahkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain.
Yang lalu biarlah berlalu dan yang namanya kegagalan itu saya jadikan sebagai pelajaran hidup yang berharga untuk introspeksi diri supaya saya dapat menatap masa depan dengan semangat yang baru untuk maju dan meraih sukses lebih besar.
Kebiasaan Masyarakat Indonesia itu...
Apabila dicermati tampak jelas bagaimana pola hidup masyarakat Indonesia sangatlah konsumtif. Saya rasa dengan pola yang cenderung ‘menghambur-hamburkan uang’ tidak pada tempatnya menjadi titik rawan kehidupan masyarakat kita secara keseluruhan.
Mengapa saya berani katakan demikian?. Lihat saja salah satunya dan yang paling mencolok adalah bagaimana hobi belanja masyarakat Indonesia yang bisa dikatakan ‘sangat gila’. Bayangkan saja setiap ada produk baru bermunculan seperti berbagai produk gadget maupun baju atau sepatu misalnya maka masyarakat Indonesia langsung memburu produk tersebut dan yang tak habis pikir sampai rela mengantri berjam-jam hanya demi memuaskan keinginannya.
Inilah yang membuat saya dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belumlah memiliki suatu perencanaan keuangan yang baik dan benar. Jika ini terjadi sudah jelas yang ada lebih kepada pemborosan dan hanya membuat masyarakat kita kurang smart dalam mengalokasikan uangnya yang berujung fatal dapat menyebabkan kemiskinan.
Serba-Serbi Safir Senduk
Banyak orang dapat mengapresiasikan ungkapan kebahagiaannya dan sah-sah saja rasanya jika setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing mengenai kebahagiaan itu sendiri. Akan tetapi jika pertanyaan itu diarahkan pada saya maka yang bisa saya jawab adalah ya saya bahagia dengan kehidupan saya saat ini.
Saya juga sangat enjoy dan happy dengan kehidupan saya sebagai seorang duda. Saya tidak pernah merasa kesepian dan sendirian karena saya senang selalu dapat banyak bertemu dengan orang-orang baru. Jujur saja dulu saya orangnya tidak menyukai kehebohan dan rasanya asing saja kalau ada di acara keramaian. Tetapi berjalannya waktu dari satu event ke event berikutnya maka saya mulai terbiasa dengan kondisi seperti ini yang memang mengharuskan saya bertemu dengan orang banyak bahkan bicara di depan mereka.
Saya masih ingat bagaimana waktu berada di bangku SMP saya ini orangnya gagap dan itulah yang membuat saya menjadi minder karena setiap kali mau bicara tetapi tidak pernah bisa saya keluarkan apa yang mau saya bicarakan.
Akan tetapi akhirnya saya bisa mengatasi gagap saya dengan senang mendengarkan musik setiap harinya maka secara perlahan-lahan gagap saya pun bisa hilang dengan sendirinya. Oleh karena itulah saran saya bagi orang lain adalah jika mau bicara langsung lakukan saja.
Proses saya menuju ke tangga kesuksesan juga tidak diraih secara otomatis turun dari langit. Akan tetapi ibaratnya orang mula-mula mau berenang maka pastilah dimulai dulu dari kolam renang yang dangkal dan lama kelamaan baru berlanjut ke kolam renang yang dalam seiring dengan kemampuan renangnya yang sudah bisa menyelam di air yang dalam. Jadi yang namanya untuk menjadi sukses saya juga harus belajar, belajar, dan belajar. Dari situlah semakin lama maka semakin timbul rasa percaya diri untuk berbicara di depan banyak orang.
Antara Buku Best Seller, Sumber Inspirasi, dan Orang Dibalik Kesuksesannya
Di antara 10 buah judul buku yang sudah saya buat dan semuanya best seller maka ada satu buku saya sebenarnya yang bisa disebut sebagai yang paling best seller. Buku tersebut dengan judul “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?.”
Dalam buku ini sendiri saya ingin membukakan mata hati para karyawan bahwa bekerja sebagai karyawan bisa membuat kita kaya. Jadi obrolan banyak orang yang seringkali terdengar di telinga saya demikian “kalau mau kaya jangan lama-lama jadi karyawan, keluar dan bukalah usaha sendiri” itu sama sekali tidak benar.
Anda semua yang saat ini pekerjaannya sebagai karyawan kantoran tidak perlu berhenti bekerja untuk menjadi kaya. Saya tidak bermaksud sedikit pun untuk bersebrangan atau mematahkan teori Kiyosaki yang mengatakan bahwa hanya pengusaha atau investor saja yang bisa menjadi kaya.
Akan tetapi buku ini saya buat untuk lebih mengedepankan sikap para karyawan yang bekerja di kantoran untuk optimis dalam menyambut masa depannya. Dalam buku ini sendiri ada 5(lima) kiat yang saya berikan agar seorang karyawan bisa menjadi kaya yaitu beli dan miliki sebanyak mungkin harta produktif, atur pengeluaran Anda, hati-hati dengan utang, sisihkan untuk masa depan dan miliki proteksi.
Kalau mengenai sumber inspirasi sehingga saya bisa menulis buku yang inspiratif juga kepada banyak orang tak lain karena saya senang membaca biografi orang-orang kenamaan. Adapun biografi yang suka saya baca antara lain, biografi dari kalangan olahragawan dan politikus. Dari politikus misalnya BJ. Habibie dimana saya mengagumi sikapnya dalam menghadapi suatu masalah.
Dari luar negeri maka saya suka baca biografi Lee Iacocca yang pernah menjabat sebagai mantan Presdir Ford. Di sini saya kagum dengan kinerjanya dan belajar dari apa yang dia lakukan sehingga mampu meningkatkan penjualan mobil yang tidak laku menjadi sangat laku di pasaran.
Selain membaca maka saya juga gemar mendengarkan musik. Lagu favorit saya adalah “Your Simply The Best” yang dinyanyikan oleh Tina Turner dan ini pertama kali saya dengarkan tahun 1999 persis saat pertama kali pula saya membuat buku. Setiap saat saya selalu mendengarkan lagu ini yang bisa memberikan semangat saya berlipat ganda dalam melakukan pekerjaan saya sehari-hari.
Terlepas dari itu semua saya juga tidak bisa pungkiri bahwa orang dibalik kesuksesan yang telah saya raih saat ini adalah mantan isteri saya sendiri. Saya menaruh hormat dan selalu mengagumi mantan isteri saya tersebut yang berkat ide-idenya yang brilian dan hebat telah mengantarkan saya pada pintu gerbang kesuksesan yang kini sedang saya nikmati dan jalani.
Pesan dan Tips Berharga Dalam Melakukan Perencanaan Keuangan
Bicara mengenai keuangan memiliki kaitan erat dengan psikologi. Istilah ketika kita punya uang banyak maka kebiasaan kita adalah semakin berani untuk jor-joran melakukan pengeluaran yang banyak juga. Tetapi sebaliknya apabila kita sedang punya uang sedikit bahkan sedang tidak punya uang maka untuk lakukan pengeluaran rasanya harus berpikir ratusan kali.
Namun demikian hal tersebut rasanya tidak akan pernah terjadi pada orang yang memiliki sifat low profile yang tidak pernah ada hubungannya dengan punya uang banyak atau tidak punya uang banyak karena pastilah akan menyikapinya dengan biasa saja.
Apa yang mau saya kemukakan dari ilustrasi di atas? Kita harus kenali diri kita sendiri dan bagaimana karakter kita sesungguhnya sebelum kita berani mengambil keputusan untuk berinvestasi. Apabila kita tahu ada uang nganggur pilihlah jangan investasi yang sarat dengan resiko.
Jadi sebelum melakukan investasi bagi anda semua para calon investor ada beberapa hal yang mau saya bagikan adalah :
1. Kenali Karakter >>> Investasi apa yang cocok sesuai dengan pilihan Anda sendiri?
2. Kenali Tujuan >>> Tujuan Anda berinvestasi itu apa?
3. Kenali Apa Yang Harus Kita Lakukan >>> Anda harus tahu kelebihan dan kekuarangannya dari investasi tersebut apa?
4. Fokus >>> Fokus dalam menjalani investasi sampai mencapai goalnya.
Sekarang kita bicara lebih kepada perencanaan keuangan itu sendiri. Menurut saya sangat penting bagi seseorang untuk memiliki perencanaan keuangan karena dengan demikian membuat seseorang mampu mencapai tujuannya dengan baik.
Selain perencanaan keuangan maka kita sebagai perencana keuangannya merupakan orangnya yang membuat rencana itu sendiri. Semua orang dapat membuat rencana keuangan selama mau belajar dan juga dari pengetahuan yang ada.
Lalu pertanyaannya adalah bagaimana sesungguhnya membuat rencana keuangan yang baik itu?.
Cara Membuat Rencana Keuangan Yang Baik
Secara Keuangan :
1. Kenali Tujuan, contoh : Anda mau pergi ke Mall Blok M
2. Kenali Posisi, contoh : Anda mau lewat jalan mana dari tempat dimana anda berada saat ini yang membuat anda bisa sampai dengan cepat ke Mall Blok M
3. Kenali Alat, contoh : Setelah tahu jalan mana yang harus dilalui maka anda harus tahu juga kendaraan apa yang anda miliki apakah mobil pribadi, mobil angkutan umum, atau motor
4. Buat Rencana dan Keputusan, contoh : Kemudian mulai buat rencana dan keputusan akhirnya apa yang dilakukan saat di mall tersebut.
Secara Non Keuangan :
Dalam hidup kita jangan sampai menyerahkan hidup kita kepada air yang mengalir karena kita tidak tahu kemanakah air itu akan mengalir. Bisa saja air itu mengalir ke saluran yang tidak baik dan kalau kita hanya ikut-ikutan saja maka yang ada pastinya kita akan mengalir ke saluran yang tidak baik juga dan itu adalah sesuatu yang buruk yang harus kita hindari. Akan tetapi kita harus punya planning yang bagus, jelas, dan terarah sehingga dengan demikian kitalah justru yang akan mengarahkan air itu kemana harus mengalir supaya tujuan kita bisa tercapai.
Menurut L. Ricky Ferlianto, Managing Director Indonesia Investment Academy, buku “ Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya ? “ patut menjadi buku best seller. Kenapa buku ini patut menjadi Best Seller ? Menurut saya pertama karena segmen marketnya memang banyak, karena banyaknya orang-orang yang jadi karyawan.
Kedua, topiknya memang sesuai dengan kebutuhan dimana semua orang, apalagi karyawan, ingin menjadi kaya. Ketiga, dengan meluasnya pengaruh teori Kiyosaki, maka karyawan merasa minder dengan dirinya sendiri dan munculnya buku ini tentu merupakan kelepasan yang diharapkan. Keempat, judulnya yang kontroversial yang langsung berseberangan dengan teori Kiyosaki sangat menarik perhatian.
Namum terlepas dari judul dan isi bukunya, menurut hemat saya, tetap saja prinsip menjadi kaya mau tidak mau sama dengan prinsip dari Kiyosaki, yaitu bahwa untuk menjadi kaya seseorang harus pintar-pintar berinvestasi, kalaupun tidak menjadi pengusaha. Karena Kiyosaki menerangkan dalam bukunya : Rich Dad and Poor Dad, bahwa kalau mau menjadi kaya kita harus berada di kuadran tiga dan empat. Dimana di kuadran empat adalah pengusaha seratus persen, sedangkan di kuadran ketiga adalah investor. Dan investor bisa seorang pengusaha, bisa juga seorang karyawan.
Jadi sebenarnya inti persoalannya karyawan tidak bisa kaya bukanlah pada ke karyawanannya, melainkan pada dia tidak berinvestasi sama sekali. Dan memang inilah kecenderungan para karyawan, hanya hidup berdasarkan gajinya saja dan memang juga tidak tahu caranya memperkaya diri diluar dari gajinya dinaikkan. Jadi yang di katakan oleh Kiyosaki sebagai karyawan tidak bisa kaya adalah mereka yang berada pada kuadran satu, bukan mereka yang sekalipun karyawan berada pada kuadran ke tiga karena giat berinvestasi.
Akhirnya, biar bagaimanapun buku Pak Safir Senduk ini telah sangat membantu meluruskan persepsi yang salah yang terjadi di pandangan masyarakat awam pada umumnya mengenai apa yang dikatakan oleh Kiyosaki. Untuk itu kita patut berterima kasih kepada Pak Safir Senduk dengan buku-bukunya selama ini dan saya sangat mengharapkan Pak Safir bisa segera menyelesaikan ke 5 buku lainnya yang ditargetkan, karena saya percaya buku-buku ini akan sangat membantu kita semua.
Sementara itu menurut Philip Swan CFP, Pengajar Smart Financial Planning dari Vibiz Consultancy Services, pak Safir Senduk adalah sosok yang meletakkan dasar-dasar financial planning di Indonesia. Dengan bahasa yang sederhana dan ulasannya yang sangat practical, membuat financial planning menjadi mudah dimengerti oleh masyarakat luas.
Buku-bukunya sangat menginspirasi para ibu-ibu rumah tangga, karyawan-karyawan serta masyarakat banyak mempunyai kesadaran menabung dan berinvestasi. Jarang ada buku yang dapat memberikan inspirasi secara luas kepada masyarakat, namun pak Safir Senduk bukan melakukannya sekali, tetapi beberapa kali melalui buku-bukunya.
(rimbalaut/RL/VBN)
Foto:Vibiznews.com
|