(Vibiznews - Investment Portfolio) Terdiri dari dua materi, yaitu: PORTFOLIO SUGGESTION dan MARKET OUTLOOK. Akan bermanfaat apabila Anda berinvestasi melalui portfolio. Portfolio merupakan penggabungan lebih dari dua jenis instrumen keuangan yang berbeda jenisnya. Penggabungan ini bermanfaat untuk meminimalisasi tidak tercapainya hasil imbal balik yang kita harapkan, dan untuk mengelola risiko digunakan pendekatan DCA (Dollar Cost Averaging) – maksudnya pembelian secara berkala.
Melakukan investasi dengan cara mengelola portfolio yang disesuaikan dengan profil risiko Anda secara keseluruhan adalah sangat bijaksana. Profil risiko Anda tahun ini bisa jadi berbeda dengan tahun sebelumnya. Lakukan penilaian profil risiko Anda secara berkala untuk mendapatkan hasil imbal balik yang diharapkan dan konsisten dengan tingkat risiko yang ditoleransi sesuai profil risiko Anda.
Perhatikan instrumen keuangan pada portfolio investasi anda, perlukah beberapa diantaranya dialihkan ke instrumen keuangan lain yang disesuaikan dengan profil risiko, jumlah dana investasi yang tersedia dan keuntungan yang diharapkan? Selanjutnya, dengan kondisi ekonomi atau pasar pada saat ini, lakukan pemilihan instrumen keuangan, dan produknya, khususnya produk non perbankan, saham misalnya, perlu juga memperhatikan jenis industrinya.
PORTFOLIO SUGGESTION; Krisis Eropa masih menjadi sorotan utama pasar investasi global. Sepanjang tidak terselesaikannya krisis Eropa, maka pergerakan pasarpun mandek atau sideways. Sementara dengan diraihnya kembali peringkat investment grade, dapat memberikan dorongan positif berinvestasi di pasar saham Indonesia. Saham infrastruktur dan properti dapat menjadi pilihan investasi Anda. Sektor properti yang terus berkenmbang, bisa juga menjadi pilihan investasi Anda. Dalam kondisi saat ini, ikuti terus panduan Vibiznews.com, sehingga Anda tidak kehilangan peluang untuk meraih keuntungan.
MARKET OUTLOOK; Kekhawatiran para pelaku pasar akibat berlarut-larutnya penanganan krisis Eropa, memberikan sentimen negatif kepada IHSG yang turun 50,06 poin (-1,33%) ke level 3.701,54. Menjelang akhir tahun ini diperkirakan IHSG akan sulit menguat tinggi, masih terus terkoreksi.
Ekonomi Nasional; Kabar baik bagi perekonomian Indonesia. Dikarenakan Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat dan kokoh, serta tingkat utang publik yang rendah, maka Indonesia kembali meraih peringkat investment grade untuk peringkat utang pemerintahnya, setelah sekitar 14 tahun berada dibawah level investment grade. Pemeringkat utang Internasional Fitch Ratings untuk pertama kalinya menaikkan peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB- (investment grade) dengan outlook stabil.
Ekonomi Global; Belum kondusifnya perekonomian Eropa masih menyelimuti pasar modal global. Maka dari itu dihimbaukan untuk lebih berhati-hati dalam memperhitungkan portolio investasi Anda.
Kawasan Amerika; Indikator Unemployment Claims diperkirakan akan menunjukkan penurunan performa dan diestimasi naik menjadi 389K dari nilai periode lalu yaitu 381K. Dollar AS secsra umum terpantau melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya
Kawasan Eropa; French Flash Manufacturing PMI tercatat 48,7 lebih baik dari ekspektasi 47,1 dan periode sebelumnya 47,3. Sedangkan data French Flash Services PMI dilaporkan 50,2, lebih baik dari ekspektasi sebelumnya 49,1 dan periode sebelumnya 49,6. Euro diperkirakan masih sulit menembus level ressistance 1.3090 dan 1.3150, karena masih tingginya pesimisme terhadap krisis Eropa.
Kawasan Inggris; Indikator Consumer Price Index (CPI) y/y yang merupakan salah satu parameter inflasi di sektor konsumsi pada bulan November dilaporkan melambat dari bulan sebelumnya yaitu menjadi 4.8% dari 5.0%.
Kawasan Australia; Australian Bureau of Statistics pada hari ini (15/12) menunjukkan adanya penurunan pada nilai penjualan kendaraan bermotor baru di enam dari delapan negara bagian, dimana perkembangan yang terjadi di bulan November menunjukkan penurunan -0,7% dari kinerja bulan Oktober. Hal ini memberikan peluang bagi Aussie untuk rebound.
Saham; Pada penutupan perdagangan hari ini (15/12), IHSG. turun 50,06 poin (-1,33%) ke level 3.701,54.Terdapat 67 saham yang menguat sedangkan 251 saham stagnan dan 164 saham yang melemah. Saham saham yang menjadi top gainers hari ini adalah KOIN, ARTA, DILD, JRPT, BIPI, MYRX, PYFA, ASRM, TMPO dan BAYU. Serta yang berada pada urutan terbawah adalah CENT, LPPF, LAMI, CNTX, SQMI, PLIN, TMPI, VOKS, MFMI dan MYOH.
Emas; Sentimen kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Eropa kembali menguak seiring dengan adanya spekulasi berkurangnya permintaan emas akibat naiknya kebutuhan likuidasi mata uang jelang liburan. Hal itu terlihat untuk sore hari ini (15/12), harga emas terpantau mengalami pelemahan kembali. Diperkirakan harga emas akan terus mengalami koreksi.
Indeks; Akibat penanganan krisis Eropa yang lambat, mengakibatkan pelemahan pada bursa kawasan Asia, seperti bursa Jepang, bursa Korea dan bursa Hongkong. Index Nikkei, Kospi dan Hangseng diperkirakan akan bearish tidak terlalu tajam.
Properti; Perumnas berniat membangun 15.000-20.000 unit properti di 2012. Unit-unit properti itu termasuk perumahan, rumah, mal dan apartemen. Demikian hal itu diungkapkan Direktur Utama Himawan Arief Sugoto di Jakarta, Kamis (15/12/2011). Fakta ini semakin memperkuat bahwa bisnis properti masih akan terus berkembang pesat dan sangat layak diperhitungkan di saat sekarang ini.
(Asido Situmorang/NS/vbn) |