HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
Market Analysis | Column | Ask To Experts | Data & Table | Education
 Financial Market Analysis

Review Tengah Minggu 17-24 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012 00.10 WIB
Asido Situmorang
 

Review Tengah Minggu 10-17 Mei 2012
Kamis, 10 Mei 2012 23.30 WIB
 

Review Tengah Minggu 3-10 Mei 2012
Kamis, 03 Mei 2012 23.45 WIB
 

Review Tengah Minggu 26 April - 3 Mei 2012
Kamis, 26 April 2012 23.40 WIB
 

Review Tengah Minggu 19-26 April 2012
Kamis, 19 April 2012 23.45 WIB
 

Review Tengah Minggu 12-19 April 2012
Kamis, 12 April 2012 23.50 WIB
 

Review Tengah Minggu 6-12 April 2012
Jumat, 06 April 2012 16.55 WIB
 

Review Tengah Minggu 29 Maret - 5 April 2012
Kamis, 29 Maret 2012 21.00 WIB
 

Review Tengah Minggu 22-29 Maret 2012
Jumat, 23 Maret 2012 15.30 WIB
 

Review Tengah Minggu 15-22 Maret 2012
Kamis, 15 Maret 2012 23.30 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita

Review Tengah Minggu 29 Desember 2011 - 5 Januari 2012
Kamis, 29 Desember 2011 23.00 WIB

(Vibiznews - Investment Portfolio) Terdiri dari dua materi, yaitu: PORTFOLIO SUGGESTION dan MARKET OUTLOOK. Akan bermanfaat apabila Anda berinvestasi melalui portfolio. Portfolio merupakan penggabungan lebih dari dua jenis instrumen keuangan yang berbeda jenisnya. Penggabungan ini bermanfaat untuk meminimalisasi tidak tercapainya hasil imbal balik yang kita harapkan, dan untuk mengelola risiko digunakan pendekatan DCA (Dollar Cost Averaging) – maksudnya pembelian secara berkala.

Melakukan investasi dengan cara mengelola portfolio yang disesuaikan dengan profil risiko Anda secara keseluruhan adalah sangat bijaksana. Profil risiko Anda tahun ini bisa jadi berbeda dengan tahun sebelumnya. Lakukan penilaian profil risiko Anda secara berkala untuk mendapatkan hasil imbal balik yang diharapkan dan konsisten dengan tingkat risiko yang ditoleransi sesuai profil risiko Anda.

Perhatikan instrumen keuangan pada portfolio investasi anda, perlukah beberapa diantaranya dialihkan ke instrumen keuangan lain yang disesuaikan dengan profil risiko, jumlah dana investasi yang tersedia dan keuntungan yang diharapkan? Selanjutnya, dengan kondisi ekonomi atau pasar pada saat ini, lakukan pemilihan instrumen keuangan, dan produknya, khususnya produk non perbankan, saham misalnya, perlu juga memperhatikan jenis industrinya.

PORTFOLIO SUGGESTION; Sentimen krisis Eropa yang masih negatif ditambah minimnya semtimen jelang liburan Tahun Baru, semakin meminimkan arahan investasi. Sekalipun demikian, Anda dapat memperhatikan pergerakan pasar dengan seksama. Potensi baik masih ada di saham Indonesia, dengan mengambil peluang short-term, dapat mengambil aksi untung. Mungkin lebih baik mengambil posisi yang baik setelah tahun baru, dimana suasana positif dan optimism menyambut tahun baru dapat memberikan sentiment positif juga di berbagai investasi.

MARKET OUTLOOK; Terdorong oleh rencana Italia akan menjual 8.5 miliar euro (11 miliar dolar) obligasi pemerintahnya yang akan jatuh tempo antara tahun 2014 hingga 2022 mendatang, yang diharapkan dapat mendukung upaya perbaikan krisis Eropa, Indeks Harga Saham Gabungan menguat tajam pada perdagangan sesi II, berhasil melesat 39,56 poin (1,05%) ke level 3.808,77. Namun penguatan hari ini hanyalah koreksi dari trend minor yang bearish, dimana belum kondusifnya perekonomian Eropa masih menyelimuti pasar modal global.

Ekonomi Nasional; Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi bulan Desember 2011 akan berada di kisaran 0,5-0,6 persen. Bank sentral meramal inflasi sepanjang 2011 akan mencapai 3,8%. Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono, Kamis (29/12/2011). "Faktor utama untuk membuat lebih tinggi dari bulan lalu yaitu transportasi, karena masalah musiman dimana akhir tahun transportasi agak naik dan harga barang tetapi secara keseluruhan tidak terlalu tinggi 0,5-0,6 persen," pungkasnya. Dewan Gubernur menegaskan bahwa penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang bersifat counter-cyclical sangat diperlukan dalam pengelolaan makroekonomi secara keseluruhan serta untuk membawa inflasi pada sasaran yang ditetapkan, yaitu 4,5%±1% pada tahun 2012 dan 2013.

Ekonomi Global; Sentimen positif mengenai terjualnya surat hutang Italia dalam 2 hari terakhir dimana investor optimis kebijakan tersebut akan membantu mengurangi beban krisis yang terjadi di negara tersebut, memberikan kenaikan bagi Bursa Amerika Serikat. Indeks berjangka Dow Jones naik 0,03% menjadi 12085 basis poin, indeks berjangka Nasdaq 100 naik 0,25% menjadi 2265,25 basis poin dan indeks berjangka S&P 500 naik 0,29% menjadi 1248,1 basis poin. Namun pergerakan bursa AS masih belum aman, masih menantikan rilis data klaim pengangguran AS dan pending home sales untuk pekan lalu.

Kawasan Amerika; Sentimen terhadap Dollar AS membaik, dimana prediksi rilis data mala mini (29/12) diperkirakan akan memberikan hasil positif yaitu diantaranya data Chicago PMI, yang diperkirakan akan turun menjadi 60.4 dari 62.6 dan indikataor Crude Oil Inventories diperkirakan akan naik menjadi -2.9M dari-10.6M.

Kawasan Eropa; Surat utang Italia bertenor 10 tahun naik sekitar 12 basis poin menjadi 7.12% dan Italia hanya berhasil menjual surat utang senilai 7.02 milyar Euro. Hal ini mengakibatkan reaksi kekecewaan pasar terhadap ekonomi Uni Eropa, dimana hal ini dipandang dapat menjadi tolok ukur turunnya keyakinan masyarakat investor terhadap Euro. Euro terpantau tidak kuasa menahan gempuran sentimen negatif di pasar forex.

Kawasan Inggris; Sterling terpantau masih terseret kekhawatiran memburuknya kinerja ekonomi Inggris, dan dilain pihak sinyalemen positif pada ekonomi AS semakin sering muncul ke permukaan. Styerling pada pasangan mata uang GBP/USD ini diperkirakan masih dapat melemah lebih lanjut

Kawasan Australia; Aussie melemah setelah risiko mengenai krisis Eropa makin membesar. Para pelaku pasar mulai kembali menurunkan permintaan terhadap mata uang Aussie. Aussie memiliki kecenderungan negatif seiring dengan melemahnya bursa-bursa saham di kawasan Asia.

Saham; Setelah sempat anjlok pada pembukaan perdagangan, IHSG berhasil melesat 39,56 poin (1,05%) ke level 3.808,77. Semua sektor mengalami penguatan, dimana Pertanian 0,15%, Industri Dasar 0,38%, Konsumsi 0,74%, Keuangan 1,07%, infrastruktur 1,03%, Manufaktur 0,71%, Pertambangan 0,51%, Aneka Industri 0,90% dan Properti 0,39%. Indeks LQ45 naik 7,42 poin (1,12%) ke level 671,11. Saham-sahamnya yang menjadi top gainer adalah ISATM, BJBR, ENRG, GGRM, BUMI, UNTR, ICBP, BNBR, INTP dan INCO.

Emas; Pada perdagangan elektronik hari ini (29/12), harga emas mengalami penurunan tajam pada perdagangan tadi malam setelah kondisi ekonomi Eropa kembali memberikan sinyal buruk. Tadi malam harga emas spot sempat melemah ke posisi 1549.10 dolar per troy ons yang merupakan posisi paling rendah sejak tanggal 26 September lalu. Hari ini harga emas sempat melemah ke posisi 1549.50 dolar per troy ons, akan tetapi cenderung rebound dan saat ini berada di posisi 1556.90 dolar per troy ons.

Indeks; Pada perdagangan hari ini (29/12) Bursa Korea ditutup menguat tipis, sementara Bursa Jepang dan Bursa Hong Kong mengalami penurunan. Pada pergerakan selanjutnya diperkirakan Bursa Korea belum aman, bahkan cenderung turun, sama dengan Bursa Jepang dan Hong Kong, dimana pada hari-hari ini bursa masih diliputi oleh sentimen negatif terhadap perekonomian Eropa ditambah lagi menjelang liburan Tahun Baru maka sentiment sangat minim sekali.

Properti; Pengembang properti berjanji akan memperjuangkan agar masih dibolehkannya pembangunan rumah tipe 22. Alasannya masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah, seperti karyawan kontrak dengan gaji Rp 1.750.000 per bulan. Dengan penghasilan tersebut, tidak mungkin masyarakat membeli rumah dengan tipe minimal 36 m2, sesuai yang diamanatkan UU No 1 tahun 2011 soal Perumahan dan Pemukiman. Untuk itu Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) akan memperjuangkan adanya peninjauan kembali (judicial review) atas UU tersebut.

Demikian review tengah minggu di akhir tahun 2011 ini, kita bertemu lagi di tahun baru, tahun 2012 dengan optimisme dan semangat baru berinvestasi, bersama vibiznews.com yang menemani Anda untuk panduan investasi Anda.

Selamat Tahun Baru 2012! Sukses Untuk Anda!

(Asido Situmorang/AS/vbn)



Bookmark and Share

CORPORATE EVENT
BNI-The Worlds Biggest Public Companies
22 Mei 2012



Dirut Bank BNI Gatot M Suwondo (tengah) menerima penghargaan dari majalah Forbes Indonesia yang diserahkan Chairman & Editor in Chief Steve Forbes (kiri), disaksikan pemilik lisensi majalah Forbes Indonesia Sri Dato Tahir, di Jakarta, Selasa (22/5). BNI menerima penghargaan The Worlds Biggest Public Companies. (ns/NS/vbn-ant)

ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1