| |
|
|
| BANKING & INSURANCE NEWS |
LPS Yakin Bank Mutiara Terjual di November 2012 | Jumat, 03 Februari 2012 19:00 WIB
| | | SBDK Industri Perbankan Capai 9% | Jumat, 03 Februari 2012 17:00 WIB
| | | Krisis Global Tak Halangi Bank Permata Beri Nilai Tambah Bisnis Nasabah | Kamis, 02 Februari 2012 17:00 WIB
| | | PT Bank Permata Tbk Optimis Perekonomian Indonesia Tumbuh 6,3% di 2012 | Kamis, 02 Februari 2012 16:55 WIB
| | | Tahun 2011 Kredit Perbankan di Yogya Rp 17,9 Triliun | Kamis, 02 Februari 2012 16:54 WIB
| | | Challenges and Opportunities in Indonesia Banking 2012 | Kamis, 02 Februari 2012 16:50 WIB
| | | LPS Kembali Jual Bank Mutiara Ditargetkan Capai Rp 6,7 Triliun | Kamis, 02 Februari 2012 16:35 WIB
| | | Simpanan Nasabah di Bank Umum diatas 2 Miliar Tidak dijamin Penuh | Kamis, 02 Februari 2012 16:32 WIB
| | | Memberikan Bunga Deposito Tinggi Tanda Bank Kondisinya Kurang"Sehat" | Kamis, 02 Februari 2012 11:53 WIB
| | | BI Meminta Anggaran Gaji Naik Jadi 7 % | Rabu, 01 Februari 2012 10:28 WIB
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|
| BI Kaji Hapus Pemilikan Mayoritas Bank |
Kamis, 02 September 2010 14:11 WIB
|
(Vibiznews - Banking), Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan saat ini pihaknya sedang mengkaji untuk menghapus kepemilikan saham mayoritas di perbankan guna menegakkan kepatuhan bank pada peraturan.
Penghilangan kepemilikan mayoritas, kata Darmin di Jakarta Rabu juga bisa membatasi kepemilikan asing di perbankan nasional.
"Di negara kita kecenderungannya kalau pemilik bank harus ada mayoritas sehingga mempermudah asing menjadi pemilik mayoritas padahal di negara lain itu gak ada," katanya.
Menurutnya, di negara lain tidak boleh ada pemegang saham mayoritas di perbankan untuk mencegah tindakan yang menyalahi aturan.
"Dan agar sesama pemilik bisa saling mengawasi," kata Darmin.
Dijelaskannya, permasalahan ini masih menjadi pembahasan oleh tim di BI terutama untuk menghitung batas maksimum kepemilikan di tiap perbankan.
"Misalnya 20 persen. Itu juga pihak yang terafiliasi harus digabung. Keluarga dan satu grup perusahaan harus gabung. Dengan demikian kalau asing datang dia kena batas maksimum," katanya.
(mds/MDS/ant) |
Berita Terkait :
| Bank Permata Syariah Kumpulkan Ziswaf Rp 1 M |
Kamis, 02 September 2010 12:50 WIB
|
(Vibiznews - Banking), Bank Permata Syariah melalui Unit Pelayanan Zakat telah menyalurkan "Ziswaf" atau dikenal sebagai zakat, infaq/ shadaqah, dan wakaf sebesar Rp1 miliar per Agustus 2010 kepada 14 Lembaga Amal Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazis).
"Ziswaf disalurkan kepada pihak yang berhak sesuai prinsip syariah serta hasilnya sudah nyata terlihat," kata Kepala Bank Permata Syariah, Achmad K. Permana di Jakarta, Rabu.
Achmad mengatakan, Lazis tersebut antara lain membangun RS gratis Dhuafa, Rumah bersalin gratis Dhuafa, Beasiswa Dhuafa, Program Al Qur`an Braile, pembangunan perpustakaan bagi sekolah/madrasah, dana zakat bergulir bagi pedagang kecil di Jabar, pembuatan sumur air bersih di NTT, dan sebagainya.
Lazis dan Lembaga Sosial tersebut meliputi Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Al Azhar Peduli Ummat (APU), Rumah Zakat, Lazis Amaliah Astra, Aksi cepat Tanggap (ACT), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dompet Dhuafa (DD), Badan Wakaf Al Qur`an (BWA), Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU), Ummi Maktum, Perhimpunan Pengembangan Pesantren & Masyarakat (P3M), Program Pembibitan Penghafal Al Qur`an (PPPA) dan Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid (DPU-DT) serta Dewan Syariah Nasional (DSN).
Unit Pelayanan Zakat (UPZ) didirikan sejak 2008 dengan ZISWAF awal sebesar Rp222 juta. Seiring dengan meningkatnya laba bank tersebut pada 2009 dana ZISWAF yang berhasil dihimpun sebesar Rp1,3 miliar dan di tahun 2010 meningkat hingga mencapai Rp2,3 miliar.
Pengelolaan dana UPZ disalurkan pengurus di kantor pusat dan juga melalui Kantor Cabang Syariah di 10 kota besar untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang berhak.
Laba bersih Semester I 2010 tercatat Rp59 miliar atau tumbuh hingga 100 persen, selain memiliki produk dan layanan yang lengkap serta bervariasi, Bank Permata Syariah juga mencatat kinerja yang berkesinambungan.
Pada Semester I 2010, laba bersih tercatat Rp59 miliar atau meningkat 100 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp29 miliar.
Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan, di antaranya dari Margin Murabahah dan Sewa IMBT yang tercatat sebesar Rp68,0 miliar atau mengalami kenaikan 72 persen dari Rp39,5 miliar.
Sedangkan pendapatan operasional lainnya tercatat Rp38,2 miliar atau tumbuh hingga 169 persen dari Rp14,2 miliar di akhir Juni 2009.
Dengan demikian total pendapatan yang berhasil dihimpun hingga Semester I 2010 mencapai Rp106,2 miliar atau meningkat hingga 98 persen dari Rp53,7 miliar pada periode sebelumnya.
Bank Permata Syariah pun mencatat posisi permodalan yang baik hingga akhir Juni 2010 ini, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio - CAR) mencapai 12,1 persen.
(mds/MDS/ant) |
Berita Terkait :
|
|
|
CORPORATE INFO
Peresmian Peluncuran BCA KlikPay 31 Januari 2012

Dua Direktur PT BCA Tbk Henry Koenaifi (kiri) dan Suwignyo Budiman (kanan) meresmikan peluncuran BCA KlikPay di Jakarta, Selasa (31/1). Dengan program tersebut, nasabah dapat melakukan pembayaran belanja online yaitu dengan rekening BCA dan KlikBCA. (ns/NS/vbn-ant)
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|