(Vibiznews - Banking), Bank Indonesia mencatat dana masyarakat di perbankan atau dana pihak ketiga (DPK) antara 14 - 17 September atau pasca Lebaran melonjak cukup signifikan mencapai RP28,81 triliun.
Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Rabu mengatakan, kenaikan ini antara lain disebabkan kembalinya uang kartal di masyarakat ke sistem perbankan pasca Hari Raya Idul Fitri.
Dengan kembalinya uang masyarakat itu, maka DPK meningkat menjadi RP2.106,43 triliun, terdiri atas DPK rupiah Rp19,12 triliun dan DPK valas Rp9,69 triliun.
BI mencatat selama 2010 (year to date) DPK tumbuh 6,90 persen atau Rp135,98 triliun dan dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year) tumbuh 16,15 persen atau Rp292,94 triliun.
Melesatnya DPK, lanjut Difi berbanding terbalik dengan penyaluran kredit perbankan, yang setelah lebaran turun Rp0,77 triliun menjadi Rp1.631,25 triliun, terdiri atas penurunan kredit rupiah sebesar Rp2,55 triliun dan kenaikan kredit valas Rp1,78 triliun.
"Turunnya kredit pada pekan laporan terkait dengan menurunnya aktivitas bisnis dan permintaan masyarakat pasca hari Raya Idul Fitri," katanya.
Dengan demikian, selama 2010 (ytd) kredit tercatat naik sebesar Rp201,05 triliun atau 14,06 persen dan secara yoy naik Rp275,83 triliun atau 20,35 persen. Secara yoy, pertumbuhan kredit rupiah tercatat sebesar 21,06 persen, sedangkan kredit valas tumbuh lebih rendah sebesar 16,22 persen.
Difi mengatakan, kredit rupiah hanya meningkat pada kelompok Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) dan BPD masing-masing sebesar Rp1,28 triliun dan Rp0,02 triliun. Sedangkan tiga kelompok bank yang lain (Swasta, Persero dan Campuran) mengalami penurunan, terbesar pada kelompok Bank Swasta yaitu Rp2,30 triliun.
Sementara itu, kredit valas meningkat pada empat kelompok bank dengan kenaikan yang cukup merata, tertinggi pada kelompok bank Persero Rp0,75 triliun. Sedangkan penyaluran kredit valas kelompok BPD tidak mengalami perubahan.
BI juga mencatat adanya kenaikan rata-rata suku bunga deposito rupiah satu bulan industri perbankan sebesar 3 basis poin (bps) terutama disebabkan naiknya suku bunga pada dua kelompok bank yakni kelompok bank swasta sebesar 14 bps (dua bank menaikkan suku bunganya) dan BPD sebesar 7 bps (suku bunga dua bank naik).
Sementara itu, pada instrumen valas, suku bunga dasar kredit (SBDK) naik 7 bps terutama karena meningkatnya SBDK kelompok bank Campuran sebesar 33 bps (suku bunga dua bank naik). Sedangkan rata-rata deposito valas satu bulan tidak mengalami perubahan.
(mds/MDS/ant, foto:dtc) |