HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL PROPERTY
 
 BANKING & INSURANCE NEWS

Perbankan Indonesia Harus Kuat Dalam Branding
Selasa, 22 Mei 2012 19:00 WIB
 

Bank Permata Targetkan Pertumbuhan Kredit ke Industri Tahan Krisis
Selasa, 22 Mei 2012 18:00 WIB
 

Citibank Disomasi Bos Femina
Selasa, 22 Mei 2012 16:00 WIB
 

Pelajaran Bagi Perusahaan dari Peristiwa Jatuhnya Sukhoi
Senin, 21 Mei 2012 18:50 WIB
 

3 Aspek Penting Dalam Memilih Asuransi Jiwa
Senin, 21 Mei 2012 18:30 WIB
 

80% Masyarakat Indonesia Tak Kenal Asuransi
Senin, 21 Mei 2012 18:25 WIB
 

CIMB Niaga Bukukan Kredit Perbankan Komersial Rp 47,43 Triliun
Minggu, 20 Mei 2012 22:00 WIB
 

Banyak Korban Sukhoi Tak Didaftarkan Sebagai Anggota Jamsostek
Sabtu, 19 Mei 2012 14:30 WIB
 

Jamsostek Keluarkan Nilai Santunan Rp 7,5 Miliar Bagi 12 Korban Sukhoi
Sabtu, 19 Mei 2012 13:30 WIB
 

BI Batasi Bank Beri Hadiah Kepada Nasabah
Sabtu, 19 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
BI: DPK Pasca Lebaran Meningkat Rp 28,81 T
Rabu, 22 September 2010 10:33 WIB

(Vibiznews - Banking), Bank Indonesia mencatat dana masyarakat di perbankan atau dana pihak ketiga (DPK) antara 14 - 17 September atau pasca Lebaran melonjak cukup signifikan mencapai RP28,81 triliun.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Rabu mengatakan, kenaikan ini antara lain disebabkan kembalinya uang kartal di masyarakat ke sistem perbankan pasca Hari Raya Idul Fitri.

Dengan kembalinya uang masyarakat itu, maka DPK meningkat menjadi RP2.106,43 triliun, terdiri atas DPK rupiah Rp19,12 triliun dan DPK valas Rp9,69 triliun.

BI mencatat selama 2010 (year to date) DPK tumbuh 6,90 persen atau Rp135,98 triliun dan dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year) tumbuh 16,15 persen atau Rp292,94 triliun.

Melesatnya DPK, lanjut Difi berbanding terbalik dengan penyaluran kredit perbankan, yang setelah lebaran turun Rp0,77 triliun menjadi Rp1.631,25 triliun, terdiri atas penurunan kredit rupiah sebesar Rp2,55 triliun dan kenaikan kredit valas Rp1,78 triliun.

"Turunnya kredit pada pekan laporan terkait dengan menurunnya aktivitas bisnis dan permintaan masyarakat pasca hari Raya Idul Fitri," katanya.

Dengan demikian, selama 2010 (ytd) kredit tercatat naik sebesar Rp201,05 triliun atau 14,06 persen dan secara yoy naik Rp275,83 triliun atau 20,35 persen. Secara yoy, pertumbuhan kredit rupiah tercatat sebesar 21,06 persen, sedangkan kredit valas tumbuh lebih rendah sebesar 16,22 persen.

Difi mengatakan, kredit rupiah hanya meningkat pada kelompok Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) dan BPD masing-masing sebesar Rp1,28 triliun dan Rp0,02 triliun. Sedangkan tiga kelompok bank yang lain (Swasta, Persero dan Campuran) mengalami penurunan, terbesar pada kelompok Bank Swasta yaitu Rp2,30 triliun.

Sementara itu, kredit valas meningkat pada empat kelompok bank dengan kenaikan yang cukup merata, tertinggi pada kelompok bank Persero Rp0,75 triliun. Sedangkan penyaluran kredit valas kelompok BPD tidak mengalami perubahan.

BI juga mencatat adanya kenaikan rata-rata suku bunga deposito rupiah satu bulan industri perbankan sebesar 3 basis poin (bps) terutama disebabkan naiknya suku bunga pada dua kelompok bank yakni kelompok bank swasta sebesar 14 bps (dua bank menaikkan suku bunganya) dan BPD sebesar 7 bps (suku bunga dua bank naik).

Sementara itu, pada instrumen valas, suku bunga dasar kredit (SBDK) naik 7 bps terutama karena meningkatnya SBDK kelompok bank Campuran sebesar 33 bps (suku bunga dua bank naik). Sedangkan rata-rata deposito valas satu bulan tidak mengalami perubahan.

(mds/MDS/ant, foto:dtc)




Link :
Investment Portfolio Academy
I I I

Bookmark and Share

Berita Terkait :






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Kerjasama Penjaminan Pembiayaan
21 Mei 2012



Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini (kiri) dan Direktur Utama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Antonius Chandra S Napitupulu (kanan) disaksikan Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto (tengah) saling bertukar naskah MoU Pengembangan Bisnis di Jakarta, Senin (21/05). Askrindo akan memberikan penjaminan atas pembiayaan yang dilakukan Bank Mandiri, termasuk pembiayaan yang terkait program pemerintah, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Juga, Askrindo akan memanfaatkan produk dan jasa layanan perbankan Bank Mandiri untuk efisiensi operasional perusahaan.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1