| |
|
|
| BANKING & INSURANCE NEWS |
Perbankan Indonesia Harus Kuat Dalam Branding | Selasa, 22 Mei 2012 19:00 WIB
| | | Bank Permata Targetkan Pertumbuhan Kredit ke Industri Tahan Krisis | Selasa, 22 Mei 2012 18:00 WIB
| | | Citibank Disomasi Bos Femina | Selasa, 22 Mei 2012 16:00 WIB
| | | Pelajaran Bagi Perusahaan dari Peristiwa Jatuhnya Sukhoi | Senin, 21 Mei 2012 18:50 WIB
| | | 3 Aspek Penting Dalam Memilih Asuransi Jiwa | Senin, 21 Mei 2012 18:30 WIB
| | | 80% Masyarakat Indonesia Tak Kenal Asuransi | Senin, 21 Mei 2012 18:25 WIB
| | | CIMB Niaga Bukukan Kredit Perbankan Komersial Rp 47,43 Triliun | Minggu, 20 Mei 2012 22:00 WIB
| | | Banyak Korban Sukhoi Tak Didaftarkan Sebagai Anggota Jamsostek | Sabtu, 19 Mei 2012 14:30 WIB
| | | Jamsostek Keluarkan Nilai Santunan Rp 7,5 Miliar Bagi 12 Korban Sukhoi | Sabtu, 19 Mei 2012 13:30 WIB
| | | BI Batasi Bank Beri Hadiah Kepada Nasabah | Sabtu, 19 Mei 2012 13:00 WIB
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|
| Bank Mutiara Raih Dana Pihak Ketiga Rp 5,49 Triliun |
Jumat, 28 Januari 2011 18.28 WIB
|
(Vibiznews - Banking) Bank Mutiara berhasil meraup Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 5,94 triliun hingga November 2010. Angka tersebut berarti meningkat hingga 35% dibandingkan DPR per akhir Desember 2009 yang sebesar Rp 8,03 triliun. Sementara total aset perseroan telah mencapai Rp 9,31 triliun, tumbuh sebesar 23,6% dari posisi akhir 2009 sebesar Rp 7,53 triliun.
"Peningkatan aset tersebut terutama dipicu oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) serta pertumbuhan kredit," jelas Dirut Bank Mutiara, Maryono dalam siaran persnya, Jumat (28/1/2011).
Masalah DPK Bank Mutiara yang melonjak tajam itu sebelumnya sempat menjadi kritikan dari kalangan DPR. Para anggota DPR terheran-heran mengapa bank Mutiara bisa meraup DPK yang besar dalam kurun waktu setahun terakhir.
Untuk fungsi intermediasi perbankan juga berjalan positif, terlihat dari peningkatan pengucuran kredit pada November 2010 telah mencapai Rp 5,79 triliun, tumbuh 19,2% dari akhir 2009 sebesar Rp 4,86 triliun.
Maryono menambahkan, kendati melakukan ekspansi usaha, pengucuran kredit yang dilakukan akan tetap mengedepankan asas-asas prudential banking. Hal itu tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) yang per akhir November 2010 berada di posisi 4,33% (nett). Posisi NPL ini jauh lebih baik dibanding akhir 2009 di level 9,55%.
Dari sisi pendapatan bunga bersih pada November 2010 sebesar Rp 132 miliar meningkat 62,76% dari akhir 2009 sebesar Rp 81,1 miliar.
"Tahun ini, manajemen Bank Mutiara berupaya meningkatkan pendapatan dari operasional, sehingga dapat meningkatkan total asetnya yang saat ini telah mencapai Rp 10,7 triliun," jelas Maryono.
Kerjasama KPR
Bank Mutiara dan PT Perdana Gapuraprima Tbk hari ini menandatangani kerjasama, dimana Bank Mutiara akan memberikan pembiayaan kredit kepemilikan rumah dan apartemen (KPR dan KPA) untuk seluruh proyek properti Gapuraprima Group yang tersebar diberbagai wilayah Indonesia, seperti di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung dan Bali.
"Kerjasama dengan Gapuraprima Grup ini merupakan momentum penting bagi kami, karena menunjukkan semakin pulihnya kepercayaan dunia usaha ke Bank Mutiara. Kami berharap dapat terus melakukan kerja sama inovatif di masa mendatang," jelas Maryono.
Maryono menambahkan, kredit pemilikan rumah (KPR) akan menjadi fokus kredit konsumer Bank Mutiara pada 2011 dengan target penyaluran kredit sebesar Rp 400 miliar. Lebih lanjut Maryono menjelaskan bahwa fokus bisnis Bank Mutiara dalam penyaluran kredit untuk 2011 masih tetap di segmen ritel.
Untuk mencapai target tersebut, kedepannya Bank Mutiara juga akan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan pengembang properti besar lainnya. Saat ini Bank Mutiara tengah menjajaki rencana kerja sama tersebut.
(as/AS/vbn-dtc) |
Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Berita Terkait :
|
|
|
CORPORATE INFO
Kerjasama Penjaminan Pembiayaan 21 Mei 2012

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini (kiri) dan Direktur Utama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Antonius Chandra S Napitupulu (kanan) disaksikan Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto (tengah) saling bertukar naskah MoU Pengembangan Bisnis di Jakarta, Senin (21/05). Askrindo akan memberikan penjaminan atas pembiayaan yang dilakukan Bank Mandiri, termasuk pembiayaan yang terkait program pemerintah, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Juga, Askrindo akan memanfaatkan produk dan jasa layanan perbankan Bank Mandiri untuk efisiensi operasional perusahaan.(rl/RM/VBN,ant)
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|