| |
|
|
| BANKING & INSURANCE NEWS |
Perbankan Indonesia Harus Kuat Dalam Branding | Selasa, 22 Mei 2012 19:00 WIB
| | | Bank Permata Targetkan Pertumbuhan Kredit ke Industri Tahan Krisis | Selasa, 22 Mei 2012 18:00 WIB
| | | Citibank Disomasi Bos Femina | Selasa, 22 Mei 2012 16:00 WIB
| | | Pelajaran Bagi Perusahaan dari Peristiwa Jatuhnya Sukhoi | Senin, 21 Mei 2012 18:50 WIB
| | | 3 Aspek Penting Dalam Memilih Asuransi Jiwa | Senin, 21 Mei 2012 18:30 WIB
| | | 80% Masyarakat Indonesia Tak Kenal Asuransi | Senin, 21 Mei 2012 18:25 WIB
| | | CIMB Niaga Bukukan Kredit Perbankan Komersial Rp 47,43 Triliun | Minggu, 20 Mei 2012 22:00 WIB
| | | Banyak Korban Sukhoi Tak Didaftarkan Sebagai Anggota Jamsostek | Sabtu, 19 Mei 2012 14:30 WIB
| | | Jamsostek Keluarkan Nilai Santunan Rp 7,5 Miliar Bagi 12 Korban Sukhoi | Sabtu, 19 Mei 2012 13:30 WIB
| | | BI Batasi Bank Beri Hadiah Kepada Nasabah | Sabtu, 19 Mei 2012 13:00 WIB
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|
| Hasil Investigasi Lanjutan Audit Forensik Bank Century |
Jumat, 23 Desember 2011 16:12 WIB
|
(Vibiznews-Banking&Insurance) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan temuan baru terkait seluruh transaksi mencurigakan sebelum dan sesudah Bank Century diambil alih Lembaga Penjaman Simpanan (LPS).
Ketua BPK Hadi Poernomo menyebutkan sasaran pemeriksaan investigasi lanjutan atas kasus PT Bank Century, Tbk meliputi seluruh transaksi mencurigakan sebelum dan sesudah Bank Century diambil alih LPS.
Antara lain, transaksi surat-surat berharga (SSB), transaksi pemberian kredit, transaksi Letter of Credit (L/C), transaksi biaya operasional dan kas valas, transaksi terkait PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia (PT ADI), transaksi dana pihak ketiga terafiliasi, dan transaksi dana pihak ketiga yang tidak terafiliasi.
"Hasil penggunaan dana penyertaan modal sementara (PMS) yang diterima Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun sampai dengan posisi 10 Agustus 2009, saat pencatatan status Bank Century sebagai bank dalam pengawasan khusus," ujarnya dalam jumpa pers di DPR RI, Jakarta, Jumat (23/12/2011).
Dari laporan audit forensik BPK terdapat 8 poin dan 14 temuan dari hasil pemeriksaan BPK tersebut. Antara lain :
1. Transaksi Surat-Surat Berharga
• Temuan 1 : Dana hasil penjualan US Treasury Strips BC sebesar US$ 29,77 Juta digelapkan FGAH (sdr HAW dan sdr RAR)
• Temuan 2 : Dana hasil penualan SSB sebesar US$ 7 juta dijadikan deposito PT AI di BC
• Temuan 3 : SSB yang diperjanjikan dalam skema AMA sebesar US$ 163,48 juta telah jatuh tempo namun tidak dapat dicairkan
2. Transaksi Kredit
• Temuan 4 : Dana hasil pencairan kredit pada 11 Debitur tidak digunakan sesuai tujuan kredit
• Temuan 5 : Hasil penjualan jaminan kredit oleh PT TNS sebesar Rp 58,31 miliar tidak disetor ke BC
3. Transaksi L/C
• Temuan 6 : Pencairan margin deposit jaminan beberapa debitur L/C jatuh tempo untuk keperluan diluar kewajiban akseptasi tidak sesuai ketentuan
4. Transaksi Biaya Operasional dan Kas Valas
• Temuan 7 : Sdri DT menutup hutang pengelolaan dana sebesar US$ 18 juta dengan deposito milik BS nasabah BC
• Temuan 8 : Sebagian dana valas yang diduga digelapkan oleh sdri DT mengalir kepada sdr ZEM di tahun 2008 sebesar US$ 391.110
5. Transaksi DPK Terafiliasi
• Temuan 9 : Aliran dana dari PT CBI (DPK Terafiliasi) kepada sdr BM
• Temuan 10. Penambahan rekening PT ADI di BC sebesar Rp 23 miliar tanpa ada aliran dana masuk BC
6. Transaksi DPK Tidak Terafiliasi
• Temuan 11 : Pemberian cashback sebagai kickback kepada BUMN/BUMD/Yayasan
• Temuan 12 : Transaksi penukaran valas dan penyetoran hasil penukaran valas sdr HEW dan sdri SKS tidak wajar
7. Transaksi Terkait PT ADI
• Temuan 13 : Aliran dana BC sebesar Rp 468,92 miliar kepada PT ADI dan nasabah PT ADI merugikan BC dan membebani PMS
• Temuan 14 : Permasalahan sdr SS dan Sdri SL ke PT MNP
8. Temuan lain-lain : Aliran dana sdr SS dan sdri SL ke PT MNP
(ude/UDE/dtc-vbn) |
Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Berita Terkait :
|
|
|
CORPORATE INFO
Kerjasama Penjaminan Pembiayaan 21 Mei 2012

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini (kiri) dan Direktur Utama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Antonius Chandra S Napitupulu (kanan) disaksikan Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto (tengah) saling bertukar naskah MoU Pengembangan Bisnis di Jakarta, Senin (21/05). Askrindo akan memberikan penjaminan atas pembiayaan yang dilakukan Bank Mandiri, termasuk pembiayaan yang terkait program pemerintah, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Juga, Askrindo akan memanfaatkan produk dan jasa layanan perbankan Bank Mandiri untuk efisiensi operasional perusahaan.(rl/RM/VBN,ant)
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|