HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL PROPERTY
 
 BANKING & INSURANCE NEWS

Perbankan Indonesia Harus Kuat Dalam Branding
Selasa, 22 Mei 2012 19:00 WIB
 

Bank Permata Targetkan Pertumbuhan Kredit ke Industri Tahan Krisis
Selasa, 22 Mei 2012 18:00 WIB
 

Citibank Disomasi Bos Femina
Selasa, 22 Mei 2012 16:00 WIB
 

Pelajaran Bagi Perusahaan dari Peristiwa Jatuhnya Sukhoi
Senin, 21 Mei 2012 18:50 WIB
 

3 Aspek Penting Dalam Memilih Asuransi Jiwa
Senin, 21 Mei 2012 18:30 WIB
 

80% Masyarakat Indonesia Tak Kenal Asuransi
Senin, 21 Mei 2012 18:25 WIB
 

CIMB Niaga Bukukan Kredit Perbankan Komersial Rp 47,43 Triliun
Minggu, 20 Mei 2012 22:00 WIB
 

Banyak Korban Sukhoi Tak Didaftarkan Sebagai Anggota Jamsostek
Sabtu, 19 Mei 2012 14:30 WIB
 

Jamsostek Keluarkan Nilai Santunan Rp 7,5 Miliar Bagi 12 Korban Sukhoi
Sabtu, 19 Mei 2012 13:30 WIB
 

BI Batasi Bank Beri Hadiah Kepada Nasabah
Sabtu, 19 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Challenges and Opportunities in Indonesia Banking 2012
Kamis, 02 Februari 2012 16:50 WIB

(Vibiznews-Banking), Jakarta(02/02), BNI bersama The Internasional Finance Corporation (IFC) dan Indonesia Netherlands Association(INA) menggelar BNI Seminar and Indonesia Netherlands Association(INA) menggelar BNI Seminar and Workshop ‘‘Challenges and Opportunities in Indonesia Banking 2012”.

Indonesia memiliki peran yang semakin strategis dalam kancah perekonomian global selama beberapa tahun terakhir. Peran tersebut tidak terlepas dari posisi Indonesia dalam dinamika regional dan global, karena secara geografis Indonesia terletak di jantung pertumbuhan ekonomi dunia yaitu Kawasan Timur Asia yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata kawasan lain di dunia.

Kawasan Timur Asia dewasa ini dikenal sebagai pusat gravitasi perekonomian global yang dimotori oleh negara RRC,India dan Indonesia.
Krisis global pada tahun 2008-2009 yang lalu berdampak signifikan terhadap berbagai negara. Namun demikian 3 negara tersebut relatif tidak terpengaruh oleh ‘perlambatan perekonomian global’ pada periode tersebut. Bahkan dalam banyak hal kinerja perekonomian mengalami peningkatan. Ketiga Negara Asia tersebut dalam 10 tahun terakhir bahkan memiliki GDP YoY(year on year) yang selalu positif dan tidak terjadi pada negara-negara lain. Ketangguhan perekonomian pada ketiga negara tersebut juga merupakan potensi pasar uang.

Di sisi lain konsekwensi dari akan diterapkannya’Komunitas Ekonomi ASEAN’ dan terdapatnya ACFTA(Asean-China Free Trade Area), mengharuskan Indonesia meningkatkan daya saingnya guna mendapatkan manfaat dari integrasi ekonomi tersebut. Meskipun memiliki peran yang cukup penting dalam konstelasi global, Indonesia menghadapi sejumlah tantangan diantaranya adalah terbatasnya kemampuan pemerintah pusat maupun daerah dalam mengelola potensi sumber dayanya. Pertisipasi dari dunia usaha adalah solusi alternatif untuk meleverage pembangunan berkelanjutan di Indonesia(sustainable development).

“Indonesia mendukung pembangunan berkelanjutan antara lain melalui kebijakan pro growth, pro poor, pro job and pro environment,’ kata Gatot M Suwondo, Direktur Utama BNI. Kebijakan tersebut ditempuh untuk mengharmonisasikan pembangunan ekonomi (profit) dengan kelestarian alam(planet) serta pemberdayaan masyarakat (people), dikenal dengan konsep Triple Bottom Line(3P). Artinya pembangunan berkelanjutan di Indonesia dilakukan dengan menerapkan konsep’Geen Economy’ yaitu pembangunan yang berorientasi jangka panjang untuk menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan pemberdayan masyarakat dan pengelolaan lingkungan.

Salah satu sektor yang memegang peranan strategis dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah perbankan. Namun demikian, perbankan nasional saat ini belum berkontribusi optimal diantaranya karena belum adanya regulasi atau peraturan yang mendorong agar sustainable investment termasuk didalamnya adalah investasi ramah lingkungan dapat tumbuh cepat.

Gatot menambahkan “BNI adalah salah satu bank besar di Indonesia yang saat ini sedang berada dalam memomentum pertumbuhan yang mengesankan. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja BNI diantaranya adalah perubahan paradigm untuk lebih mengoptimalkan ethical business(bisnis beretika) atau bisnis yang bertanggungjawab yang mengacu pada UNPRI(United Nation Principles for Responsible Investment) yaitu kepedulian terhadap lingkungan(environment), masyarakat(social) dan aspek tata kelola yang baik (governance) dikenal dengan prinsip ESG(environtment, social and government).”
Sebagai entity bisnis, dalam beberapa tahun terakhir BNI telah melakukan harmonisasi antara bisnis dengan dengan faktor pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan baik melalui pendekatan bisnis(dana, kredit dan jasa perbankan) maupun non bisnis(PKKBL/CSR). Dunia luar juga melegitimasikan peran BNI dalam hal kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat antara lain sebagai perbankan nasional pertama yang menjadi anggota UNEP FI(United Nation Environment Program for Finance Intiative) dan sekaligus ditunjuk menjadi salah satu Global Steering Committee UNEP FI, dipercaya sebagai bank penyalur pinjaman lunak untuk lingkungan dari beberapa lembaga dunia seperti skim pollution abatement eguipment dari Japan Bank dan Kreditanstalt fuer Wiederaufbau(KfW) Frankfrut,Jerman, serta dipercaya menjadi Official bank pada the World Ocean Conference dan Official bank di UNFCCC(United Nations for Climate Change Conference) di Bali.

Melalui seminar dan workshop yang akan mengupas ‘tantangan dan peluang bagi perbankan Indonesia 2012’ , kerjasama dengan IFC dan Finansial Access diharapkan mampu memberi kontribusi bagi perbankan Indonesia untuk menjadi sustainable banking yaitu perbankan yang mempu mengelola tantangan(challenges) menjadi peluang (opportunities) bisnis dengan cara bertanggung jawab(responsible business). Dalam event tersebut perbankan nasional juga dapat berbagi pengalaman (experience sharing) dan benchmarking atas upaya perbankan global unutk meredam gejolak krisis Eropa maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan(principles of sustainability) di industry perbankan.


(Asido Situmorang/AS/VBN)




Link :
Investment Portfolio Academy
I I I

Bookmark and Share

Berita Terkait :






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Kerjasama Penjaminan Pembiayaan
21 Mei 2012



Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini (kiri) dan Direktur Utama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Antonius Chandra S Napitupulu (kanan) disaksikan Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto (tengah) saling bertukar naskah MoU Pengembangan Bisnis di Jakarta, Senin (21/05). Askrindo akan memberikan penjaminan atas pembiayaan yang dilakukan Bank Mandiri, termasuk pembiayaan yang terkait program pemerintah, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Juga, Askrindo akan memanfaatkan produk dan jasa layanan perbankan Bank Mandiri untuk efisiensi operasional perusahaan.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1