HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 BUSINESS NEWS

Lima Brand yang Paling Disukai di Seluruh Dunia
Selasa, 22 Mei 2012 20:24 WIB
 

IPO Facebook Hanya Histeria Sesaat, Kurang Mengesankan
Senin, 21 Mei 2012 14:55 WIB
 

Cina Beri Lampu Hijau, Jalan Google Mengakuisisi Motorola Sejengkal Lagi
Minggu, 20 Mei 2012 23:00 WIB
 

Hatta Rajasa Mengaku Diancam Terkait Larangan Ekspor Tambang
Sabtu, 19 Mei 2012 17:00 WIB
 

Harga Bungalow dan Kondominium di Singapura Mencapai Rp 800 Miliar
Jumat, 18 Mei 2012 11:00 WIB
 

Sepuluh Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Kamis, 17 Mei 2012 18:37 WIB
 

Para Ibu Paling Berkuasa di Dunia
Rabu, 16 Mei 2012 11:40 WIB
 

Para Investor Kelas Kakap Dibalik Kesuksesan Facebook
Selasa, 15 Mei 2012 20:45 WIB
 

China-Japan-Korea Bersatu, Bangun Kerjasama Ekonomi Kawasan
Senin, 14 Mei 2012 20:54 WIB
 

2025, Perekonomian Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia
Minggu, 13 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
"Perang Pendapat" dan Lobi-lobi Bisnis Penuhi Pertemuan Davos Tahun Ini
Senin, 30 Januari 2012 17:22 WIB

(Vibiznews – Business) – Setelah lima hari berjalan, World Economic Forum akhirnya kemarin ditutup. Pertemuan rutin tahunan ini terbilang cukup menyita perhatian banyak pihak. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, pada tahun ini pertemuan yang juga disebut sebagai pertemuan Davos ini mengandung tujuan dan strategi yang didominasi oleh para pemimpin negara terutama negara-negara Eropa dan juga para pemimpin korporasi. Ditengah berlangsungnya krisis yang terjadi di Eropa, pertemuan Davos menjadi salah satu ajang pencarian solusi dan juga kebijakan lanjutan terhadap pemulihan ekonomi kawasan ini.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi ajang pertemuan terbatas bagi para pemimpin negara dengan para pemimpin korporasi guna mencari kesepakatan-kesepakatan tertentu di bidang bisnis. Kondisi tersebut dapat terlihat jelas dimana Kanselir Jerman, Angela Merkel melakukan pendekatan-pendekatan kepada para CEO perusahaan besar dunia guna melakukan sebuah kebijakan investasi di kawasan Eropa.

Kondisi lainnya juga dapat dilihat bahwa IMF yang diwakili oleh Direkturnya yaitu Christine Lagarde menyatakan bahwa pihaknya memanfaatkan pertemuan Davos sebagai wahana untuk menjelaskan bahwa pihaknya masih tetap berkomiymen bagi upaya pemulihan ekonomi Eropa. Rencana proposal bail out sebesar 500 miliar dollar dinilai akan masih berlanjut meski pihak Uni Eropa masih belum menentukan sebuah keputusan.

Perbedaan Pendapat di Uni Eropa

Dalam pertemuan Davos kali ini pula publik diperlihatkan mulai adanya perbedaan pendapat antara beberapa pemimpin negara di Eropa. Angela Merkel yang menjadi sorotan di pertemuan kali ini cukup sentral menyita perhatian media. Merkel dinilai cukup keras dalam menjaga pendapatnya mengenai upaya penyelamatan ekonomi Eropa tanpa adanya sebuah kebijakan hutan lanjutan dari IMF.

Ia lebih mengedepankan kepada pendekatan bagi penguatan performa sektor bisnis sebagai penyelamat yang tidak memiliki resiko dibanding memberikan hutang baru kepada negara-negara yang sedang mengalami krisis. Sehingga negara yang sedang mengalami krisis seperti Yunani tidak akan mengalami beban hutang yang semakin besar dan juga lebih fokus untuk menyelesaikan tunggakan hutang luar negerinya. Pernyataan tersebut berseberangan dengan Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy yang menganggap bahwa kebijakan bail out berbentuk dana likuid masih cukup diperlukan untuk membantu sektor finansial di negara-negara yang sedang mengalami krisis.

Di lain pihak, Bank Sentral Eropa justru menjadikan pertemuan Davos sebagai wahana komunikasi dengan sektor bisnis bahwa bank sentral tidak akan lepas tangan sampai ekonomi Eropa kembali pulih. Kebijakan pemberian bantuan perbankan Eropa sebesar 489 miliar euro dalam tiga tahun kedepan menjadi sebuah “angin segar’ bagi sektor perbankan di Eropa. Kebijakan tersebut memperoleh apresiasi daro Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick.

Optimisme Delegasi Indonesia

Ditengah semaraknya aktifitas para wakil negara Eropa dan CEO perusahaan besar, delegasi asal Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan cukup optimis pertemuan Davos dapat menjadi wahana yang penting bagi perekonomian Indonesia. Status “investment grade” yang mengalami kenaikan disambut baik dan optimis bagi delegasi negara lainnya yang yakin bahwa perekonomian Indonesia memiliki prospek yang positif. Menurut Mari Elka Pangestu, pertemuan Davos merupakan forum yang sangat penting dan sambutan yang positif yang ada menimbulkan sikap yang optimis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya. Sedangkan Gita Wirjawan mengambil manfaat bahwa pertemuan ini memiliki manfaat yang strategis bagi perusahaan dan negara-negara untuk meningkatkan performa bisnis. Di pertemuan Davos tahun ini, delegasi Indonesia mengusung tema Remarkable Indonesia dan memfokuskan kepada promosi sumber daya alam Indonesia, sektor kuliner, keindahan alam dan ekonomi kreatif. Perwakilan delegasi Indonesia juga diisi perwakilan dari beberapa perusahaan BUMN dan swasta terkemuka seperti Bank Mandiri, Garuda Indonesia, Astra International dan Indika Energy.


(Joko Praytno/JP/vbn)
Foto : unmultimedia.org





Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Bookmark and Share






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Perdagangan Indonesia dan Kazakhstan
21 Mei 2012



Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menperin MS. Hidayat (kanan) menyerahkan cenderamata buku berisi tenunan asli Indonesia kepada Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagagan Kazakhstan Sagintayev Bakytzhan Abdirovich (kiri) usai pertemuan mereka di Astana, Kazakhstan, Senin (21/05). Kazakhstan merupakan negara penghasil gandum dan minyak siap bekerjasama dengan Indonesia terutama menyangkut perdagangan kedua negara.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1