HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 BUSINESS NEWS

Lima Brand yang Paling Disukai di Seluruh Dunia
Selasa, 22 Mei 2012 20:24 WIB
 

IPO Facebook Hanya Histeria Sesaat, Kurang Mengesankan
Senin, 21 Mei 2012 14:55 WIB
 

Cina Beri Lampu Hijau, Jalan Google Mengakuisisi Motorola Sejengkal Lagi
Minggu, 20 Mei 2012 23:00 WIB
 

Hatta Rajasa Mengaku Diancam Terkait Larangan Ekspor Tambang
Sabtu, 19 Mei 2012 17:00 WIB
 

Harga Bungalow dan Kondominium di Singapura Mencapai Rp 800 Miliar
Jumat, 18 Mei 2012 11:00 WIB
 

Sepuluh Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Kamis, 17 Mei 2012 18:37 WIB
 

Para Ibu Paling Berkuasa di Dunia
Rabu, 16 Mei 2012 11:40 WIB
 

Para Investor Kelas Kakap Dibalik Kesuksesan Facebook
Selasa, 15 Mei 2012 20:45 WIB
 

China-Japan-Korea Bersatu, Bangun Kerjasama Ekonomi Kawasan
Senin, 14 Mei 2012 20:54 WIB
 

2025, Perekonomian Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia
Minggu, 13 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Wajah Bisnis Sendai Pasca Tsunami
Jumat, 03 Februari 2012 20:00 WIB

(Vibiznews – Business), Hampir 2 tahun gempa dan tsunami melanda beberapa daerah dan kota di Jepang. Meskipun sudah cukup lama, namun hasil dan akibat bencana tersebut masih bisa dirasakan oleh warga setempat.

Seperti yang terjadi di kota kecil di utara Jepang, Sendai, Kamis (2/2/2012), puing-puing dan rumah-rumah yang hancur masih dalam keadaan pasca terjadi tsunami. Waktu itu, kota kecil berudara cukup dingin itu terkena tsunami dengan ketinggian 3-4 meter.

Sendai juga merupakan kota dengan jumlah korban meninggal dan hilang paling banyak akibat bencana tersebut. Secara nasional, berdasarkan data kepolisian Jepang yang terbaru, jumlah korban meninggal mencapai 15.845, sementara yang hilang sebanyak 3.339 orang.

Menurut warga setempat Hiromi Sato, butuh waktu sekitar satu bulan pasca kejadian untuk mulai membangun kembali kota mereka yang sempat hancur. Sekarang ini sebanyak 600 sukarelawan dari berbagai daerah dan negara membantu kota Sendai supaya kembali menjadi sedia kala.

"Sendai memang menjadi daerah yang paling parah dengan korban terbanyak karena berada hanya 16 mil dari pusat gempa," katanya.

Kota kecil sekitar 600 km ke utara Tokyo tersebut merupakan bagian dari prefektur Miyagi. Sukarelawan yang sekarang berada di area mengerjakan banyak tugas, mulai dari membersihkan puing-puing hingga membantu pembangunan rumah-rumah.

Masih banyaknya salju di area sekitar membuat para sukarelawan kesulitan. Namun, mereka sangat serius membantu pemulihan sehingga salju dan udara dingin tidak terlalu dipikirkan.

Untuk kegiatan bisnis di wilayah tersebut sempat lumpuh selama satu bulan. Saat itu, sama sekali tidak ada listrik dan koneksi komunikasi pula.

"Yang kami lakukan adalah mencari rekan sesama apakah masih hidup, hilang atau bahkan sudah meninggal," kata Kazunari Kimamura, seorang pemilik toko ikan segar di sekitaran Sendai.

Toko miliknya juga habis terendam oleh air bah yang menerjang tiada hentinya. Untungnya, ia bersama anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Namun sayangnya, tidak seluruh karyawan tokonya yang berhasil selamat karena terlambat untuk melakukan evakuasi.

Ia mengaku bisa menyelamatkan diri sebelum tsunami terjadi karena merasakan adanya gempa terlebih dahulu. Instingnya mengatakan ia harus mencari tempat tinggi jika terjadi gempa,terutama jika arahnya dari laut.

Akhirnya ia beserta keluarganya berhasil naik ke atas bukit di belakang rumahnya dengan ketinggian sekitar 20-25 meter. Ia bertahan di sana sampai akhirnya diselamatkan oleh tim relawan bencana.

"Barulah dua bulan kemudian kami bisa membuka toko kembali, saat itu beberapa bisnis orang lain sudah ada yang buka," imbuhnya.

Hal yang sama dikemukakan, Hideaki Masuno, pemilik beberapa toko kue dan roti di seputaran Sendai. Tsunami menghancurkan dua dari toko miliknya di Sendai, juga beberapa toko di sebelahnya.

Untungnya, Hideaki punya satu toko di luar Sendai sehingga bisnisnya tidak benar-benar berhenti. Namun, dua tokonya yang hancur di Sendai sama sekali tidak bisa berbisnis.

"Baru di sekitar bulan Juli akhirnya kami bisa membuka bisnis kembali. Toko kami ini sempat terendam sekitar satu setengah meter untuk beberapa lama," cerita hideaki di tokonya yang sudah dibuka kembali.

Bencana gempa dan tsunami di Jepang tahun lalu tak hanya merenggut banyak korban meninggal dan hilang tetapi juga merusak infrastruktur kota. Selain rumah dan fasilitas umum, bencana itu juga menyapu toko-toko yang menjadi mata pencaharian warga setempat.

Sendai, merupakan sebuah kota kecil di bagian utara Jepang, dengan korban tsunami paling parah, begitu juga dengan tingkat kerusakan terhadap kotanya.

Banyak warga kehilangan pekerjaan dan bisnisnya akibat bencana alam tersebut. Kota tersebut pun sempat lumpuh selama kurang lebih dua bulan. Dalam upayanya bangkit kembali, para pebisnis yang kehilangan tokonya tersebut mulai melirik dunia maya dalam rangka menjajakan produknya.

"Pasca tsunami, kami harus mulai dari awal lagi. Tapi semua orang saling membantu sampai akhirnya bisa kembali normal. Untuk mulai mencari pelanggan baru kami semua mengandalkan penjualan lewat internet," kata Kazunari Kimamura, pemilik toko Minato Marine, Sendai, Jepang, Kamis (2/2/2012).

Dengan tidak adanya toko, ia bersama beberapa pedagang lainnya mencoba melirik jualan lewat internet, yaitu melalui situs ecommerce atau jual beli online bernama Rakuten Ichiba.

Secara perlahan-lahan ia bisa mulai berbisnis seperti sedia kala, bahkan lebih maju dengan meluasnya pelanggan hingga ke seluruh Jepang. Kazunari yang menjual ikan beku hasil tangkapan dari berbagai belahan dunia ini akhirnya bisa menyebarkan produknya hingga ke seluruh Jepang.

Meski demikian, ia belum berniat untuk melakukan ekspor terhadap produknya. Pasalnya, saat ini ia masih berkonsentrasi untuk membangun kembali bisnisnya yang sempat jaya sebelum tsunami.

"Penjualan kami naik setelah berdagang lewat internet. Situs jual beli benar-benar membantu promosi dan pengenalan produk kami," ungkapnya.

Selain itu, Rakuten yang sering mengadakan acara pameran atas para pedagangnya itu memberikan kesempatan untuk memperluas pangsa pasar.

Saat ini, kata Kazunari, berkat bantunan situs belanja online ia memiliki sekitar 600 ribu pelanggan di seluruh Jepang dengan omzet sekitar 40 juta yen atau sekitar Rp 4 miliar per tahun.

Hal serupa juga dialami oleh Hideaki Masuno, pemilik beberapa toko kue dan roti bernama Monsiour Masuno di seputaran sendai. Tsunami telah menghancurkan dua tokonya yang berada di Sendai.

Untungnya, ia memiliki toko ketiga di luar Sendai sehingga bisa sedikit demi sedikit membangun kembali bisnisnya. Sayangnya, jumlah pelanggan semakin menipis karena daerahnya baru saja terkena bencana.

Ia pun memutuskan mencari lebih banyak pelanggan di luar kota melalui jualan di dunia maya. Ia pun ikut menjadi salah satu pedagang di situs belanja online nomor satu di Jepang tersebut.

"Sebelum berjualan online, keuntungan yang kami dapat sangat kecil hanya cukup untuk memperbaiki toko kami yang rusak. Setelah bergabung dengan Rakuten, kini ia punya pelanggan di seluruh Jepang.

Bahkan ia bisa memberikan banyak promosi berupa bebas ongkos kirim dan bonus-bonus lainnya bagi pelanggan. Kini ia punya total lima toko yang beroperasi di beberapa kota di Jepang.

Hideaki mengatakan, tahun lalu ia sudah meraup omzet lebih dari 40 juta yen atau sekitar Rp 4 miliar. Penjualannya dilakukan melalui internet dan toko.

(ns/NS/vbn-dtc)





Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Bookmark and Share






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Perdagangan Indonesia dan Kazakhstan
21 Mei 2012



Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menperin MS. Hidayat (kanan) menyerahkan cenderamata buku berisi tenunan asli Indonesia kepada Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagagan Kazakhstan Sagintayev Bakytzhan Abdirovich (kiri) usai pertemuan mereka di Astana, Kazakhstan, Senin (21/05). Kazakhstan merupakan negara penghasil gandum dan minyak siap bekerjasama dengan Indonesia terutama menyangkut perdagangan kedua negara.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1