HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 BUSINESS NEWS

Lima Brand yang Paling Disukai di Seluruh Dunia
Selasa, 22 Mei 2012 20:24 WIB
 

IPO Facebook Hanya Histeria Sesaat, Kurang Mengesankan
Senin, 21 Mei 2012 14:55 WIB
 

Cina Beri Lampu Hijau, Jalan Google Mengakuisisi Motorola Sejengkal Lagi
Minggu, 20 Mei 2012 23:00 WIB
 

Hatta Rajasa Mengaku Diancam Terkait Larangan Ekspor Tambang
Sabtu, 19 Mei 2012 17:00 WIB
 

Harga Bungalow dan Kondominium di Singapura Mencapai Rp 800 Miliar
Jumat, 18 Mei 2012 11:00 WIB
 

Sepuluh Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Kamis, 17 Mei 2012 18:37 WIB
 

Para Ibu Paling Berkuasa di Dunia
Rabu, 16 Mei 2012 11:40 WIB
 

Para Investor Kelas Kakap Dibalik Kesuksesan Facebook
Selasa, 15 Mei 2012 20:45 WIB
 

China-Japan-Korea Bersatu, Bangun Kerjasama Ekonomi Kawasan
Senin, 14 Mei 2012 20:54 WIB
 

2025, Perekonomian Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia
Minggu, 13 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Potensi Myanmar Menuju Persaingan Ekonomi di Kawasan Asia Tenggara
Senin, 13 Februari 2012 16:41 WIB

(Vibiznews - Business) - Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Asia Tenggara terpantau mengalami perkembangan perekonomian yang cukup pesat. Naiknya pertumbuhan ekonomi berikut pula melimpahnya sumberdaya baik bahan baku industri dan juga tenaga kerja menjadikan kawasan ini cukup dapat dijadikan sebagai tujuan baru bagi para investor global. Selain itu, beberapa negara berkembang juga terus menunjukan potensinya dari segi kapasitas perekonomian. Investor rupanya berpikir untuk menginvestasikan dana di negara-negara baru diluar negara-negara di Asia Tenggara yang telah menjadi favorit investor seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura dan Vietnam. Kini, Laos dan Myanmar (Burma) merupakan negara baru yang ideal untuk dijadikan tujuan investasi.

Sekarang kita akan melihat mengapa Myanmar patut dikatakan sebagai negara baru tujuan investasi. Negara ini sempat dicap sebagai salah satu negara termiskin di kawasan Asia Tenggara. Lambatnya pertumbuhan dan adanya isolasi dari perdagangan bebas menjadikan negara ini sulit untuk berkembang. Namun itu dulu, dalam beberapa tahun terakhir tanda-tanda peningkatan performa dari segi perekonomian mulai terlihat. Beberapa indikator yang menjadikan perekonomian Myanmar menjadi meningkat diantaranya ialah adanya situasi kondusif di segi keamanan dan politik. Pemerintahan junta militer rupanya mulai melunak sehingga membawa iklim politik yang lebih "teduh" bagi seluruh rakyat Myanmar. Beberapa tahanan politik pun dibebaskan, kebebasan pers pun mulai sedikit terlihat dan juga mulai dibukanya "kran" capital inflow sehingga kebijakan ekonomi Myanmar cenderung mendorong adanya "ajakan" bagi korporasi-korporasi asing untuk berinvestasi di negaranya.

Kembali Bangkit Paska Keterpurukan

Jika kita merunut ke belakang, Myanmar (Burma) sempat memiliki nama besar di kawasan Asia terutama pada kurun waktu medio abad 20. Bersama dengan China, Burma kala itu merupakan penguasa sektor pertanian di kawasan Asia. Kini rupanya tanda-tanda kebangkitan tersebut mulai terlihat. Seperti banyaknya negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Myanmar secara garis besar mengandalkan sektor pertanian, dimana 60% lahan di seluruh Myanmar diproyeksikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu tidaklah beralasan bahwa Myanmar diprediksi akan menjadi salah satu pengekspor beras terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Dari segi kelautan, strategisnya letak Myanmar juga memiliki keuntungan dari segi ekspor hasil laut. Berhadapannya teritori pantai dengan Samudera Hindia menjadikan potensi hasil laut Myanmar sangat besar. Di lain sisi, Myanmar juga memiliki potensi dari hasil tambang mengingat negara ini merupakan penghasil dari bahan baku perhiasan seperti permata, safir dan rubi. Banyak korporasi-korporasi besar di sektor perhiasan memiliki kaitan dengan hasil tambang tersebut seperti Bulgari, Tiffany dan Cartier. Dengan upah pekerja yang masih rendah tidak menutup kemungkinan sektor tambang akan semakin berkembang di kemudian hari.

Sektor terakhir yang memiliki prospek besar di Myanmar ialah sektor pariwisata. Faktor alam dan sejarah menjadi indikator bagi para turis untuk datang ke Myanmar. Rata-rata sebanyak 750 ribu orang turis datang tiap tahunnya. Tercatat sebanyak 600 pulau kecil yang eksotis berada di Myanmar dan dapat dijadikan potensi yang baik bagi sektor pariwisata selain banyaknya spot-spot pantai di negara tersebut. Dari segi sejarah, Myanmar juga menawarkan objek pariwisata berbentuk peninggalan masa lampau seperti pagoda dan candi-candi jaman prasejarah.

Dengan prospektifnya potensi sektor-sektor ekonomi di Myanmar tersebut, memberikan informasi bahwa negara ini dapat bersaing dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang sebelumnya telah lebih maju. Sektor pertanian dan industri manufaktur diperkirakan akan menjadi dua sektor unggulan Myanmar untuk dapat berusaha bersaing minimal dengan negara-negara tetangganya seperti Thailand,Laos dan Vietnam. Untuk Thailand sendiri, kedua negara ini memiliki sisi historis tersendiri dan saling berbatasan langsung secara letak geografis. Bukan hanya itu, dari segi populasi, kontur geografis sampai dengan luas wilayah baik Myanmar maupun Thailand hampir memiliki kesamaan. Oleh karena itu, Myanmar dinilai memiliki potensi yang sama pula dengan Thailand. Meski saat ini perbandingan GDP di dua negara tersebut berbeda sangat jauh. Berdasarkan tahun lalu, GDP per kapita Myanmar sebesar $1307, sedangkan Thailand sebesar $9598.

Sedangkan jika dilihat dari letak geografisnya, Myanmar memiliki letak yang strategis dimana terletak ditengah-tengah antara India dan China dan jika kita mengambil radius 700 mil dengan titik tengah kota Mandalay maka akan diperoleh potensi pasar sebesar 700 juta orang. Keuntungan tersebut dinilai sangat potensial. Bahkan Tokyo Stock Exchange menyatakan akan memberikan bantuan kepada pasar saham di Myanmar akan dapat bersaing dengan bursa-bursa saham kawasan.

(Joko Praytno/JP/vbn)
Foto : naciholidays.com, happytellus.com





Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Bookmark and Share






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Perdagangan Indonesia dan Kazakhstan
21 Mei 2012



Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menperin MS. Hidayat (kanan) menyerahkan cenderamata buku berisi tenunan asli Indonesia kepada Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagagan Kazakhstan Sagintayev Bakytzhan Abdirovich (kiri) usai pertemuan mereka di Astana, Kazakhstan, Senin (21/05). Kazakhstan merupakan negara penghasil gandum dan minyak siap bekerjasama dengan Indonesia terutama menyangkut perdagangan kedua negara.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1