HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 BUSINESS NEWS

Lima Brand yang Paling Disukai di Seluruh Dunia
Selasa, 22 Mei 2012 20:24 WIB
 

IPO Facebook Hanya Histeria Sesaat, Kurang Mengesankan
Senin, 21 Mei 2012 14:55 WIB
 

Cina Beri Lampu Hijau, Jalan Google Mengakuisisi Motorola Sejengkal Lagi
Minggu, 20 Mei 2012 23:00 WIB
 

Hatta Rajasa Mengaku Diancam Terkait Larangan Ekspor Tambang
Sabtu, 19 Mei 2012 17:00 WIB
 

Harga Bungalow dan Kondominium di Singapura Mencapai Rp 800 Miliar
Jumat, 18 Mei 2012 11:00 WIB
 

Sepuluh Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Kamis, 17 Mei 2012 18:37 WIB
 

Para Ibu Paling Berkuasa di Dunia
Rabu, 16 Mei 2012 11:40 WIB
 

Para Investor Kelas Kakap Dibalik Kesuksesan Facebook
Selasa, 15 Mei 2012 20:45 WIB
 

China-Japan-Korea Bersatu, Bangun Kerjasama Ekonomi Kawasan
Senin, 14 Mei 2012 20:54 WIB
 

2025, Perekonomian Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia
Minggu, 13 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Asia ‘Terbang’ Menuju Puncak Industri Penerbangan Dunia
Selasa, 14 Februari 2012 14:36 WIB

(Vibiznews – Business) – Industri penerbangan di Asia tampaknya mulai terbang tinggi (14/02). Apabila pertumbuhan yang ada saat ini berlanjut, bandara internasional Beijing tidak lama lagi akan menggantikan bandara internasional Atlanta Hartsfield-Jackson sebagai bandara internasional tersibuk di dunia. Rafael Echevarne, direktur, pengembangan ekonomi dan program di Airport Council International Montreal meyakini bahwa dalam jangka waktu dua tahun Bandara Beijing akan dapat melampaui Atlanta.

Pertumbuhan penumpang di Atlanta sekitar 2% per tahun. Di tahun 2011 lalu diperkirakan jumlah penumpang di bandara ini mencapai angka 90 juta orang. Sementara itu di Beijing pertumbuhan penumpang mencapai angka 13% per tahun, dan di tahun 2011 lalu jumlah penumpang diperkirakan mencapai angka 80 juta orang.

Selama 10 tahun belakangan jumlah penerbangan di antara bandara-bandara terbesar di Asia-Pasifik seperti Hong Kong, Singapura, Seoul/Incheon, Tokyo, Bangkok, Beijing, Guangzhou dan Shanghai, telah mengalami peningkatan eksponensial. Wakil Presiden Senior Airbus Christopher Emerson menyatakan bahwa dalam 10 tahun belakangan ini penerbangan di Asia-Pasifik mengalami pertumbuhan lebih dari 50% dan akan tumbuh sekitar 200% lebih dalam 20 tahun ke depan.

Permintaan Pesawat Terbang di Asia Diprediksi Akan Meningkat Pesat

Potensi pertumbuhan ekonomi yang besar di kawasan Asia-Pasifik akan mengakibatkan tingginya perpindahan penduduk ke kawasan tersebut. Dalam 20 tahun mendatang diramalkan kota-kota besar di Asia-Pasifik akan kebanjiran pendatang. Tingkat pendapatan di kota-kota tersebut juga akan mengalami kenaikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini juga akan mengakibatkan tingginya permintaan terhadap indutri penerbangan di antara kota-kota tersebut, juga di antara kota-kota tersebut dengan kota-kota lain di dunia.

Emerson menyatakan bahwa dengan tingginya populasi dan permintaan jarak tempuh yang makin meningkat, Asia-Pasifik akan membutuhkan lebih banyak jenis pesawat dengan kapasitas dan jarak tempuh tinggi semacam type A350 XWB and A380 dari Airbus.

Randy Tinseth, wakil presiden pemasaran Boeing, juga mengamini Emerson. Menurutnya permintaan pesawat dari perusahaan-perusahaan penerbangan di Asia-Pasifik memang akan mengalami peningkatan. Ia memprediksi baha dalam jangka waktu 20 tahun mendatang Asia-Pasifik akan membeli sejumlah 11,500 pesawat dengan nilai 1.5 triliun dolar. Dengan angka tersebut artinya nantinya Asia-Pasifik akan menjadi kawasan dengan permintaan pesawat terbang terbesar di dunia.

Perusahaan penerbangan Lion Air dari Jakarta pada bulan November 2011 lalu telah memesan 201 pesawat baru jenis Boeing B737 MAX dan 29 pesawat jenis B737-900ERs. Pesanan yang dilakukan oleh Lion Air kepada Boeing tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Sementara itu di bulan Juni lalu Airbus juga kedatangan banyak pesanan dari Air Asia Jakarta. Air Asia Jakarta membeli 200 pesawat A320neo dari Airbus.

Tidak Semua Negara Merupakan Pasar yang Menggiurkan

Pasar penerbangan di Asia-Pasifik diperkirakan akan mengalami pertumbuhan terus di tahun 2012 ini, di atas rata-rata pertumbuhan global. Diperkirakan keuntungan dari perusahaan-perusahaan penerbangan di kawasan ini akan mencapai angka 2.1 miliar dolar tahun ini, lebih besar dibandingkan kawasan lain di dunia.

Akan tetapi tidak semua Negara memiliki pasar yang menguntungkan. Contohnya di India, meskipun pertumbuhan jumlah penumpang per tahun mencapai angka 15%, banyaknya persaingan di industry ini membuat margin keuntungan masing-masing perusahaan menjadi sangat tipis. Di awal tahun 2012 ini ada Sembilan perusahaan penerbangan yang memperebutkan rute Mumbai-Delhi. Perusahaan yang mematok harga rendah seperti JetLite, Kingfisher dan SpiceJet melaporkan kerugian bersih di kuartal keempat lalu di tengah tingginya harga bahan bakar dan perang harga di antara perusahaan-perusahaan tersebut.

Sementara itu pasar Jepang juga dinilai tidak menarik. Pasar dalam negeri Jepang yang masih belum pulih sepenuhnya dari dampak paskabencana alam gempa dan tsunami mengakibatkan potensi keuntungan dari Negara tersebut masih relative kecil.

Meskipun demikian Asia-Pasifik tetap menjadi pasar industry penerbangan yang paling menarik saat ini. Segitiga Asia Utara yaitu Jepang, China dan Korea Selatan, menawarkan potensi pertumbuhan yang saat ini masih tidak terbatas. Kondisi ini tentunya merupakan kesempatan sekaligus tantangan bagi industry penerbangan.

(Ika Akbarwati/IA/vbn)





Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Bookmark and Share






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Perdagangan Indonesia dan Kazakhstan
21 Mei 2012



Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menperin MS. Hidayat (kanan) menyerahkan cenderamata buku berisi tenunan asli Indonesia kepada Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagagan Kazakhstan Sagintayev Bakytzhan Abdirovich (kiri) usai pertemuan mereka di Astana, Kazakhstan, Senin (21/05). Kazakhstan merupakan negara penghasil gandum dan minyak siap bekerjasama dengan Indonesia terutama menyangkut perdagangan kedua negara.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1