HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 BUSINESS NEWS

Lima Brand yang Paling Disukai di Seluruh Dunia
Selasa, 22 Mei 2012 20:24 WIB
 

IPO Facebook Hanya Histeria Sesaat, Kurang Mengesankan
Senin, 21 Mei 2012 14:55 WIB
 

Cina Beri Lampu Hijau, Jalan Google Mengakuisisi Motorola Sejengkal Lagi
Minggu, 20 Mei 2012 23:00 WIB
 

Hatta Rajasa Mengaku Diancam Terkait Larangan Ekspor Tambang
Sabtu, 19 Mei 2012 17:00 WIB
 

Harga Bungalow dan Kondominium di Singapura Mencapai Rp 800 Miliar
Jumat, 18 Mei 2012 11:00 WIB
 

Sepuluh Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Kamis, 17 Mei 2012 18:37 WIB
 

Para Ibu Paling Berkuasa di Dunia
Rabu, 16 Mei 2012 11:40 WIB
 

Para Investor Kelas Kakap Dibalik Kesuksesan Facebook
Selasa, 15 Mei 2012 20:45 WIB
 

China-Japan-Korea Bersatu, Bangun Kerjasama Ekonomi Kawasan
Senin, 14 Mei 2012 20:54 WIB
 

2025, Perekonomian Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia
Minggu, 13 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Malaysia Jual Sukuk 9,9 Miliar Dollar Guna Sokong Pembangunan Jalur MRT Baru
Rabu, 15 Februari 2012 17:14 WIB

(Vibiznews - Business) - Malaysia rupanya terus meningkatkan performa pelayanan transportasinya. Negara yang memiliki infrastruktur transportasi terbaik di Asia Tenggara ini rupanya tidak mau kewalahan dalam menghadapi peluang kemacetan lalu lintas dan gangguan arus perpindahan penduduk di kota-kota besarnya termasuk ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Hari ini (15/2) realisasi mengenai rencana tersebut diperkirakan akan terwujud setelah pemerintah Malaysia berencana untuk merilis obligasi syariah atau yang dikenal sebagai sukuk senilai 30 miliar ringgit (9,9 miliar dollar) guna memperoleh pendanaan pembangunan jalur kereta lintas kota dan juga intra kota Kuala Lumpur.

Proses penjualan sukuk tersebut dikelola oleh perusahaan BUMN dibawah Kementerian Keuangan Malaysia, Dana Infra Sdn. Sukuk yang akan dirilis nantinya akan memiliki jatuh tempo sampai 15 tahun. Selain merilis sukuk, pemerintah juga akan meminjam dana sebesar 500 juta ringgit kepada sektor perbankan sebagai dan tambahan. Menurut Azhar Abduk Hamid selaku CEO dari Mass Rapid Transit Corp, pihaknya optimis bahwa rencana tersebut akan dapat terpenuhi. Ia sangat mendung program tersebut yang merupakan salah satu dari proyek pembangunan transportasi di Malaysia dalam jangka panjang.

Dana penjualan sukuk ini rencananya akan mendanai pembangunan jalur kereta sepanjang 156 kilometer dan akan mengelilingi kota Kuala Lumpur. Sehingga jalur tersebut dapat mengakomodasi jalur ring road di pinggiran kota yang mayoritas dipenuhi oleh pemukiman penduduk. Diprediksi dalam sehari jalur kereta tersebut dapat mengangkut 2 juta penumpang dan direncanakan selesai pembangunan pada tahun 2016.

Secara keseluruhan, selain proyek ini juga terdapat mega proyek lainnya yang terkait dengan pembangunan infrastruktur transportasi seperti pembangunan jalan, jalur bus dan juga penerangan jalan sampai dengan pembangkit tenaga listrik. Rencana tersebut, baik realisasi dan pendanaannya telah dijalankan oleh pemerintah Malaysia mulai tahun lalu dan diprediksi akan tuntas sampai dengan tahun 2020. Untuk pembangunan jalan, pemerintah Malaysia melalui Dana Infra bekerjasama dengan operator jalan tol, PLUS Bhd, untuk pembangunan jalan tol lintas kota yang telah melalui proses pembangunan sejak bulan Januari lalu.

Untuk periode perilisannya akan dimulai pada kuartal pertama tahun ini dengan rentang waktu tiap kuartal akan dijual senilai 20 - 30 miliar ringgit suku. Azhar juga menyatakan bahwa nantinya dalam penjualan suku akan melibatkan perusahaan rating guna menilai prospek dan kualitas dari sukuk tersebut dengan rating yang ditargetkan akan senilai AAA. Dengan nilai investasi yang cukup baik dan prospektif dari segi keuntungan, sukuk mengenai pendanaan pembangunan infrastruktur transportasi ini diprediksi akan berjalan sukses.

Malaysia Dapat Jadi Acuan

Apa yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia harusnya dapat menjadi tolak ukur bagaimana pemerintah merasa bertanggungjawab terhadap kondisi transportasi yang ada di negaranya. Jika kita bandingkan dengan Indonesia, hal tersebut masih cukup jauh untuk dapat disamakan. Apalagi jika kita melihat problema kemacetan yang masih belum menemukan sebuah solusi yang signifikan. Hadirnya Transjakarta dan perbaikan kualitas jalur KRL Jabodetabek rupanya masih belum dapat sepenuhnya mengatasi kemacetan. Bahkan proyek pembangunan MRT Lebakbulus - Bunderah HI masih belum terealisasi meski diprediksi akan rampung tahun 2016.


(Joko Praytno/JP/vbn)
Foto : freemalaysiatoday.com





Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Bookmark and Share






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Perdagangan Indonesia dan Kazakhstan
21 Mei 2012



Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menperin MS. Hidayat (kanan) menyerahkan cenderamata buku berisi tenunan asli Indonesia kepada Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagagan Kazakhstan Sagintayev Bakytzhan Abdirovich (kiri) usai pertemuan mereka di Astana, Kazakhstan, Senin (21/05). Kazakhstan merupakan negara penghasil gandum dan minyak siap bekerjasama dengan Indonesia terutama menyangkut perdagangan kedua negara.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1