HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 BUSINESS NEWS

Lima Brand yang Paling Disukai di Seluruh Dunia
Selasa, 22 Mei 2012 20:24 WIB
 

IPO Facebook Hanya Histeria Sesaat, Kurang Mengesankan
Senin, 21 Mei 2012 14:55 WIB
 

Cina Beri Lampu Hijau, Jalan Google Mengakuisisi Motorola Sejengkal Lagi
Minggu, 20 Mei 2012 23:00 WIB
 

Hatta Rajasa Mengaku Diancam Terkait Larangan Ekspor Tambang
Sabtu, 19 Mei 2012 17:00 WIB
 

Harga Bungalow dan Kondominium di Singapura Mencapai Rp 800 Miliar
Jumat, 18 Mei 2012 11:00 WIB
 

Sepuluh Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Kamis, 17 Mei 2012 18:37 WIB
 

Para Ibu Paling Berkuasa di Dunia
Rabu, 16 Mei 2012 11:40 WIB
 

Para Investor Kelas Kakap Dibalik Kesuksesan Facebook
Selasa, 15 Mei 2012 20:45 WIB
 

China-Japan-Korea Bersatu, Bangun Kerjasama Ekonomi Kawasan
Senin, 14 Mei 2012 20:54 WIB
 

2025, Perekonomian Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia
Minggu, 13 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Siapa Bakal Gantikan Robert Zoellick; Bisakah Wakil Negara Berkembang?
Kamis, 16 Februari 2012 15:02 WIB

(Vibiznews – Business) – Presiden Bank Dunia Robert Zoellick menyatakan bahwa ia akan mengundurkan diri dari posisinya di lembaga keuangan dunia tersebut pada bulan Juni mendatang (16/02). Kosongnya posisi Presiden Bank Dunia membuat Washington mengincar wakilnya untuk menempati posisi tersebut.

Memang secara tradisi Presiden Bank Dunia selalu dipegang oleh orang berkebangsaan Amerika Serikat, seperti halnya posisi Direktur IMF yang biasa dipegang oleh orang berkebangsaan Eropa.

Negara-negara berkembang telah menyuarakan keinginan agar memiliki peranan yang lebih besar dalam lembaga-lembaga keuangan dunia seperti IMF dan Bank Dunia. Pada pergantian tampuk kepemimpinan IMF lalu beberapa calon bermunculan dari Negara-negara berkembang, dan tampaknya untuk posisi Zoellick ini Negara-negara berkembang juga menaruh minat.

Meskipun Menteri Keuangan AS Timothy Geithner menyatakan bahwa proses pemilihan Presiden Bank Dunia akan dilakukan secara terbuka, akan tetapi tampaknya tekanan dari kongres pada akhirnya akan memastikan bahwa kursi presiden tetap dipegang oleh orang berkebangsaan AS. Peranan kongres AS dalam pembiayaan operasional Bank Dunia tidak dapat diabaikan begitu saja.

Tekanan Reformasi Lembaga Keuangan Dunia Mulai Marak di Negara Berkembang

Kepergian Zoellick memang menyisakan berbagai spekulasi, terutama yang berkaitan dengan kemungkinan dirinya untuk ambil bagian dalam kampanye pemilu Presiden AS yang akan berlangsung tahun ini. Di samping spekulasi mengenai alasan pengunduran dirinya, yang tidak kalah marak adalah spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi penggantinya.

Beberapa nama yang dispekulasikan menjadi pengganti Zoellick adalah Sekertaris Negara AS Hillary Clinton dan mantan penasihat keuangan Gedung Putih Lawrence Summers. Akan tetapi mengenai kemungkinan Hillary menjadi pengganti Zoelick langsung dibantah oleh Departemen Sekretariat Negara AS.

Negara-negara berkembang telah melancarkan kampanye selama beberapa tahun belakangan untuk memecahkan hegemoni AS dan Eropa pada lembaga-lembaga keuangan dunia saat ini. Tahun lalu Negara-negara berkembang mendorong dengan agresif beberapa calon dari Negara berkembang untuk menduduki kursi Direktur IMF – meskipun memang tidak berhasil dan pada akhirnya jatuh ke tangan Eropa melalui Christine Lagarde.

Prestasi Zoellick

Selama menjabat sebagai Presiden Bank Dunia sejak tahun 2007 lalu, Zoellick bias dibilang cukup berprestasi. Di bawah kepemimpinan Zoellick, pinjaman dari Bank Dunia mengalami peningkatan tajam mencapai 44 miliar dolar pada tahun fiscal 2010 dari 13.5 miliar dolar pada tahun fiscal 2008. Kenaikan penyaluran pinjaman ini merupakan jawaban dari pesatnya perkembangan di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin dan Timur Tengah.

Zoellick juga berhasil memperoleh persetujuan untuk meningkatkan sumber daya umum Bank Dunia sebesar 86.2 miliar dolar. Naiknya sumber daya miliki Bank Dunia tersebut merupakan yang pertama kali terjadi dalam lebih dari 2 dekade belakangan. Zoellick juga dikenal dekat dengan Negara-negara berkembang seperti China, Brazil dan lain-lain, sehingga mampu menggerakkan Negara-negara tersebut untuk meningkatkan kontribusinya kepada Bank Dunia.

Meskipun Negara-negara maju sedang mengalami permasalahan keuangan, lobi-lobi yang dilakukan Zoellick ternyata cukup efektif dan mampu menggalang lebih dari 90 miliar dolar untuk mendanai pengembangan ekonomi di Negara-negara miskin.

Zoellick juga dikenal dengan usahanya untuk memodernisasi Bank Dunia. Dalam usahanya tersebut ia memberikan suara yang lebih besar kepada Negara-negara berkembang.

(Ika Akbarwati/IA/vbn)





Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Bookmark and Share






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Perdagangan Indonesia dan Kazakhstan
21 Mei 2012



Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menperin MS. Hidayat (kanan) menyerahkan cenderamata buku berisi tenunan asli Indonesia kepada Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagagan Kazakhstan Sagintayev Bakytzhan Abdirovich (kiri) usai pertemuan mereka di Astana, Kazakhstan, Senin (21/05). Kazakhstan merupakan negara penghasil gandum dan minyak siap bekerjasama dengan Indonesia terutama menyangkut perdagangan kedua negara.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1