HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 BUSINESS NEWS

Lima Brand yang Paling Disukai di Seluruh Dunia
Selasa, 22 Mei 2012 20:24 WIB
 

IPO Facebook Hanya Histeria Sesaat, Kurang Mengesankan
Senin, 21 Mei 2012 14:55 WIB
 

Cina Beri Lampu Hijau, Jalan Google Mengakuisisi Motorola Sejengkal Lagi
Minggu, 20 Mei 2012 23:00 WIB
 

Hatta Rajasa Mengaku Diancam Terkait Larangan Ekspor Tambang
Sabtu, 19 Mei 2012 17:00 WIB
 

Harga Bungalow dan Kondominium di Singapura Mencapai Rp 800 Miliar
Jumat, 18 Mei 2012 11:00 WIB
 

Sepuluh Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Kamis, 17 Mei 2012 18:37 WIB
 

Para Ibu Paling Berkuasa di Dunia
Rabu, 16 Mei 2012 11:40 WIB
 

Para Investor Kelas Kakap Dibalik Kesuksesan Facebook
Selasa, 15 Mei 2012 20:45 WIB
 

China-Japan-Korea Bersatu, Bangun Kerjasama Ekonomi Kawasan
Senin, 14 Mei 2012 20:54 WIB
 

2025, Perekonomian Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia
Minggu, 13 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Penangkapan Direksi Olympus, Akhir Skandal Terbesar Perusahaan Jepang
Jumat, 17 Februari 2012 20:30 WIB

(Vibiznews-Business), Empat bulan setelah skandal terbesar perusahaan Jepang, polisi dan jaksa pada Kamis menangkap tujuh orang, termasuk mantan presiden Olympus Corp dan mantan bankir atas perannya dalam penipuan akutansi 1,7 miliar dolar di perusahaan pembuat kamera dan peralatan kesehatan itu.

Jaksa Tokyo menangkap para mantan eksekutif Olympus, di antaranya mantan presiden direktur Tsuyoshi Kikukawa, mantan wakil presiden eksekutif Hisashi Mori, dan mantan auditor Hideo Yamada atas dugaan melanggar Hukum Instrumen Keuangan dan Pertukaran.

Juga mantan bankir Akio Nakagawa dan Nobumasa Yokoo dan dua orang lainnya yang dicurigai membantu menyembunyikan kerugian investasi besar melalui kesepakatan M&A yang kompleks, kata laporan Reuters yang bersumber dari para pejabat di Jepang.

Tiga mantan eksekutif, telah diidentifikasi oleh panel investigasi yang ditugaskan oleh Olympus, sebagai yang berperan utama dalam penipuan, berusaha menunda penghitungan dari investasi berisiko yang dilakukan pada akhir 1980-an.

Menurut kantor Kejaksaan, ketujuh orang itu dianggap berkonspirasi menyembunyikan kerugian di neraca keuangan Olympus. Mereka melaporkan aset netto Olympus secara konsolidasi mencapai 344,871 miliar yen (US$ 4,4 miliar) untuk tahun fiskal 2006, padahal mestinya hanya 233,737 miliar yen.

Mereka juga membuat laporan palsu untuk keuangan tahun 2007, dengan melaporkan aset netto sebesar 367,876 miliar yen, menutupi nilai sesungguhnya yang hanya 254,246 miliar yen.

Jaksa akan terus melanjutkan penyelidikan dan menggeledah berbagai lokasi yang terkait kasus tersebut, termasuk rumah Kikukawa. Menurut stasiun TV Asahi, ketiga pejabat Olympus telah mengaku kepada jaksa tentang keterlibatannya dalam memalsukan laporan keuangan.

"Kami akan terus bekerjasama penuh dengan pejabat-pejabat terkait untuk fakta-fakta yang belum ter-cover," ujar juru bicara Olympus seperti dikutip dari AFP, Kamis (16/2/2012).

Olympus, produsen kamera asal Jepang sebelumnya mengaku telah menyembunyikan kerugian investasi di perusahaan sekuritas selama puluhan tahun atau sejak era 1980-an. Selama ini, Olympus menutupi kerugiannya dengan menyelewengkan dana akuisisi.

Skandal itu terungkap pada Oktober tahun lalu oleh CEO saat itu Michael Woodford, yang kemudian dipecat oleh dewan direksi Olympus setelah mempertanyakan kesepakatan membingungkan dalam investasi M&A. Kesepakatan itu kemudian ditemukan telah digunakan untuk menyembunyikan kerugian.

Penangkapan datang ketika investor fokus pada siapa yang akan menjalankan perusahaan ketika manajemen mereka mundur pada pertemuan pemegang saham 20 April mendatang, dan apakah Olympus akan mencari suntikan modal untuk memperbaiki neracanya.

Pada rapat pemegang saham April mendatang, setidaknya enam dari 11 anggota dewan direksi, termasuk presiden direktur saat ini Shuichi Takayama, akan mengundurkan diri.

Penggantinya kemungkinan salah satu dari tiga anggota direksi yang oleh panel dikatakan tidak bertanggung jawab atas skandal itu--Masataka Suzuki, Kazuhiro Watanabe, dan Shinichi Nishigaki--.

Tahun lalu, panel investigasi menemukan Kikukawa, Mori, dan Yamada telah memainkan peran utama dalam skema 13-tahun menyembunyikan kerugian.

Panel mengatakan tidak menemukan bukti keterlibatan kejahatan terorganisir, ditengah spekulasi bahwa gangster "yakuza"--entah bagaimana--terlibat dalam skema menutup-nutupi.

Juru bicara Olympus mengatakan, perusahaan akan bekerja penuh dengan otoritas investigasi. Masalah itu juga di bawah penyelidikan badan penegak hukum di Jepang, Ingris, dan Amerika Serikat.

Rumah kondominium Kikukawa yang berada di 20 lokasi disita kejaksaan pada Desember tahun lalu. Kikukawa, yang mengambil alih sebagai presiden pada 2001, dilaporkan mengetahui detil skandal itu.

Nakagawa, yang memulai karir perbankan di Nomura Securities, seorang anggota pendiri grup Axes, yang telah menerima fee 687 juta dolar sebagai penasihat untuk akuisisi perusahaan peralatan kesehatan Inggris, Gyrus, oleh Olympus.

Olympus memperkirakan kerugian setahun terakhir--di mana tahun fiskalnya berakhir Maret mendatang--sebesar 410 juta dolar karena jatuhnya bisnis kamera, tetapi bisnis inti endoscope tidak terpengaruh dengan skandal itu.

Saham Olympus sekarang ini diperkirakan hanya bernilai sekitar 4,5 miliar dolar, terpangkas separuh dari nilai sebelumnya, setelah skandal itu terungkap.


(ns/NS/vbn-dtc,ant)





Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Bookmark and Share






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Perdagangan Indonesia dan Kazakhstan
21 Mei 2012



Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menperin MS. Hidayat (kanan) menyerahkan cenderamata buku berisi tenunan asli Indonesia kepada Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagagan Kazakhstan Sagintayev Bakytzhan Abdirovich (kiri) usai pertemuan mereka di Astana, Kazakhstan, Senin (21/05). Kazakhstan merupakan negara penghasil gandum dan minyak siap bekerjasama dengan Indonesia terutama menyangkut perdagangan kedua negara.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1