HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 BUSINESS NEWS

Lima Brand yang Paling Disukai di Seluruh Dunia
Selasa, 22 Mei 2012 20:24 WIB
 

IPO Facebook Hanya Histeria Sesaat, Kurang Mengesankan
Senin, 21 Mei 2012 14:55 WIB
 

Cina Beri Lampu Hijau, Jalan Google Mengakuisisi Motorola Sejengkal Lagi
Minggu, 20 Mei 2012 23:00 WIB
 

Hatta Rajasa Mengaku Diancam Terkait Larangan Ekspor Tambang
Sabtu, 19 Mei 2012 17:00 WIB
 

Harga Bungalow dan Kondominium di Singapura Mencapai Rp 800 Miliar
Jumat, 18 Mei 2012 11:00 WIB
 

Sepuluh Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Kamis, 17 Mei 2012 18:37 WIB
 

Para Ibu Paling Berkuasa di Dunia
Rabu, 16 Mei 2012 11:40 WIB
 

Para Investor Kelas Kakap Dibalik Kesuksesan Facebook
Selasa, 15 Mei 2012 20:45 WIB
 

China-Japan-Korea Bersatu, Bangun Kerjasama Ekonomi Kawasan
Senin, 14 Mei 2012 20:54 WIB
 

2025, Perekonomian Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia
Minggu, 13 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Jepang dan China Sepakat Bantu Krisis di Eropa
Senin, 20 Februari 2012 23:45 WIB

(Vibiznews – Business) – Seiring dengan gencarnya sentimen mengenai ekspektasi pemberian paket bail out terhadap perekonomian Yunani, para pengamat dan juga pemerhati dunia finansial dihadirkan oleh adanya kabar bahwa Jepang bertekad untuk mengikuti China dalam hal pemberian bantuan finansial terhadap krisis yang melanda di beberapa negara di Eropa. Hal itu diperlihatkan oleh Menteri Keuangan Jepang, Jun Azumi yang menyatakan bahwa pihaknya (Jepang) akan mengikuti langkah China untuk membantu pemulihan ekonomi Eropa. Azumi menyatakan hal tersebut paska pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri China, Wang Qishan kemarin.

Baik pihak China maupun Jepang secara sepakat akan mengajak IMF untuk memfokuskan perhatiannya kepada pemberian bantuan bagi negara-negara di Eropa yang sedang kesulitan finansial dan terbelit hutang. Bentuk kerjasama antara kedua negara memberikan sebuah kabar gembira mengingat kedua negara dikenal saling bersaing baik dari segi ekonomi maupun militer. Sehingga dengan adanya bentuk kerjasama ini menambah situasi yang kondusif di wilayah Asia Timur.

Dalam pertemuannya dengan Wang Qishan, Azumi menyatakan bahwa China dan Jepang telah sepakat untuk menawarkan bantuan sebesar 170 miliar dollar kepada beberapa negara di Eropa termasuk Yunani. Bantuan tersebut rencananya akan dilakukan bertahap sesuai dengan rencana IMF yang akan membagi proses pemberian bantuan pada Yunani. Selain memberikan bantuan, Azumi juga menyatakan bahwa Jepang akan melanjutkan pembelian obligasi di beberapa negara yang sedang mengalami krisis kredit.

Terdapat Misi Kesepakatan Lain

Banyak kalangan menilai bahwa upaya dari Jepang dan China memberikan bantuan kepada Eropa merupakan strategis bisnis terkait dengan adanya keinginan dua negara tersebut untuk membuat perekonomian Eropa kembali positif. Seperti diketahui sebelumnya, Eropa merupakan kawasan utama bagi ekspor produk-produk baik China maupun Jepang.

Namun pada kenyataannya, pertemuan dua tokoh tersebut justru memiliki maksud lain yaitu adanya kerjasama antara kedua belah pihak mengenai adanya rencana Jepang untuk membeli obligasi China senilai 10 miliar dollar. Langkah yang dilakukan oleh Jepang tersebut sebelumnya telah dilakukan oleh Korea Selatan dan Thailand. Selain itu, pertemuan tersebut juga ingin melanjutkan rencana kedua belah pihak untuk terus melanjutkan perdagangan antara kedua belah pihak. Dalam rencana tersebut ada keinginan dimana kedua belah pihak akan menggunakan mata uang yuan dan yen sebagai alat transaksi menggeser keberadaan dollar pada saat ini.

Rencana tersebut bertujuan untuk meningkatkan volume perdagangan dan memudahkan transaksi yang saat ini memberikan kesulitan bagi para pelaku bisnis terutama para kaum eksportir. Meski masih dalam tahap pembahasan di kedua belah pihak, Azumi yakin bahwa hal ini dapat terealisasi mulai tahun ini.

Dengan adanya rencana diatas, sudah barang tentu akan memberikan sentimen yang negatif terhadap dollar maupun AS. Penggunaan mata uang yuan dan yen dalam proses transaksi akan membuat permintaan mata uang AS akan mengalami penurunan. Sedang dipihak Jepang maupun China.


(Joko Praytno/JP/vbn)
Foto : aciers.free.fr, 2space.net





Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Bookmark and Share






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Perdagangan Indonesia dan Kazakhstan
21 Mei 2012



Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menperin MS. Hidayat (kanan) menyerahkan cenderamata buku berisi tenunan asli Indonesia kepada Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagagan Kazakhstan Sagintayev Bakytzhan Abdirovich (kiri) usai pertemuan mereka di Astana, Kazakhstan, Senin (21/05). Kazakhstan merupakan negara penghasil gandum dan minyak siap bekerjasama dengan Indonesia terutama menyangkut perdagangan kedua negara.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1