HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 BUSINESS NEWS

Lima Brand yang Paling Disukai di Seluruh Dunia
Selasa, 22 Mei 2012 20:24 WIB
 

IPO Facebook Hanya Histeria Sesaat, Kurang Mengesankan
Senin, 21 Mei 2012 14:55 WIB
 

Cina Beri Lampu Hijau, Jalan Google Mengakuisisi Motorola Sejengkal Lagi
Minggu, 20 Mei 2012 23:00 WIB
 

Hatta Rajasa Mengaku Diancam Terkait Larangan Ekspor Tambang
Sabtu, 19 Mei 2012 17:00 WIB
 

Harga Bungalow dan Kondominium di Singapura Mencapai Rp 800 Miliar
Jumat, 18 Mei 2012 11:00 WIB
 

Sepuluh Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Kamis, 17 Mei 2012 18:37 WIB
 

Para Ibu Paling Berkuasa di Dunia
Rabu, 16 Mei 2012 11:40 WIB
 

Para Investor Kelas Kakap Dibalik Kesuksesan Facebook
Selasa, 15 Mei 2012 20:45 WIB
 

China-Japan-Korea Bersatu, Bangun Kerjasama Ekonomi Kawasan
Senin, 14 Mei 2012 20:54 WIB
 

2025, Perekonomian Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia
Minggu, 13 Mei 2012 13:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Linsanity: Pebasket Asia ‘Bernilai’ 15 Juta Dolar
Selasa, 21 Februari 2012 14:27 WIB

(Vibiznews – Busines) – Linsanity. Jika Anda seorang penggila basket, sekedar penonton, atau hanya seseorang yang mengenal orang yang menyukai basket, saat ini Anda pasti sudah berkali-kali mendengat istilah Linsanity. Istilah ini merupakan gambaran dari kegilaan dunia terhadap bintang basket Jeremy Lin dari New York Knicks. (21/02)

Bagaikan mimpi, hanya dalam waktu satu minggu point guard New York Knicks Jeremy Lin menjelma dari pemain cadangan menjadi sensai basket internasional. Dan tentu saja, sebagai bintang yang sedang bersinar, perusahaan-perusahaan yang ingin menjadikan Lin sebagai “iklan berjalan” langsung menyerbu pria yang baru berusia 23 tahun ini.

Kisah Jeremy Lin sendiri ibarat kisah klasik Cinderella. Jeremy Lin memulai karirnya di NBA dengan tim summer league Mavericks di Las Vegas tahun 2010. Mavericks ingin mengirim Lin untuk bermain satu musim ke tim D-League mereka Texas Legends, dan menawarkan Lin kontrak satu tahun. Namun, Lin memilih untuk bergabung dengan Warriors yang menawarkan kontrak dua tahun.

Jalan Lin menuju kesuksesan tidak mudah. Ia harus melalui sakit hati karena dibuang oleh tim-tim NBA di awal karirnya. Warriors kemudian melepas Lin, dan Lin pun diambil oleh Rockets. Rockets pun membuang Lin agar bisa mengambil Samuel Dalembert.

New York Knicks Menjadi Awal Perwujudan Mimpi Lin

Di awal musim 2012 ini, Lin diundang untuk bergabung dengan New York Knicks. Lagi-lagi, kemampuan Lin diragukan, sehingga harus ditraining dulu di D-League. Ketika New York Knicks kekurangan point guard, terpaksalah Jeremy Lin diambil dari D-League.

Ternyata, pemain cadangan ini bermain luar biasa, dan mencengangkan pelatih Knicks, Mike D’Antoni. Bermain melawan New Jersey Nets, Lin mencetak 25 points. Lalu Jeremy Lin mendapat kehormatan menjadi starter PG bagi New York Knicks melawan Utah Jazz. Lagi-lagi, 28 point dicetaknya untuk kemenangan Knicks.

Kehadiran Jeremy Lin seolah menggantikan bintang Asia Yao Ming yang pensiun tahun lalu. Memang di NBA masih ada Yi Jianlian yang juga berdarah Asia, dan juga Hameed Hadadi; namun keduanya kurang menunjukkan performa yang bagus.

Jeremy Lin juga bukan pria biasa. Ia adalah salah satu dari segelintir pemain NBA yang juga mencicipi pendidikan di salah satu Universitas Ivy League AS, yaitu di Harvard. Kemampuan untuk dapat masuk ke Harvard sendiri sudah membuktikan bahwa Lin memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni. Bahkan pemain dengan nama asli Shu-How Lin ini tidak sekadar numpang lewat di Harvard. Ia lulus dengan Indeks Prestasi (IP) Kumulatif 3.1 di bidang Ekonomi.

Manusia 15 Juta Dolar

Dengan kesuksesan yang diraih Lin tersebut ia berhasil membawa Knicks memenangi tujuh pertandingan berturut-turut, sehingga dimulailah era Linsanity. Sekarang Jeremy Lin sudah mendapatkan kontrak bergaransi sampai akhir musim 2011-2012 dengan nominal gaji $762,195 per tahun.

Bukan hanya itu saja. Jeremy Lin juga sudah mengantongi kontrak dengan produsen sepatu olah raga Nike. Nike disebut-sebut akan membuat edisi “Linsanity” untuk lini Zoom Hyperfuse 2011-nya. Edisi Linsanity ini akan membawa nama Lin, dengan warna khas New York Knicks.

Forbes mengestimasikan bahwa nama Jeremy Lin saat ini bernilai setidaknya 14-15 juta dolar. Lin juga merupakan “brand” atlet yang memiliki pertumbuhan tercepat saat ini. Artinya perusahaan yang membawa nama Lin dapat dipastikan akan membukukan penjualan besar.Diperkirakan brand "Lin" akan tumbuh menjadi 150 juta dolar di musim 2012-2013.

Jadi, tertarik untuk memakai nama Lin pada produk Anda?

(Ika Akbarwati/IA/vbn)





Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Bookmark and Share






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Perdagangan Indonesia dan Kazakhstan
21 Mei 2012



Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) bersama Menperin MS. Hidayat (kanan) menyerahkan cenderamata buku berisi tenunan asli Indonesia kepada Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagagan Kazakhstan Sagintayev Bakytzhan Abdirovich (kiri) usai pertemuan mereka di Astana, Kazakhstan, Senin (21/05). Kazakhstan merupakan negara penghasil gandum dan minyak siap bekerjasama dengan Indonesia terutama menyangkut perdagangan kedua negara.(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1