HOME FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 ECONOMY NEWS

Indeks Berjangka Asia Pasifik Bergerak Tenang, Emas Lokal Naik
Rabu, 22 Februari 2012 23.16 WIB
 

Ringgit Didesak Dollar AS, Bursa Malaysia Masih Turun Tipis
Rabu, 22 Februari 2012 22.46 WIB
 

Kinerja Sektor Manufaktur Semakin Baik, Perkuat Yuan Cina
Rabu, 22 Februari 2012 20.25 WIB
 

Hang Seng Naik, HKD Lanjut Merayap Terhadap Rupiah
Rabu, 22 Februari 2012 20.11 WIB
 

Bursa Singapura Lesu, SGD Turun
Rabu, 22 Februari 2012 17.26 WIB
 

Isu Swap Utang Yunani pada 12 Maret
Rabu, 22 Februari 2012 16:30 WIB
 

Rupiah Minim Sentimen Positif, Ditutup di Teritori Negatif
Selasa, 21 Februari 2012 23:54 WIB
 

Indeks Berjangka Bursa Asia dan Australia Turun, Emas Naik
Selasa, 21 Februari 2012 23.37 WIB
 

Yuan Desak Mata Uang Utama, Harapkan Pemerintah Cina Perlunak Kredit
Selasa, 21 Februari 2012 21.51 WIB
 

SGD Melemah Terhadap Mata Uang Utama
Selasa, 21 Februari 2012 20.22 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Rupiah Menguat ke 9150
Rabu, 16 Juni 2010 19:55 WIB

(Vibiznews - Economy) - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu sore menguat mencapai Rp9.150 per dolar, karena aksi beli pelaku pasar terhadap mata uang Indonesia itu makin gencar, meski euro terhadap yen dan dolar melemah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar naik menjadi Rp9.150-Rp9.160 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.170-Rp9.180 atau menguat 20 poin.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, mengatakan, kenaikan rupiah hingga mencapai Rp9.150 per dolar sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya, karena kuatnya faktor eksternal yang mendukungnya.

Membaiknya saham-saham Amerika Serikat yang memicu indeks saham di Tokyo menguat hingga mencapai 10.000 poin yang pertama kali sejak 20 Mei lalu, merupakan faktor utama yang memicu rupiah terus menguat, katanya.

Rupiah, menurut dia, kenaikannya dinilai tidak terlalu cepat, karena pelaku pasar masih mencari tempat yang aman bagi investasi selain di yen dan dolar.

Hal ini disebabkan pelaku ingin memperoleh keuntungan yang lebih baik meski pengalihan dananya ke mata uang lain beresiko lebih besar, katanya.





Bookmark and Share






Kredibiltas Dan Reliabilitas Kebijakan Swiss Masih Cukup Baik.
Rabu, 16 Juni 2010 19.13 WIB

(Vibiznews –Economy) - Diturunkannya peringkat kredit Yunani menjadi non-investment grade atau junk oleh Moody’s Investors Service, juga berimbas kepada melemahnya optimisme pelaku pasar terhadap proses recovery di Eropa.

Demikian juga dengan turunnya tingkat keyakinan investor terhadap ekonomi Jerman, memperkuat sentimen negatif tersebut.

Namun demikian hal tersebut justru memperkuat sentimen positif terhadap perekonomian Swiss dimana hal tersebut ditunjukkan oleh menguatnya pergerakan mata uang Franc Swiss terhadap beberapa mata uang utama Eropa lainnya pada perdagangan valuta asing hari ini (16-06).

Ditengah kekalutan atas outlook ekonomi Eropa, kredibilitas dan reliabilitas kebijakan Swiss dinilai masih cukup baik dibandingkan dengan kebijakan di negara-negara Eropa lainnya.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan Franc Swiss pada hari ini secara umum terpantau menunjukkan penguatan terhadap Euro .

Pada pair EUR/CHF perdagangan Franc Swiss dibuka pada kisaran 1.3967 pada pembukaan sesi Asia pagi tadi dan Swissie telah bergerak menguat sekitar 76 poin atau sekitar 0.54%. Franc Swiss diperdagangkan pada kisaran 1.3891.

Sedangkanm terhadap Poundsterling pada perdagangan pasangan mata uang GBP/CHF, setelah dibuka pada kisaran 1.6772 Swissie telah menguat sekitar 49 poin atau sekitar 0.29% dan terpantau bergerak pada kisaran 1.6723


(Indra Yudistira/IYD/vbn)





Bookmark and Share




Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Rekond-Pembangunan Proyek Infrastruktur Panas Bumi
20 Februari 2012



Dirut PT Rekayasa Industri Ali Suharsono (2 kiri), dan (dari ki-ka) Direktur Operasi Alex Dharma Balen, Direktur Usaha Nicke Widyawati dan Direktur Keuangan Hendradi Gunarso berbincang sebelum memberikan keterangan kepada wartawan, di Jakarta, Senin (20/2). Sebagai perusahaan EPC nasional yang telah melaksanakan beragam proyek dalam maupun luar negeri seperti Dayung Grissik milik Conoco Phlilip, EPC 5 Infrastructure Facilities milik Mobil Cepu Limited dan Sabah Ammonia Urea milik Petronas, pada tahun 2012 Rekond akan fokus melakukan pembangunan proyek infrastruktur panas bumi di tanah air. (ns/NS/vbn-ant)



ADVERTISING

Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1