Kurs Euro-Dollar Tertekan Lagi Setelah Kemarin Melonjak ke 2 Minggu Tertinggi

785

Pergerakan mata uang euro Kamis di sesi Asia hari ini terpantau kembali mengalami penurunan terhadap dollar AS (19/3). Euro retreat terhadap rivalnya setelah pada perdagangan kemarin mata uang tersebut mengalami lonjakan hingga mencapai posisi paling tinggi sejak tanggal 5 Maret yang lalu.

FOMC memutuskan untuk membuka pintu untuk membiarkan suku bunga acuan menguat setidaknya mulai bulan Juni mendatang. Meskipun demikian para petinggi bank sentral Amerika Serikat tersebut mengindikasikan bahwa progress kenaikan suku bunga acuan akan berjalan dengan lambat.

Yellen siap untuk keluar dari program pelonggaran moneter paling agresif sepanjang sejarah Fed yang berusia 100 tahun. Pasar tenaga kerja telah berhasil keluar dari kerusakan yang diakibatkan oleh resesi paling buruk sejak tahun 1930-an yang berawal dari krisis subprime di tahun 2007 lalu.

Read more

Ika Akbarwati/VMN/VBN /Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here