Nikkei Pekan Terakhir Maret Terjerembab, Yen Jepang Kembali Terangkat

586

Mengakhiri pekan terakhir bulan Maret ini (27/3) indeks Nikkei harus ditutup dengan memangkas penguatan yang diperoleh pekan sebelumnya. Tekanan saham eksportir imbas dari penguatan Yen Jepang serta kekhawatiran akan deflasi telah memperdalam pelemahan diperdagangan hari ini.

Lihat :  Deflasi Jepang Semakin Mempersulit Gerak Nikkei

Kekhawatiran akan hasil data inflasi Jepang yang dirilis sebelum mengawali perdagangan tadi pagi masih berlangsung diakhir perdagangan hari ini, yang di hasil tersebut menunjukan adanya perlambatan tingkat indeks harga konsumen Jepang untuk bulan Febuari yang hanya sebesar 0.2% dari target perncapaian inflasi pemerintah sebesar 2%.  Begitu pula dengan pergerakan Yen Jepang yang masih menguat diakhir perdagangan bursa Jepang hari ini, yang masih berada pada kisaran 119.12 dari posisi pembukaan pada 119.18 dengan mencapai harga terendah pelemahan sementara pada 119.41 serta harga tertinggi penguatan pada 119.06 dengan merespon dini akan rilis data PDB AS kuartal IV tahhun 2014 yang diindikasikan akan menunjukan penurunan signifikan.

Saham unggulan diakhir perdagangan hari ini masih bergerak melemah merespon pada penguatan Yen Jepang seperti Denso Motor melemah signifikan sebesar 3.52%, Fujitsu melemah signifikan sebesar 2.33%, Hino Motor melemah signifikan sebesar 2.20%, Hitachi melemah signifikan sebesar 0.60%, Honda Motor melemah signifikan sebesar 2%, Isuzu Motor melemah signifikan sebesar 1.70%, Nikkon melemah siginifikan sebesar 3.57%, Nissan Motor melemah signifikan sebesar 3.10%, Sharp melemah signfikan sebesar 2.05%, serta Toshiba melemah signifikan sebesar 4%.

Read more

Hendri Timotius/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here