Presiden Dorong Pelaku Industri Dan Peneliti Bersinergi

478

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Jokowi pagi ini Senin (13/4) menghadiri Innovation Forum Tahun 2015 yang di selenggarakan di Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan Banten.Presiden Jokowi pada acara National Innovation Forum Tahun 2015 di Kawasan Puspitek Tangerang Selatan, Banten.

Presiden yang didampingi oleh Menkopolhukam, Menteri Perindustrian, Menteri Riset & Teknologi, Menteri Kesehatan & Mantan Presiden RI ke-3 B..J Habibie. Dihadapan hadirin yang hadir dalam Innovation Forum 2015, Jokowi kembali mengingatkan bahwa dua pertiga dari negara kita ini adalah air, ada 17 ribu  pulau dan ini menjadi tantangan besar yang kita hadapi bersama diantaranya mengenai transportasi, pangan, eneregi dan lain-lain.

Untuk menghubungkan antar pulau, provinsi ke provinsi, kota ke kota bagaimana mengenai transportasinya, Jokowi mengatakan pentingnya penelitian riset di bidang kelautan dan dirgantara.

Saat menjelang sambutannya Presiden sempat dibisikkan oleh Prof. BJ Habibie untuk transportasi udara yang sesuai dengan kebutuhan wilayah di Indonesia pesawat R80 buatan anak bangsa PT. Dirgantara Indonesia selain itu sempat juga di bicarakan mengenai pembuatan pesawat N219 dan N245.

Saat ini terjadi perbedaan biaya transportasi di masing-masing daerah berpengaruh terhadap harga barang atau produk disuatu daerah, presiden memberikan contoh di Papua harga semen  diwilayah lain hanya dengan Rp 60 ribu  Rp 70 ribu tetapi di sebuah tempat di daerah Papua ada yang mencapai harga Rp 2,5 juta. Hal inilah yang harus diselesaikan dengan penelitian baru, makanya Dirgantara dan Kemaritiman menjadi fokus Pemerintah selain yang berkaitan dengan pangan.

Kembali presiden menegaskan didalam sebuah riset perlu adanya kesinambungan. Presiden menganjurkan untuk peneliti agar dapat melakukan sharing dengan perusahaan untuk mendapatkan income yang besar, jika bagus penelitiannya bisa di share 60 atau 70, ungkap Jokowi.

Pemerintah mengakui bahwa selama ini  belum memiliki anggaran yang besar untuk mendukung program riset, selama ini penelitian di Indonesia masih di nilai tidak fokus, di lakukan secara parsial dan tidak berkesinambungan sehingga anggaran menyebar.

Presiden meminta peran dari menteri untuk adanya sinergi antar lembaga dan juga perwujudan antara peneliti, pengusaha dan perguruan tinggi untuk menghasilkan produk yang ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here