Dampak Isu Ekonomi Global Bagi Perekonomian Domestik

488

Belakangan ini Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengeluarkan laporan tentang World Economic Outlook yang menyatakan bahwa tren perlambatan ekonomi global masih akan terjadi hingga 2020 mendatang. Harus dipahami terdapat beragam faktor sangat kompleks yang membentuk arah perekonomian global, mulai dari ancaman suku bunga di Amerika Serikat (AS) sampai ketegangan di Timur Tengah. Dari pelemahan harga komoditas dunia sampai volatilitas nilai tukar mata uang.

Pemulihan ekonomi global yang tadinya diperkirakan terjadi pasca krisis subprime-mortgage dan krisis utang Eropa ternyata memberikan bentuk yang berbeda antara negara maju dan negara emerging. Dalam laporannya, IMF memperkirakan rata-rata potensi pertumbuhan ekonomi negara maju untuk periode 2015-2020 sebesar 1,6%. Proyeksi ini naik sedikit dari rata-rata pertumbuhan ekonomi kelompok negara ini sepanjang tahun 2008-2014 sebesar 1,3%.

Sementara itu, proyeksi rata-rata pertumbuhan 2015-2020 masih di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi negara maju sebelum krisis 2001-2007, yaitu sebesar 2,25%. Sementara untuk kelompok negara emerging, IMF memproyeksikan rata-rata potensi pertumbuhan 2015- 2020 sebesar 5,2%. Proyeksi ini jauh lebih rendah dari rata-rata realisasi pertumbuhan ekonomi negara emerging sepanjang tahun 2008-2014 yang sebesar 6,5%.

Read more

Stephanie Rebecca/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here