Profit Perusahaan Industri Tiongkok Turun Karena Sepi Orderan

430

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) hingga hari ini masih menjadi buah bibir pemberitaan Tanah Air. Pasalnya, pasca perhelatan KTT KAA ke-60 tahun yang diselenggarakan pada pekan lalu di Indonesia, dipastikan RRT / Tiongkok akan menggarap sebagian besar proyek infrastruktur di Indonesia. (Lihat juga: Kedekatan Xi Jinping Dengan Jokowi Selama KAA 2015 Hasilkan Investasi Besar)

Pada hari ini (27/4/2015) Biro Statistik Nasional Tiongkok mengabarkan bahwa profit perusahaan-perusahaan Tiongkok yang bergerak di sektor industri untuk periode Maret mencatat penurunan sebesar 0,4 persen (yoy) menjadi hanya sebesar 508.610.000.000 yuan ($ 82.000.000.000),  mengatakan pada hari Senin. Sementara itu di sepanjang kuartal pertama tahun ini sendiri laba keseluruhan sudah mencatat penurunan sebesar 2,7 persen (yoy).

Turunnya profit terhadap perusahaan industri Tiongkok  kali ini masih disponsori oleh rendahnya jumlah permintaan lesu dan turunnya harga produk disebabkan oleh rendahnya harga bahan baku. Seperti diketahui, harga bahan baku turun 5,7 persen dari tahun sebelumnya pada bulan Maret. Kondisi ini juga tercermin dari Indeks harga produsen (PPI) Tiongkok yang mengalami kontraksi sebesar 4,6 persen pada bulan Maret.

Read more

Stephanie Rebecca/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here