Target Lelang Obligasi Rupiah Tidak Tercapai, Hasil Terburuk Ditahun 2015

216

Dalam perdagangan obligasi hari ini (28/4) pemerintah melakukan lelang obligasi Rupiah, namun lelang hari ini merupakan lelang yang tersepi pada tahun ini dimana hasil dana yang didapat juga paling sedikit. Pemerintah menargetkan dana yang akan dicapai sebesar Rp10 Triliun, namun sedikitnya penawaran yang masuk (sekitar Rp7,9 Triliun) membuat pemerintah hanya peroleh Rp4.85 Triliun.

Bank Sentral melakukan intervensi atas obligasi benchmark di pasar, namun penawaran dengan mudah hilang karena terjadi penjualan besar-besaran dengan yield 7.98%. akibat intervensi tersebut Yield obligasi tenor 10 tahun naik menjadi 7.78%, yield obligasi tenor 15 tahun adalah 7.98% dan obligasi tenor 20 tahun adalah 8.1%.

Penerbitan obligasi baru seri  SR7 hari ini hanya diperdagangkan dengan yield 7.92%. Dan secara umum kenaikan yield obligasi hari ini hanya 7 sampai 21 bps.  Dan obligasi yang paling tidak perform adalah obligasi dengan tenor jangka pendek, FR69 dimana yield meningkat sampai 21 bps.

Read more

Bella Dona/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here