Fundamental Mengecewakan Terus Iringi Pelemahan Dollar Singapura

322

Dua hari penguatan dollar Singapura terhadap dollar AS ternyata tidak bertahan sampai pada hari ini (1/10). Penguatan selama dua hari belakangan  tersebut hanya momentum koreksi sesaat karena pada dasarnya fundamental Singapura justru tidak mendukung mata uangnya untuk menguat. Kini tekanan jual kembali diperoleh mengantisipasi laporan fundamental Singapura di sektor manufaktur yang diperkirakan kontraksi.

Tekanan jual atau pelemahan dollar Singapura terhadap dollar AS juga karena data-data fundamental AS yang cukup baik dibandingkan dengan Singapura yang lebih banyak kelemahannya. Dorongan kurs Singapura yang turun juga dipengaruhi oleh arus modal keluar karena investor mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed akan dilakukan sebelum akhir tahun 2015 ini.

Sebelum data manufaktur ditunjukan, pelaku pasar teleh mengingat rilis data sektor industri  (Industrial Production) kondisinya anjlok secara tahunan dan bulanan berturut-turut di angka negatif -7.0% dan -3.7% di bulan Agustus. Ini akan menjadi petunjuk rilis data SIPMM Manufacturing PMI bulan Agustus malam ini sehingga diperkirakan akan tetap berada di angka kontraksi. Jika demikian maka akan mempertahankan dollar Singapura tetap lemah.

Sedangakan di AS juga akan melaporkan kinerja manufktur dari ISM dan Markit diperkirakan pada angka ekspansi. Tekanan dari dollar AS pada mata uang Singapura juga semakin mengerikan jika data non- Farm Payroll yang dirilis besok memberikan angka di atas 200 ribu atau naik dari sebelumnya. Petunjuk pertama telah diperlihatakan naik dari versi ADP, kemudian akan diperlihatkan pada klaim pengangguran mingguan AS.

Memantau kurs dollar Singapura pada pair USDSGD saat ini (07:53:11 GMT) bergulir di kisaran 1.4263, naik dari pembukaan 1.4223. Sedangkan pada perdagangan kemarin (30/9) pair ini mengalami momentum koreksi sampai penutupan bearish dari pembukaan 1.4277 dengan capaian rendah di harga 1.4193.

Terhadap Rupiah, pada pair SGDIDR sedang sideways dan saat ini bergulir di harga 10,289.36. Sedangakan berdasarkan transaksi antar bank di Indonesia menurut kurs BI, hari ini (1/10) harga jual dollar Singapura naik menjadi  10,341.27 dibandingkan dengan harga jual Rabu(30/9) di harga  10,327.4.

Secara teknikal, Analyst Vibiz Resarch Center melihat bullish pada pair USDSGD saat ini berupaya menguji  resisten kuat kisaran 1.4300. Namun belum menemukan katalis yang signifikan dari sisi fundamental untuk medobrak resisten tersebut sehingga diperkirakan masih akan terpantul. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya, diperkirakan kondisi harga akan terus mengetes reisisten kisaran 1.4300 tersebut dengan posisi support berada di kisaran 1.4250 sampai dengan 1.4200.

 

 

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here