Harga Batubara Rotterdam Makin Anjlok, ANZ Turunkan Proyeksi 2 Tahun Mendatang

325

Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam terpantau kembali terpuruk di teritori negatif (1/10). Harga batubara bergerak dalam trend bearish yang sangat kuat. Harga sudah berada di level paling rendah dalam lebih dari 5 tahun belakangan. Beberapa lembaga keuangan telah menurunkan proyeksi perkembangan harga komoditas batubara.

ANZ sendiri telah menurunkan proyeksi harga batubara untuk dua tahun ke depan. Prediksi turunnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi alasan penurunan proyeksi tersebut. ANZ menurunkan proyeksi harga batubara sebesar 5 persen menjadi 13 persen untuk tahun 2016 dan 2017.

Harga batubara diprediksi akan terus mengalami tekanan. Diperkirakan hingga akhir tahun ini harga komoditas sumber energi alternative tersebut akan terus melorot dan mencapai level 45 dollar per ton. Data yang menunjukkan kontraksi sektor manufaktur Tiongkok pada bulan September ini juga mengakibatkan harga komoditas global mengalami tekanan jual yang kuat, termasuk di pasar batubara berjangka.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan November berada di posisi 50,55 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 0,65 dollar atau setara dengan 1,27 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu harga batubara berjangka di bursa SGX untuk kontrak bulan November hari ini diperdagangkan pada posisi 48,65 dollar per ton. Harga melemah sebesar 0,35 dollar dibandingkan perdagangan kemarin.

Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan November 2015 hari ini ditransaksikan pada posisi 38,65 dollar per ton. Harga turun 0,10 dollar dibandingkan perdagangan kemarin.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Melemahnya harga komoditas ini diperkirakan akan berlangsung terus akibat permintaan global yang masih sangat lemah.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 50,00 dollar dan resistance kedua di level 49,00 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 51,00 dollar dan 52,00 dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here