Sektor Manufaktur Tiongkok September Tetap Lesu

798

Sektor manufaktur Tiongkok tetap lesu selama bulan September, seperti yang dilaporkan dalam dua laporan terpisah pada hari Kamis (01/10).

Indeks resmi pemerintah terkait aktifitas pabrik PMI manufaktur naik ke 49,8, naik dari tiga tahun terendah dalam bulan Agustus sebesar 49,7 tapi masih menandai penurunan dua bulan berturut-turut .

china-business-confidence

 

Sementara itu, survei swasta oleh Caixin / Markit mengungkapkan PMI jatuh ke 6,5 tahun terendah pada 47,2, turun dari angka bulan Agustus sebesar 47,3 tetapi masih lebih baik dari perkiraan sebelumnya pada 47.

china-manufacturing-pmi

 

Angka di bawah 50 menunjukkan adanya penurunan aktivitas secara bulanan, sementara di atas 50 menunjukkan ekspansi. Untuk indeks PMI manufaktur yang diukur pemerintah Tiongkok berkonsentrasi pada perusahaan besar, sedangkan survei Caixin berfokus pada perusahaan kecil dan menengah.

Jumlah pekerjaan baru jatuh dalam lebih dari tiga tahun, sebagian didorong oleh penurunan curam dalam bisnis ekspor baru, demikian ditekankan dalam laporan Markit. Akibatnya, perusahaan mengurangi produksi pada tingkat paling besar dalam 6,5 tahun, sementara jumlah staf jatuh di laju tercepat sejak awal 2009.

Pasar keuangan Tiongkok ditutup Kamis untuk memulai hari libur umum selama seminggu, tapi sisa indeks Asia diperdagangkan lebih tinggi mengikuti kedua laporan tersebut. Saham Jepang dan Australia memimpin kenaikan sebesar 1 persen masing-masing, sementara dolar Australia naik 0,4 persen terhadap dollar AS.

Dalam survei lainnya yang dirilis pada hari Kamis, indeks resmi PMI Jasa untuk September berada di angka 53,4, tidak berubah dari bulan Agustus sementara laporan akhir Caixin menunjukkan indeks jasa merosot ke level terendah dalam 14 bulan yaitu pada angka 50,5.

Beberapa ahli telah menyatakan bahwa stimulus moneter dan fiskal Beijing sepanjang tahun ini cenderung lebih menguntungkan untuk BUMN karena mereka memiliki akses yang lebih baik untuk pinjaman bank, perusahaan swasta. Selain itu, pejabat baru-baru mengumumkan rencana untuk mereformasi BUMN awal bulan ini yang melalui investasi private partnership.

Secara mayoritas analis setuju bahwa sentimen secara keseluruhan adalah negatif yang membebani manufaktur di kedua skala perusahaan baik besar dan kecil.

Serangkaian indikator ekonomi yang suram, seperti bulan Agustus terdapat penurunan ekspor 5,5 persen dan volatilitas pasar saham baru-baru ini, telah meningkatkan kekhawatiran tentang ekonomi negara terbesar kedua di dunia. Pelemahan di pasar negara berkembang semakin dianggap sebagai sumber perlambatan pertumbuhan global. Kepala Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memperingatkan pada Rabu bahwa Beijing harus menjaga “permintaan dan stabilitas keuangan” dan terus menyeimbangkan perekonomiannya jauh dari investasi komoditas yang intensif.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here