Amankan Utang Dollarnya Hindari Rugi Kurs, Saham INDF Waspada Koreksi

304

Untuk mengamankan utang valasnya pasca pelemahan Rupiah yang cukup signifikan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berencana melakukan lindung nilai atau hedging minimal US$ 240 juta dari total utang dollar  sebanyak US$ 1,2 miliar (Rp 17 triliun) pada kuartal terakhir tahun ini.

Selain melakukan hedging, INDF juga akan  mengkonversi utang Dollar menjadi Rupiah namun menunggu waktu yang tepat sehingga tidak terjadi kerugian kurs. Melihat lebih jauh tentang utang perusahaan pada semester pertama lalu, INDF punya utang bank jangka pendek sebesar Rp 5,96 triliun dan 2,34 triliun utang bank jangka panjang yang jatuh tempo setahun. Selain itu  utang jangka panjang INDF  terdiri dari Rp 12,36 triliun pinjaman bank dan Rp 3,98 triliun utang obligasi.

Sepanjang semester I/2015, PT Indofood sukses Makmur Tbk (INDF) mencetak penjualan bersihnya mencapai Rp32,63 triliun atau meningkat dibanding tahun sebelumnya Rp31,48 triliun di periode yang sama. Kendati penjualan perseroan meningkat, namun laba turun menjadi Rp1,73 triliun atau Rp37 per saham dari sebelumnya Rp2,32 triliun atau Rp45 per saham. Kinerja melemah akibat tertekan oleh meningkatnya beban keuangan dan bagian atas rugi bersih entitas asosiasi.

Beban pokok penjualan per Juni 2015 meningkat menjadi Rp23,68 triliun dari sebelumnya Rp22,97 triliun, sedang laba bruto naik menjadi Rp8,95 triliun dari sebelumnya Rp8,51 triliun. Beban keuangan dan bagian atas rugi bersih entitas asosiasi yang masing-masing meningkat 95,42% menjadi Rp1,48 triliun dan 136,04% menjadi Rp174,40 miliar. 

Aset per Juni 2015 tumbuh menjadi Rp91,39 triliun dari total aset yang dibukukan pada akhir tahun lalu sebesar Rp86,09 triliun. Liabilitas dan ekuitas per Juni 2015 masing-masing tercatat sebesar Rp50,76 triliun dan Rp40,63 triliun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (1/10/15) saham INDF ditutup pada level 5550 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 5350 dan bergerak dalam kisaran 5625 – 5425 dengan volume perdagangan saham mencapai 4,43 juta saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INDF sejak pekan lalu berhasil rally.  Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan indikator Stochastic mulai bergerak datar diarea jenuh beli.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat  didukung oleh +DI yang juga bergerak flat  yang menunjukan pergerakan INDF dalam potensi koreksi Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target  level support di level Rp5350 hingga target resistance di level Rp5490.

 

 

Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst Vibiz Reserch Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here