Bisnis Konstruksi Inggris Berhasil Raih Keuntungan Besar

454

Ditengah gejolak perekonomian global yang diprediksi masih akan berlanjut hingga akhir 2015 mendatang, Bank of England (BOE) sudah menyampaikan bahwa mereka akan terus mempertahankan suku bunga pada rekor rendahnya diperkirakan sampai pertengahan 2016 sebagai antisipasi dari perlambatan ekonomi yang tengah melanda Tiongkok dan pasar negara berkembang saat ini. Salah satu alasan BOE masih mempertahankan suku bunga rendahnya yang berada di level 0 persen sampai saat ini adalah karena potensi perlambatan ekonomi Inggris masih akan membayangi gerak perekonomian negara tersebut hingga sisa tahun 2015 mendatang. 

Meski kinerja di sektor industri Inggris terus tertekan karena reli sterling yang telah menekan ekspor, nampaknya tidak demikian dengan kinerja di bidang konstruksi. Akhir pekan lalu baru saja dipublikasikan bahwa kinerja sektor konstruksi Inggris pada bulan September 2015 lalu meningkat tajam ke level tercepatnya dalam tujuh bulan terakhir karena ditopang oleh pembangunan di sektor perumahan, hal inilah yang kemudian meningkatkan jumlah orderan pada perusahaan konstruksi. Dalam rilis PMI konstruksi Inggris tersebut tercatat bahwa skor PMI bulan lalu melonjak ke level 59,9 dari yang semula tercatat di level 57,3 pada bulan Agustus. Rebound ini cukup diluar dugaan ekonom karena sebelumnya hanya memperkirakan kenaikan ke level 57,5. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

United Kingdom Construction Pmi

Perusahaan Konstruksi di Inggris nampaknya sedang menikmati keuntungan yang cukup kuat di kuartal ketiga tahun 2015, sebagai dampak dari rebound berkelanjutan yang tercatat pada proyek-proyek pembangunan terutama di sektor perumahan. Meski demikian, berdasarkan survey yang dilakukan oleh pihak swasta tercatat bahwa perusahaan konstruksi masih menjadi perusahaan yang mencatat perlambatan stabil dalam pertumbuhan bisnis baru pasca pemilu bulan Juni 2015. Selain itu perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi juga adalah kedua yang paling lambat jika dibanding bidang lain yang tercatat sejak pertengahan 2013.

Kegiatan konstruksi untuk sektor perumahan sejauh ini masih terpantau dengan kinerja terbaik dan laju ekspansi terkuat dalam 12 bulan terakhir. Sementara kegiatan konstruksi komersial tumbuh pada laju tercepat dalam tujuh bulan terakhir, dan kegiatan konstruksi teknik sipil juga berhasil tumbuh pada fase tercepatnya dalam lima bulan terakhir. Sedangkan untuk tingkat pertumbuhan bisnis baru di bidang konstruksi justru bergeser ke level lima bulan terendahnya dalam dan bahkan jauh lebih lemah dari puncak pasca krisis tahun 2013 dan 2014. 

Kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi Inggris akan berpotensi melambat menjadi 2 persen pada tahun depan dan laju inflasi akan tetap di bawah target bank sentral sebesar 2 persen sampai 2017 mendatang. Perlambatan ekonomi global saat ini juga makin terpuruk oleh kelemahan substansial di pasar negara berkembang, terutama di Tiongkok yang berdampak pada tertahannya prospek ekspor dan kegiatan investasi bisnis.

 

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/BNV/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here