Data Tenaga Kerja Menyisakan Sentimen Bearish Untuk Dollar AS

771

Memasuki kwartal keempat dollar AS makin bervolatil karena ini adalah kuartal terakhir di mana isu kenaikan suku bunga masih terus mendominasi pergerakan dan bercampur dengan kondisi data indikator fundamental AS yang diinginkan yaitu dukungan target inflasi dari indikator fundamental lainnya seperti sektor tenaga kerja, industri, dan konsumsi.

Hal yang menjadi perdebatan adalah, apakah pengetatan dengan menaikan suku bunga akan dilakukan sebelum akhir tahun 2015 oleh The Fed. Seperti Yang pernah ducapkan ketua The Fed beberapa waktu bawa ia mengharapkan kenaikan di akhir tahun ini bahkan ia menyinggung bulan Oktober, namun ia juga tetap mengaskan ini bergantung pada  prospek ekonomi.

Laporan terbaru dari sektor tenaga kerja untuk bulan September menjadi pengganjal optimis kenaikan suku bunga AS tahun ini. Non Farm Payroll Hanya menghasilkan 142.000 pekerjaan  pada bulan September dan angka di bulan Agustus direvisi turun menjadi 136.000 dari 173.000. Kondisi ini membuat ekspektasi kenaikan Fed Rate Oktober runtuh, terlebih jika nanti di laporan berikutnya tidak mengalami revisi kenaikan di atas 200.000.

Laporan lainnya bahwa pertumbuhan penghasilan per jam rata-rata  (Average Hourly Earnings)  datar 0% dibandingkan sebelumnya 0.3%. Di samping, itu tingkat partisipasi kerja juga turun ke level terendah dalam 38 tahun. Serangkaian data menyakitkan tersebut sangat menyulitkan prospek dollar AS minggu ini naik bersamaan dengan rilis data makro ekonomi AS pekan ini cenderung ringan.

Untuk mengembalikan sentimen positip dollar AS, perlu ada data yang mengejutkan. Harapan  dollar AS hari ini (5/10) adalah laporan Non-Manufacturing ISM untuk bulan September, namun data ini memliki perkiraan turun meskipun di area ekspensi yang cukup baik. Di hari berikutnya prospek mata uang ini akan dilemahkan oleh defisit neraca perdagangan.

Memantau kekuatan dollar AS terhadap sekeranjang mata uang lainnya, saat ini (02:11:11 GMT) index dollar AS bergulir di kisaran 95.82. turun sekitar  0.23% dari pembukaan 96.03. Pada perdagangan akhir pekan (2/10) index ini jatuh hingga rendah 95.30 dan mengalami penutupan bearish dari pembukaan 96.25.

Secara teknikal, Analyst Vibiz Resarch Center melihat  index dollar AS mendapat tekanan jual sangat kuat namun pantulanya juga kuat dari level 95.30. Sehingga berdasarkan level tinggi dan redah sebebelumnya maka kunci pergerakan bullish index ini ada pada resisten kisara 96.00, namun jika index bergulir di bawah level tersebut maka potensi bearish dapat menyentuh support kisarn 95.40.

 

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here