Dollar Singapura Ambil Momentum Koreksi, Rupiah Berbalik Kuat

678

Sentimen data non-Farm Payroll yang menyusutkan semangat ekspetasi kenaikan suku bunga The Fed membuat dollar Singapura mempunyai kesempatan menekan dollar AS sebagai momentum koreksinya. Hal ini juga berasamaan dengan minim data fundamental domestik Singapura dan regional Asia terutama dari Tiongkok karena bertepatan dengan hari libur. Sehingga fase koreksi dollar Singapura vs dollar AS tidak terganggu.

Sekedar informasi bahwa sentimen lemah pada dollar AS terjadi karena data penting sebagai acuan The Fed untuk memastikan inflasi terdukung oleh sektor tenaga kerja yang kuat. Namun Non-Farm Payroll hanya menghasilkan 142.000 pekerjaan  pada bulan September dan angka di bulan Agustus direvisi turun menjadi 136.000 dari 173.000 jumalah pekerjaan.

Kondisi ini membuat ekspektasi kenaikan Fed Rate Oktober runtuh, terlebih jika nanti di laporan berikutnya tidak mengalami revisi kenaikan di atas 200.000. Sedangkan untuk prospek pergerakan pair USDSGD hari ini (5/10) akan  dipengaruhi oleh rilis data Non-Manufacturing ISM untuk bulan September, dan memliki perkiraan turun meskipun di area ekspensi yang cukup baik.

Memantau kurs dollar Singapura pada pair USDSGD saat ini (07:30:11 GMT) bergulir di kisaran 1.4290, turun dari pembukaan 1.4314. Sedangkan pada perdagangan kemarin (5/10) pair ini ditutup bullish dari pembukaan 1.4301 dengan capaian rendah 1.4272 dan tinggi 1.4362.

Terhadap Rupiah pada pari SGDIDR bergulir lemah di kisaran harga 10,173.46. Berdasarkan transaksi antar bank di Indonesia menurut kurs BI, hari ini (2/10) harga jual dollar Singapura mehgalami penurunan menjadi  10,248.59 10,309.65 dibandingkan dengan harga jual Kamis (1/10) di harga  10,309.65.

Secara teknikal, Analyst Vibiz Resarch Center melihat bullish pada pair USDSGD kali ini berada pada fase koreksi.  Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya, pair ini memiliki target suport kisaran 1.270. perlu menujukan kondisi bertahan di atas 1.4300 untuk mempercepat target bullish bahkan hingga resisten kisaran 1.4500. Sedangakan level support yang harus diwaspadai sebagai fase koreksinya berada di kisaran 1.4250. Kemmudian target bullish pada pair ini diperkirakan mencapi resisten kisaran 1.4340.

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here