Kinerja Sektor Jasa Jepang Lanjutkan Ekspansi

992

Siang ini (5/10), kinerja di sektor jasa Jepang periode Septmebr 2015 kembali dipublikasikan. Dalam rilis tersebut terlihat bahwa kinerja di sektor jasa Jepang pada bulan lalu senasib dengan Australia, dimana masih berhasil bertahan pada zona ekspansi meski laju nya terpantau sedikit melambat dari yang tercatat di bulan sebelumnya. Pasalnya, perlambatan ekspansi di sektor jasa Jepang pada bulan September lalu terjadi karena turunnya output dan sejumlah pesanan baru. Perlambatan tersebut dapat dilihat dari melorotnya skor PMI Nikkei Jasa Jepang pada bulan lalu yang sedikit merosot dari skor PMI bulan sebelumnya.

Dapat dilihat bahwa skor PMI jasa Jepang pada bulan September lalu turun ke level 51,4 dari yang semula tercatat pada level 53,7 di bulan Agustus, dimana kala itu skor PMI jasa Jepang adalah yang terbaik dalam kurun 22 bulan terakhir. Sementara itu indeks komposit yang menggabungkan skor PMI dari bidang manufaktur dan jasa pada bulan September lalu juga turun ke level 51,2 dari yang semula tercatat pada level 52,9 di bulan sebelumnya. Dapat dilihat tren kinerja sektor jasa Jepang dalam setahun terakhir pada gambar dibawah ini:

Japan Services PMI

Dalam rilis tersebut dilaporkan bahwa pada September lalu terjadi peningkatan pada pembukaan sejumlah lapangan bisnis baru yang bergerak di bidang jasa. Dengan demikian hingga bulan lalu, pertumbuhan pembukaan lapangan kerja di bidang jasa sudah memasuki bulan ke enamnya berturut-turut, meskipun kenaikannya belum signifikan. Tidak hanya itu jumlah rekrutmen pegawai yang dilakukan oleh perusahaan di bidang jasa juga tercatat meningkat pada bulan lalu, dimana peningkatan ini mengimbangi penurunan yang tercatat di bulan Agustus. Selain itu, tingkat ekspansi rekrutmen pegawai pada bulan lalu adalah yang tercepat sejak November 2014.

Saat ini sebagian besar para pelaku bisnis di Jepang sudah terlihat mulai skeptis terhadap prospek perekonomian negaranya. Kondisi tersbeut dapat dilihat dari pemangakasan prospek inflasi yang dilakukan oleh para pebisnis di Jepang pada bulan Oktober ini karena menilai Bank Of Japan (BOJ) tidak akan sanggup menyentuh target inflasi yang selama ini masih dipatok pada level 2 persen. Tentu saja pemangkasan proyeksi inflasi yang dilakukan para pebisnis tersebut merupakan sinyal negatif terhadap potensi perlambatan ekonomi Jepang yang lebih parah hingga sisa tahun 2015 mendatang. (Lihat juga: BOJ: Perusahaan-Perusahaan Jepang Kembali Skeptis Dan Turunkan Target Inflasinya)

 

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/BNV/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here