Bisnis Swasta Perancis Sedang Melaju, Sumbangan Sektor Jasanya Mantap

537

Perancis sampai saat ini merupakan negara yang menempati posisi kelima untuk kekuatan ekonomi dunia. Dimana Perancis merealisasikan 5 persen dari PDB dan 6 persen dari perdagangan dunia. Tidak hanya itu, Perancis juga merupakan negara pertama dunia untuk industri barang mewah, peringkat kedua dunia dan peringkat pertama Eropa untuk bidang pertanian, peringkat ketiga dunia untuk produktivitas industri.

Dengan segudang peringkat tersebut, pertumbuhan ekonomi Perancis pada Q2 lalu berhasil bertahan pada posisi stagnan meski ekonomi dunia sedang bergejolak. Meskipun sampai saat ini kinerja ekonominya masih mixed, hal tersebut nampaknya tidak membuat para pebisnis di negara ini menjadi pesimis.

Pasalnya, kemarin (6/10), kinerja sektor swasta Perancis periode September 2015 kembali dirilis dan dilaporkan berhasil bukukan peningkatan yang diluar perkiraan ekonom sebelumnya. Kondisi tersebut tercermin dari berhasil naiknya skor indeks PMI komposit, yaitu indeks yang menggabungkan kinerja di sektor manufaktur dan jasa Perancis pada bulan September lalu menjadi 51,9 dari yang semula tercatat sebesar 50,2 di bulan Agustus.

Sementara itu kinerja sektor jasa memang tercatat bukukan kenaikan skor PMI ke level 51,9 pada bulan lalu, dari yang semula tercatat sebesar 50,6 di bulan Agustus. Dapat dilihat tren keduanya pada gambar dibawah ini:

France Services PMI

Meningkatnya PMI komposit dan PMI jasa Perancis pada bulan lalu cukup sejalan dengan optimisme bank sentral Perancis (BOF) yang menaikkan target pertumbuhan negaranya untuk Q3-2015 yang periodenya berakhir pada bulan September lalu.

Seperti dilaporkan sebelumnya, BOF cukup optimis bahwa Perancis dapat mencetak laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,3 persen pada kuartal ketiga tersebut. Menguatnya optimisme BOF ini merujuk pada cukup kuatnya indeks yang mengukur aktivitas bisnis bulanan Perancis, seperti yang tercermin pada rilis skor PMI kali ini.

Meski demikian, sebetulnya jika dilihat secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi global kehilangan momentumnya pada September lalu. Data output pabrik Tiongkok merosot lagi, pertumbuhan sektor manufaktur zona euro melemah, sementara pertumbuhan di Amerika Serikat (AS) juga terlihat landai. Survei bisnis terbaru di Asia, Eropa, dan AS menunjukkan situasi yang lebih suram dan tampaknya akan membuat bank sentral membuat kebijakan moneter longgar lebih lama lagi.

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/BNV/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here