Harga Batubara Rebound, Kondisi Teknikal Sudah Oversold

299

Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam terpantau rebound signifikan (6/10). Harga batubara bergerak dalam trend bearish yang kuat selama beberapa sesi belakangan dan sempat menyambangi posisi paling rendah dalam lebih dari satu dekade belakangan pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan harga batubara yang terjadi pada perdagangan malam tadi didorong oleh rebound teknikal.

Peningkatan harga minyak mentah dan BBM di Amerika Serikat juga menjadi salah satu pendorong kenaikan harga batubara yang merupakan sumber energy alternative. Sentimen positif di pasar energi terjadi malam tadi akibat kenaikan harga minyak mentah. Menguatnya harga minyak mentah disebabkan oleh aksi bargain hunting yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Harga yang sudah oversold membuat para pelaku pasar melakukan pembelian terbatas.

Harga batubara sendiri diprediksi akan terus mengalami tekanan. Diperkirakan hingga akhir tahun ini harga komoditas sumber energi alternative tersebut akan terus melorot dan mencapai level 45 dollar per ton. Data yang menunjukkan kontraksi sektor manufaktur Tiongkok pada bulan September ini juga mengakibatkan harga komoditas global mengalami tekanan jual yang kuat, termasuk di pasar batubara berjangka.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan November berada di posisi 51,15 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 1,15 dollar atau setara dengan 2,3 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu harga batubara berjangka di bursa SGX untuk kontrak bulan November hari ini diperdagangkan pada posisi 48,50 dollar per ton. Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan November 2015 hari ini ditransaksikan pada posisi 38,25 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Melemahnya harga komoditas ini diperkirakan akan berlangsung terus akibat permintaan global yang masih sangat lemah.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 50,50 dollar dan resistance kedua di level 50,00 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 52,00 dollar dan 52,50 dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here