Harga Kakao ICE Futures Anjlok ke 1 Bulan Terendah

485

Harga kakao berjangka makin tertekan dalam trend melemah hingga penutupan perdagangan Selasa dini hari tadi (6/10). Harga komoditas bahan baku cokelat tersebut anjlok untuk delapan sesi berturut-turut dan sudah mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari satu bulan belakangan.

Harga kakao berjangka mengalami tekanan jual disebabkan oleh potensi membludaknya produksi di Pantai Gading dan Ghana. Kedua Negara penghasil kakao utama dunia ini sedang berada dalam musim tanam di mana kondisi tanaman cukup baik.

Selain potensi kenaikan pasokan, pasar juga mengamati kondisi permintaan yang masih lemah. Saat ini kondisi ekonomi global masih belum mendukung untuk terjadinya peningkatan permintaan. Permintaan dari Tiongkok dan negara-negara Asia lain juga masih tampak lesu.

Di akhir perdagangan Jumat dini hari harga kakao berjangka kontrak Desember yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan penurunan lanjutan. Harga komoditas tersebut ditutup melemah sebesar 3 dollar atau 0.1 persen pada posisi 3.092 dollar per ton. Harga kakao sempat tergerus hingga ke posisi paling rendah sejak tanggal 31 Agustus lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kelanjutan trend melemah. Saat indikator jangka pendek, menengah dan panjang sudah berada dalam kondisi bearish.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 3.125 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.150 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 3.053 dollar dan 3.020 dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here